
Ndoro Japar sedang beristirahat dengan santai, dia tak mau peduli apa yang sedang di lakukan oleh para anak buahnya.
Sedang Nyai Wulan sedang di dapur dan mengawasi seseorang memasak di sana.
"apa lagi, ayah sudah membuatkan sekarang nyai besar, apa masih ada yang salah?" tanya tuan Wicaksono yang sedang memotong ayam menjadi dadu kecil-kecil.
"tidak ada yang salah, cuma aku mau lihat saja," jawab nyai Wulan dengan senyum.
Nala datang ke rumah samping, ternyata dia melihat kakaknya itu sedang menutup mata di ruang tamu.
Dengan iseng, dia menaruh bubur kacang ijo yang masih hangat di dahi Ndoro Japar.
pria itu terbangun dan melihat adiknya itu sedang tersenyum, "ada apa?" tanya Ndoro Japar yang bangun dari tidurnya.
"cuma di suruh ibu mengantar ini untuk kalian berdua, sudah di pisahkan kok, mana mbak Wulan?" tanya Nala yang duduk santai.
__ADS_1
"dia di dalam, sedang membuat ayah mertua repot, boleh aku melihatnya dan mencicipi, aku yakin ini pasti bukan buatan ibu," kata Ndoro Japar yang curiga, pasalnya adiknya itu sering melakukan hal aneh belakangan ini.
seperti kemarin,gadis itu memasak di dapur dan dari keluarga di suruh makan.
Untungnya rasa masakan dari gadis itu cukup enak hingga bisa di habiskan, entah kenapa tiba-tiba gadis itu jadi rajin memasak.
"aku akan mengajaknya kesini, tak peduli itu bubur buatan ibu atau siapapun, yang penting cicipi dulu dan jangan menyentuhnya," kata Nala yang membuat kaget Ndoro Japar.
mendengar suara dari depan, membuat nyai Wulan dan tuan Wicaksono keluar dari dapur dan meminta mbok Yem menyelesaikan semuanya.
"ada apa gadis cantik, suara ku terdengar hingga kebelakang, kamu tau seorang gadis tak seharusnya melakukan itu kan," kata tuan Wicaksono mencoba untuk mengatakan jika sikap Naka kurang sopan.
"maafkan saya ayah besar, saya tau itu, saya hanya ingin mengajak kalian berdua untuk mencicipi bubur kacang hijau buatan ku, ibu bilang itu baik untuk ibu hamil, tapi mbak tidak boleh memakan ketan hitam," kata Nala dengan malu
"baiklah aku akan mencobanya," kata Nyai Wulan dengan senang.
__ADS_1
Keduanya ke ruang tamu, terlihat Ndoro Japar itu sudah penasaran dengan apa yang di bawa adiknya itu.
"sudah ku katakan jangan menyentuhnya sebelum kakak ipar ku untuk menikmati bubur buatan ku,"
"maaf tapi sayang kamu jangan bohong ya, nanti apapun yang kamu rasakan langsung katakan dengan jujur ya," kata Ndoro Japar yang membuat tuan Wicaksono terkejut bukan main.
"apa yang kamu katakan sayang, itu tak mungkin seburuk itu," kata nyai Wulan yang langsung duduk untuk menikmati makanan itu.
Sedang tuan Wicaksono terkejut saat mencicipi makanan itu, Karena rasanya sangat baik.
"aku menyukaimu, terlebih bubur ketan hitamnya, sempurna," mata pria itu yang jarang sekali memberikan pujian pada masakan siapapun.
Bahkan pada masakan putrinya sendiri, "bukankah ayah sangat keterlaluan,saat ayah memuji masakan dari Nala, tapi tak pernah melakukan itu saat dulu aku memasak untuk pertama kalinya," kata nyai Wulan kesal.
"karena kamu harus memasak dengan sempurna karena keluarga suami mu itu bukan orang biasa, dan untuk Nala semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang bisa setara orang tua mu ya,karena jarang keluarga yang punya latar belakang dan kekayaan seperti Romo mu," kata tuan Wicaksono tersenyum.
__ADS_1