Harem Suamiku

Harem Suamiku
aku seorang Nyai Hadikusumo


__ADS_3

Arumi pun pulang dengan pengawalan ketat, bagaimana tidak setidaknya ada lima centeng yang ikut.


dan tentu saja mbok Jum dan mbok ni juga ikut, sedang untuk pekerjaan sudah di serahkan pada orang kepercayaan Arumi.


selama perjalanan menuju ke desanya, suasana cukup asri dengan pohon rindang di sepanjang jalan.


saat masuk ke area perkampungan desa Sidowates, tampak desa itu lebih sepi dari biasanya.


tapi dia sadar jika ini masih jam para warga bekerja di ladang, Geno pun mengatur kudanya untuk berada di samping kereta kuda milik sang Nyai.


"apa Njenengan butuh istirahat Nyai?" tanya pria itu sopan.


"tidak usah pak Geno, kita langsung menuju ke rumah ibu saja," jawab Arumi yang tidak ingin menunda karena itu sama saja kehilangan waktu berharganya.


pak Tejo belum tau jika Arumi berkunjung ke rumah ibunya, Arumi sampai di rumah ibunya dengan selamat


semua centeng itu mengikuti Arumi dan memastikan jika Nyai rumah itu harus berada dalam kondisi aman.


Geno mengetuk pintu, dan memastikan jika ibu dari Arumi di rumah.


"iya tunggu sebentar," Suara itu dari dalam rumah.


seorang wanita yang sudah main terlihat sehat keluar dari rumah itu, melihat itu Arumi hanya bisa meneteskan air mata.


"iya cari siapa ya," Tanya Bu Sumini


"Nyai Arumi," kata Geno minggir dan terlihatlah sosok putrinya yang begitu cantik sedang berdiri di depannya.


"Arumi... nduk," panggil wanita itu dengan suara gemetar tak percaya.


"ibu..." tangis Arumi yang langsung memeluk ibunya itu.


"bagaimana kabar ibu, Arumi kangen ibu," kata wanita itu sambil terisak bersama.


"ibu baik nduk, ayo masuk dan semuanya Monggo dan anggap sebagai rumah sendiri," kata ibu Sumini yang mempersilahkan mereka semua.

__ADS_1


mereka semua masuk kedalam rumah, terlihat mbok Jum dan mbok ni menaruh beberapa barang.


"kamu ini bawa apa, cukup datang saja ibu sudah senang, tapi apa Romo Heru tak melarang mu dan kamu tak kenapa-kenapa kan nduk?" tanya wanita itu khawatir.


"kang mas sangat baik Bu, saya sudah di izinkan pulang oleh beliau, jadi ibu tak perlu khawatir," jawab Arumi.


"maaf sebelumnya saya memotong pembicaraan antara nyai dan ibu, saya mau tanya setiap bulannya anda di berikan berapa rupiah oleh Tejo, karena Romo memastikan semua kebutuhan ibu terpenuhi," tanya Geno yang memang punya tugas dari Romo Heru.


"seratus,dan saya di berikan pinjam sawah yang sekarang saya kelola," kata Bu Sumini.


"apa? itu saja,"


"iya pak, oh tapi ada dua sawah yang dia pinjamkan pada saya," kata Bu Sumini dengan hati senang.


"goblok!!" bentak Geno marah dan langsung keluar.


ya peringkat orang kepercayaan dari anak buah Romo Heru adalah Geno yang paling atas.


karena Geno ini bisa di bilang orang paling lama bekerja bahkan pria itu menandatangani surat perjanjian hidup mati.


sedang pak Tejo ada di bawah Geno,dan pria itu tak bisa melawan ucapan Geno.


mbok Jum langsung lari mengejar Geno, "kang mau kemana, itu Nyai khawatir,"


"saya mau membuat perhitungan, karena pria busuk itu membuat masalah, karena yang dia pinjamkan itu adalah sawah milik nyai, dan sepertinya dia menilep beberapa aset lain, Idan, Kasyo! ikut aku," panggil Geno yang langsung pergi.


mbok Jum yang melihat pun hanya bisa diam, karena dia tau cara kerja para pengawal dari orang Romo Heru.


"nduk itu tidak apa-apa kok tadi pengawal mu marah," tanya Bu Sumini ketakutan.


"sudah ibu, aku yakin pak Geno bisa menyelesaikan semua tugasnya, sekarang bolehkah aku makan ikan pepes buatan mu, aku sangat ingin menikmatinya," kata Arumi.


"baiklah, ibu buatkan untuk mu," kata Bu Sumini yang langsung pergi memasak ke dapur.


mbok Jum membisikkan sesuatu pada Arumi, "sepertinya dia bertindak seperti itu karena menganggap telah berjasa membuat ku menikah dengan Romo Heru,tapi dia lupa sesuatu," gumam Arumi yang kini tampak memiliki sikap yang berbeda.

__ADS_1


jika beberapa Minggu lalu saat baru masuk kedalam istana Harem tampak begitu penurut.


kini wanita itu tampak sudah bisa menunjukkan bahwa dia bukan wanita lemah.


terbukti dari sikapnya saat ini, yang tetap tenang meski mendengar kabar yang di bawa mbok mban kepercayaannya.


dia semakin yakin pada dirinya, karena semua orang yang ikut kali ini adalah orang-orang kepercayaan suaminya.


secara tidak langsung ini membuktikan jika, semua orang yang bersamanya ini adalah orang pilihan,jadi dia bisa di anggap istimewa oleh Romo Heru.


di lain tempat, tampak seorang wanita yang sedang bekerja dengan angkuh kaget setelah mendapatkan sebuah kabar


"bagaimana bisa, padahal aku tak pernah di izinkan untuk mengajak Geno untuk mengikuti ku untuk bekerja di luar, meskipun itu sangat penuh resiko," kata Bu Yayuk mengebrak meja


"ngapunten nyai, saya juga baru dapat kabar dari Kipli yang tadi sempat pulang," jawab Sukri lagi.


"ini tak adil, aku akan menghubungi kang mas dan bertanya saat pulang nanti," kata Bu Yayuk yang benar-benar tak terima.


di rumah pak Tejo, Geno dan dua orangnya turun dan mrliahta rumah pria itu semakin besar.


pemilik rumah belum tau badai apa yang sekarang mendatanginya. karena dia terlalu berfoya-foya dengan harta yang bukan miliknya.


Geno mengetuk pintu dengan kasar, "Tejo keluarlah!!" terbaik Geno yang tak bisa menahan amarahnya lagi.


"tunggu sebentar, siapa yang berani mengebrak pintu rumah ku,tak tau a jika aku ini orang Romo Heru..." suara pria itu menciut saat melihat sosok pria yang berdiri di depannya dengan wajah marah.


"cak Geno, Idan dan Kasyo ada apa?" tanya pak Tejo ketakutan.


"kau masih bisa tanya, kalau begitu jelaskan semuanya pada Nyai Arumi," kata Geno menarik pria itu dan melemparkan pria itu ke tengah pelataran rumah.


"apa yang kamu katakan cak, aku tak mengerti," kata pak Tejo yang kesakitan.


bagaimana tidak dia benar-benar hancur di tangan Geno. "kalian berdua deret istri dan semua orang yang berani menghianati Romo dan Nyai, aku tak mau ada satu pun orang yang lepas," perintah Geno.


"baik kang!!" jawab keduanya.

__ADS_1


pak Tejo yang paham pun akhirnya menyadari, kenapa Geno melakukan ini karena pria itu sudah tau jika dia menikmati harta yang harusnya menjadi milik ibu dari Arumi.


itu berarti Arumi datang, padahal dia ingat benar jika Romo Heru tak akan memperbolehkan istrinya keluar rumah jika belum satu bulan, tapi ada Geno juga berarti Arumi ini menempati posisi penting.


__ADS_2