
akhirnya mereka pun keluar dari dalam rumahnya, karena terus di desak oleh warga.
Ndoro Sodik terjejut jekigat semua warga ada di depan rumahnya, "mau apa kalian datang kesini," tanya pria itu seperti tak tau apa-apa.
"kenapa kamu begitu mudah bicara, kamu yang membuat kami semua dalam masalah besar, kenapa kalian malah asik berdua menikmati hidup setelah menghancurkan semua hidup warga disini," marah tetua warga.
"apa maksud kalian, aku tak melakukan hal itu, bukankah selama ini kalian hidup dengan baik, jadi tak perlu lah mengatakan hal seperti itu," kata Ndoro Sodik tanpa rasa bersalah sedikitpun.
salah satu orang melempar sebuah batu bata, ya protes kali ini di susupi oleh beberapa anak buah dari Ndoro Japar untuk membuat pria itu tau apa itu kedudukan sebuah keluarga.
Melihat hal itu, para warga pun langsung melempari Ndoro Sodik dan Nyai Sukma dengan batu dan bata.
"tolong semuanya tenang, kalian ini kita bisa bicarakan baik-baik," kata nyai Sukma yang mencoba melindungi suaminya.
tapi dia juga mendapatkan sebuah pukulan di wajahnya, "dasar penghianat," teriak salah satu warga.
__ADS_1
bahkan para pengawal pun sudah di hakimi masa hingga tak berkutik dan itu membuat Ndoro Sodik sedikit takut.
"hentikan, kalian ini sebenarnya mau apa!!" teriak pria itu marah.
"kamu masih berusaha berkilah rupanya, apa kamu lupa siapa yang membuat warga jadi seperti ini, menurut mu siapa yang harus bertanggung jawab, coba katakan?" tanya tuan Wicaksono yang keluar dari barisan warga.
"oh ternyata dua orang dari keluarga sok berkuasa itu rupanya, memang apa salahnya, memang benar semua warga bisa hidup mandiri tanpa bantuan," kata Ndoro Sodik.
"kamu buta, lihat kesengsaraan yang kamu buat, jika kamu lupa apapun yang ada di desa ini itu semua berhubungan dengan keluarga Hadikusumo, bahkan istrimu saja bekas Nyai yang terbuang dari Romo Heru, apa kamu lupa!!" kata tuan Wicaksono yang mampu membungkam Ndoro Sodik.
"apa..." kaget Nyai Sukma.
"ya kamu benar, semua yang ada di desa ini pasti berhubungan dengan pria itu, terus mau apa, mereka saja yang tak berguna, semuanya seperti masyarakat sampah yang tak bisa berdiri sendiri," marah Ndoro Sodik.
"tutup mulutmu, saudaraku mati kita tunjukkan pada pria yang berani menghina orang yang telah membantu kita," kata Nono
__ADS_1
"semuanya buat pria itu mati dan gantung di alun-alun desa jika perlu, untuk bukti pada keluarga Hadikusumo yang selama ini menjadi dewa penolong di desa kita," kata bogang yang membuat semua orang langsung lari menyerang pria itu.
mendapatkan serangan bersama itu membuat Ndoro Sodik tak gentar dia masih menyakiti beberapa warga.
Nrligat itu Nino mengambil balik kayu dan memukul kepala pria itu sangat keras.
tentu saja dia langsung tersungkur dan di hajar habis-habisan oleh warga desa dan setelah tak berdaya pria itu di seret menuju ke alun-alun desa.
Kasyo mengirimkan pesan pada keluarga Hadikusumo yang berada di kota.
Romo Heru yang mendapatkan kabar dari anak buahnya itupun, langsung mengajak semua orang untuk pulang.
"liburan berakhir sekarang kita akan lihat, hukuman untuk orang yang mencoba untuk menggulingkan keluarga Hadikusumo,"kata Romo Heru yang di setujui oleh seluruh keluarganya
"baik Romo, semua berkemas," kata Ndoro Japar yang tersenyum pada ayahnya itu.
__ADS_1