Harem Suamiku

Harem Suamiku
dia putra angkat ku


__ADS_3

Arumi mengandeng tangan Japar dengan erat, dan kini Geno berdiri di belakang Japar begitupun dengan semua pelayan di rumah.


"dia adalah putra angkat ku, aku mengangkatnya anak, meski harus meminta persetujuan mu dulu, tapi aku sudah menganggapnya anak ku,"


Romo Heru terkejut, Japar tersenyum dan memanggil Geno, setelah membisikkan sesuatu.


pria itu kemudian pergi dari barisan, "kami semua adalah saksi Romo, bocah ini yang selalu menjaga Nyai saat sedang ada musibah banjir yang melanda," kata salah satu warga.


Romo Heru bangkit, tiba-tiba tubuhnya terasa begitu berat, tapi Geno memukul tubuh Romo Heru dengan daun kelor


dan lagi-lagi pria itu muntah, Japar mendekati suami ibu angkatnya itu dan mengelus punggungnya.


"keluar atau aku akan membunuh mu karena mengincar adik yang ada di perut ibu," kata bocah itu yang tiba-tiba membuat tubuh Romo Heru lemah.


sekelebat asap hitam pergi dari tubuh pria itu, dan semua orang tak percaya melihatnya.


"kenapa masih Diam, kalian juga terkena sihir wanita itu?" tanya Japar kecil.


"bawa Romo Heru masuk kedalam rumah, dan tolong bereskan masalah ini, dan semua warga maaf kalian harus melihat kejadian seburuk ini,"


"tidak apa-apa nyai, semua demi Romo Heru," jawab para warga yang kemudian undur diri dari sana.


Japar kecil mengikuti Romo Heru, dan mengembalikan sebuah pusaka yang akan keluar dari tubuh pria itu.


"Ki Sastro Boyo, siapa yang menyuruh ku keluar, kembali dan jaga dia," kata bocah itu.


Tiba-tiba Romo Heru terbangun dan merasa jika kepalanya sangat pusing.


Tidak ada siapapun kecuali bocah itu, "bukankah Ki Ageng sudah menyuruh mu menjaga ku, kenapa kamu berani membentak ibu angkat ku di depan warga, apa kamu sudah mau mati," tanya Japar sambil tersenyum.


"siapa kamu sebenarnya?"


"kaku ingat ucapan pria gila di gua itu, jika aku mau memilih ikut dengan mu,maka aku bisa jamin tujuh keturunan mu akan bahagia selamanya, tapi itu jika putra mu bisa melewati masa remajanya," kata Japar tertawa.


"ah ternyata kamu bocah ramalan itu ya, maaf aku tak mengingat mu, aku merasa jika diriku tak bisa di aku kendalikan, dan aku melihat wajah Arumi begitu buruk rupa,"

__ADS_1


"kamu terkena lintrik, tapi aneh ajian itu milik orang Jawa, kamu baru pulang dari Sumatra, apa istri mu yang bau itu melakukannya karena cemburu," tanya Japar kecil lagi.


"jangan tidak sopan, bagaimana pun aku lebih tua, panggil aku Romo atau bapak," kesal Romo Heru mendengar ucapan bocah itu.


"oke, bapak tidak jawab,"


"sepertinya dia marah karena aku ingin menceraikannya,"


"baguslah, sekarang sudah beres dan fokus pada istrimu, dan yang terpenting ganti nama rumah men-ji-jik-kan ini, karena terlalu banyak orang yang sudah kamu jadikan fondasi,"


"baiklah bocah cerewet, dan tolong minta seseorang untuk membawakan aku air jahe hangat," kata Romo Heru.


"baik bapak, dan bicara dengan ibu, dia merindukanmu," kata Japar kecil melompat dari kursi dan langsung lari keluar.


Dia melihat Arumi yang tampak begitu cemas, tapi ada semburat kemarahan juga.


"ibu jangan marah, tadi bapak tidak melakukannya dengan sengaja, dia sedang terpengaruh ya, dan jangan stress adik di dalam bisa sakit," kata Japar kecil.


"iya sayang, boleh ibu kedalam?"


"biar kamu saja ya aden,"


"tapi aku yang mau buat, tapi jika di ajari aku mau,"


"baiklah, mari Aden mbok ajari membuat teh jahe kesukaan Romo Ageng," kata mbok ni.


Arumi masuk kedalam kamar dan melihat wajah pucat suaminya, jika tadi dia mencium aroma tubuh dari Yanti.


sekarang tidak lagi, hanya aroma tubuh suaminya yang begitu dia rindukan.


Romo Heru membuka tangannya, dan berharap istrinya itu mau memeluknya.


Arumi mengerti dan langsung menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu dan perlahan mulai terisak.


"bagaimana kamu sayang, dan kenapa mengangkat bocah cerewet itu jadi anak kita," tanya romo Heru yang membuat Arumi kaget karena suaminya menerima Japar.

__ADS_1


"aku kasihan awalnya mas, tapi melihat dia terus di samping ku, dan selalu membuat ku tersenyum saat sedang merindukan mu,bahkan melihat dia berusaha keras belajar beladiri dengan cak Geno membuat ku yakin jika dia di takdirkan untuk keluarga ini,"


"kamu benar sayang, tapi kenapa bisa kamu yang menemukannya," kata Romo Heru heran.


"malam itu hujan masih sangat lebat, semua pria pergi untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol, saat aku terbangun sebab mendengar suara tangisan anak kecil, ternyata itu Japar yang datang dengan tubuh kotor dan basah, bahkan dia sangat pucat saat itu,"


Sekarang Romo Heru mengerti maksud dari guru besarnya, karena anak yang akan menjaga keluarga ini harus menguji pasangannya.


Dan ternyata Arumi lulus menjadi ibu dan juga orang yang akan membawa keluarga ini maju kedepannya.


"kamu memang yang terbaik,"


"tapi kang mas, aku hampir menghabiskan semua simpanan beras karena membantu warga, belum lagi uang juga,"


"tak masalah istriku, suamimu ini tak akan jatuh miskin meski kita memberi makan warga kampung seminggu penuh," kata Romo Heru.


Tiba-tiba pintu di ketuk, saat di buka ternyata itu Japar yang membawa nampan dengan wajah serius.


karena dia takut minuman hangat untuk Romo Heru tumpah, sedang Arumi tak bisa tahan melihat ekspresi bocah itu yang benar-benar lucu.


"kenapa wajah mu begitu Japar?" tanya Arumi menahan tawa.


"ibu diam, airnya goyang jika aku bicara, ini bisa tumpah dan itu menyebalkan, karena akan mengotori gelasnya,"


"tak masalah nak, kemarilah biar aku coba air jahe buatan mu," kata Romo Heru.


"diam di sana, aku sedang berusaha jangan menganggu ku," kata Japar yang sangat fokus memelototi air yang dia bawa.


Arumi dan Romo Heru tersenyum dan akhirnya bocah itu pun sampai dan menyerahkan gelas berisi air jahe.


Romo Heru langsung meminumnya dan rasanya cukup baik meski ada sedikit rasa aneh juga tapi tak masalah.


"jadi sekarang kamu akan ku berikan nama belakang ku, jadi jaga nama itu ya nak,"


"iya bapak," jawab bocah itu.

__ADS_1


__ADS_2