Harem Suamiku

Harem Suamiku
jangan ngelunjak


__ADS_3

Arumi terbangun dan langsung menuju ke kamar mandi, sebelum itu dia sempat melihat suaminya yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Dia Merasa campur aduk saat ini, bagaimana tidak dia harus menyaksikan suaminya akan menikah lagi.


Di depan cermin, dia menyentuh sosok yang terpantul di sana, "kamu kurang apa? aku baru jadi istrinya beberapa hari, tapi kang mas memutuskan untuk menikah lagi setelah kehilangan satu istrinya, apa aku akan di buang jika aku tak bisa memiliki anak, kenapa orang kaya selalu seperti ini,aku tau ini pilihan ku, tapi..." tangis Arumi yang begitu pilu


Bahkan dia terduduk di lantai dingin itu sambil menutup mulutnya, agar suaminya tak terbangun.


Karena peraturan di rumah Harem milik Romo Heru adalah, jangan mengganggu waktu istirahat pria itu.


Tiba-tiba suara teriakan keras terdengar memilukan, suara itu adalah suara Sukma.


Arumi buru-buru keluar dari kamar mandi dan kaget melihat tatapan mata suaminya.


"Kang mas," panggil Arumi dengan hati berdebar karena takut.


Tanpa bicara, dia langsung bergegas pergi meninggalkan Arumi yang masih kaget.


Karena tak ingin Romo Heru menyakiti Sukma lagi, Arumi pun berlari untuk mengejar suaminya yang ternyata sudah pergi membawa sebatang rotan di tangannya.


"Kang mas!!" panggil Arumi yang berlari ke arah suaminya.


Beruntung mbok Jum dan mbok ni berhasil menahan Arumi, "tidak Nyai,jangan mendekat karena Romo sedang marah, jika anda ke sana itu sama saja anda bunuh diri," kata Mbok Jum yang memeluk tubuh Arumi.


"Tapi kang mas bisa membunuh mbak Sukma, apa hukuman itu tidak cukup tapi dia masih marah," kata Arumi yang masih berusaha berontak.


"Tolong tenang Nyai, jika anda pergi ksmi yang akan di penggal oleh Romo Heru," kata Mbok ni yang mengejutkan wanita itu.


Tubuh Arumi pun lemah, dan dia ingat jika apapun harus sesuai perintah Romo Heru jika melanggar maka hukuman terbaik adalah mati.


Romo Heru sampai di kamar milik Sukma yang di terangi oleh lampu petromax.


"Kamu gila, jam berapa hingga kamu berani berteriak seperti ini, atau hukuman ini kurang cukup, ingat Sukma aku juga punya batasan dalam kesabaran!" marah pria itu.

__ADS_1


Sukma melihat rotan di tangan pria itu membuatnya ketakutan,"tidak kang mas, aku minta maaf menganggu tidur mu dan dua saudara ku, tapi tadi ada sbg ingin membunuh ku, tolong aku kang mas... aku minta maaf..." tangis Sukma yang memohon.


Pyaar....


Suara kaca pecah hancur berkeping-keping karena Romo Heru memukulkan rotan miliknya.


"Kamu tak sadar diri, aku bahkan sudah jijik menyentuh mu dasar wanita hina!!" bentaknya.


Sukma kaget mendengar makian suaminya itu, "kang mas, kenapa... aku selalu setia dengan mu,"


"Setia, kamu bahkan berani tidur dengan centeng yang aku tugaskan untuk melindungi mu, apa itu setia, kamu tau benar jika aku tak suka penghianatan," marah pria itu.


Wanita itu terdiam, dia memang dekat dengan Sigit karena dia dan pria itu berasal dari desa yang sama.


Dia bahkan tak ingat pernah tidur bersama pria yang di tuduh kata suaminya itu.


"Apa yang kang mas katakan, aku tak pernah tidur dengan dia, kang mas lupa jika aku tak bisa punya anak ini gara-gara siapa!!" teriak Sukma yang tak terima.


Sebuah tamparan di berikan oleh Romo Heru pada istri ketiganya itu, "aku sudah cukup bersabar dengan mu Sukma, aku tau jika kamu kehilangan bayimu dan memiliki keadaan sulit hamil ini karena Yayuk, tapi jangan lupa dia itu cinta pertama ku dan akan selalu jadi wanita spesial di hatiku, dan kamu bukannya introspeksi diri malah berani berhubungan dengan pria lain," kata Romo Heru.


"Tapi aku tidak melakukannya,"


"Cukup dan hentikan, sekarang aku sudah tak tahan lagi, aku akan mengirim mu ke rumah dingin dan disana renungkan semua kesalahan mu," kata Romo Heru.


"Tidak kang mas, jangan bawa aku ke rumah dingin itu, kang mas... aku mohon ... aku bisa melakukan apapun menjadi pembantu Arumi juga bisa, tapi jangan lakukan itu," tangis Sukma yang tak berdaya.


"Menjauhlah dari Arumi, karena aku tak ingin istriku itu mengalami apa yang kamu lakukan pada Hesti, jadi tempat mu sekarang cukup di sana, dan ingat ini Sukma, berhentilah bertingkah dan melakukan kesalahan," kata Romo Heru yang memberikan kode pada para anak buahnya.


"Tidak kang Mas, jangan lakukan itu..." tangis Sukma yang tak bisa membuat pria itu bergeming sedikitpun.


Akhirnya Geno dan Pardi pun mengantarkan wanita itu ke rumah dingin bersama dua pelayan dan dia penjaga.


Siapapun tak akan mau tinggal di sana, Karena rumah itu adalah rumah buangan.

__ADS_1


Siapapun yang sudah masuk ke rumah itu, tak mungkin akan bisa kembali ke rumah utama.


Dan sekarang Summa yang menjadi penghuni pertama rumah yang awalnya tak ingin di gunakan malah sekarang memiliki penghuni.


Arumi melihat kereta kuda itu pergi meninggalkan rumah kediaman Hadikusumo.


Romo Heru kembali ke kamar Arumi, "Apa yang kamu lihat di sana, apa kamu tak mau melayani ku," kata Romo Heru yang duduk di kursi yang ada di kamar luas itu.


"Iya kang mas," jawab Arumi yang duduk di lantai sambil menuangkan minuman untuk suaminya itu.


Arumi memegang tangan suaminya, kemudian dia mencium bekas merah yang ada di telapak tangan itu.


"Jangan mengecewakan aku Arumi, jika tidak ingin nasib mu seperti Sukma,kamu harus ingat jika kamu di sini untuk jadi istri yang penurut," kata Romo Heru.


"Baik kang mas, tapi bolehkah aku meminta sesuatu sebagai istri mu,"


"Apa pun bisa kamu minta, aku akan menurutinya, asal itu permintaan yang masuk akal," kata Romo Heru.


"Baiklah Kang mas, bisakah menunggu pernikahan kita satu bulan dulu, setidaknya tidak lusa kang mas menikah dengan dua gadis lain,"


Tanpa terduga, Romo Heru mencengkram erat dagu gadis cantik di depannya itu.


"Kamu memerintah diriku, sudah berani mendebat keputusan ku," kata Romo Heru.


"Tidak Romo, bukan begitu Aku hanya meminta hal itu, karena aku pasti akan di jadikan olok-olokan oleh semua orang, kenapa istri yang baru di nikahi ini,harus memiliki madu padahal pernikahan kita belum genap satu bulan, itu pasti akan membuat ku terluka dan stres," kata Arumi yang mulai meneteskan air mata.


Romo Heru melepaskan tangannya sambil mendorong istrinya itu hingga tersungkur ke lantai.


"Seharusnya kamu harus sadar diri, ini keputusan ku dan jangan berani mengatakan itu, kamu harus terima seperti halnya Yayuk yang melihat ku menikah berkali-kali, kamu juga harus menyaksikannya,terlebih jika dalam tiga bulan kamu tak bisa hamil maka kamu harus tinggal di rumah dingin juga,"kata Romo Heru yang memilih pergi dari kamar itu.


Melihat suaminya yang pergi begitu saja, membuat Arumi hanya bisa meratapi nasibnya.


Dia tak menyangka,niat yang dia miliki saat menikah dengan pria itu, kini sudah hancur begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2