
Japar masih mengingat bagaimana wanita itu menatapnya, dan itu sangat menganggu dirinya.
Dia tak ingin ada orang yang akdn membuat ibunya dkan terluka, jadi dia akan sebisa mungkin melakukan apapun untuk mempertahankan senyuman ibunya.
termasuk jika harus menantang Romo Heru untuk berduel, meski dia tau jika kemungkinan dia nendng sangat kecil.
"hei apa yang membuat mu begitu marah sih, tenang saja dong," kata Ayu.
"bisakah kamu diam, kamu juga lama-lama menyebalkan," ketus Japar.
Romo Heru baru saja mendapatkan izin dan juga beberapa hal besar saat mengajukan permohonan tadi.
Dia pun segera harus pulang dan menjelaskan pada istrinya tentang rencananya.
Ya mungkin dia akan membuat istrinya terluka atau mungkin bisa memicu pertengkaran hebat
Terlebih putranya itu sangat memihak pada Arumi, tapi dia tak bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan trobosan besar itu.
Dia pun memutuskan untuk pulang, dan selama dalam perjalanan pun dia memikirkan semua kemungkinan besar yang akan terjadi setelah dia mengatakan segalanya.
mobilnya sampai di rumah, dan terlihat istrinya itu sedang melakukan beberapa kegiatan bersama dengan para pelayan sambil menjaga putranya.
Arumi bangkit dan menyambut kedatangan dari suaminya itu, "selamat datang kang mas,"
melihat wajah istrinya itu membuat Romo Heru terdiam, bagaimana bisa dia melakukan hal itu, mengatakan jika dia ingin menikah lagi karena kemudahan bisnisnya.
"iya sayang, kamu sedang apa, dan kenapa Ndoro terkecil ini juga ada di luar," tanya Romo Heru mengusap pipi putranya yang mulai gembul.
Ya bayi itu hanya minum susu dari ibunya, tapi dalam hitungan hari saja, berat badan dari Dika baik dengan baik.
"habis temenin ibunya ini olahraga, dan kang mas mau di buatkan sesuatu," tanya Arumi dengan sopan yang membantu membawakan tas dan beberapa atribut suaminya itu.
"tidak usah dek, aku hanya ingin Bermain dengan putra ku ini, oh ya apa kamu sudah menemukan dukun bayi yang baru mbok Jum?" tanya Romo Heru.
"sudah Romo, dia adalah mbok Wati yang tinggal di desa sebelah, dan dia bersedia menjadi pelayan khusus di rumah ini," kata pelayan itu.
"baguslah,", kata Romo Heru yang sudah mengendong bayinya.
__ADS_1
Mbok mban membawa air dan juga beberapa makanan yang sudah di kukus.
"kamu makan seperti itu dek, bukankah itu menyiksa mu dan anak kita?" tanya Romo Heru
"tenang kang mas, ini hanya camilan saja, karena aku sering lapar setelah menyusui bayi Dika, jadi ini camilan sehat, dan untuk makanan tentu semua tetap seperti biasa," kata Arumi yang tak mau suaminya itu khawatir.
"baiklah kalau begitu," jawab Romo Heru.
Sedang di rumah Wiliam dn ibunya, Geno dan sepuluh anak buahnya sudah membersihkan semuanya.
Dan mereka juga membantu keluarga itu dengan saksi para warga yang di anggap sesepuh di tempat itu agar tak ada lagi fitnah.
tapi Geno tak menyangka jika para perampok itu benar-benar membersihkan semua harta milik keluarga itu.
Dan tak meninggalkan apapun, dan William yang masuk daftar bocah yang menganggu Japar pun kini hancur.
"ya sudah pak, saya pamit dulu karena kami harus melaporkan semuanya pada Romo Heru," pamit Geno.
"baiklah mas, terima kasih atas semua pertolongannya," kata pria itu
Pukul dua siang, japar pulang dari sekolah, dan saat sampai di rumah dia melihat sosok ayahnya sedang duduk sambil mengendong adiknya.
"bapak berikan adik Dika pada ibu, aku ingin membahas sesuatu dengan mu," kata Japar yang tak bisa menahannya lagi.
karena tadi dia tak sengaja mendengar percakapan yang terjadi antara Casandra dan salah satu guru.
"baiklah, tapi kamu kenapa menunjukkan wajah geram mu pada ku, kita bisa bicara semuanya baik-baik Japar," kata Romo Heru yang menaruh putranya di keranjang bayi dan mulai mengayunkan perlahan.
Karena arumi sedang berada di kamar mandi, "jawab pertanyaan ku, apa bapak ingin menikah lagi dengan wanita asal Eropa itu, namanya Casandra, dan dia menawarkan kesepakatan besar, apa itu benar,"
Jeder....
Seperti petir di siang bolong, kenapa bocah itu bisa tau Semuanya, padahal dia tak mengatakan apapun pada siapapun.
Tapi kenapa Japar selalu punya informasi lebih dulu, "aku tak mengerti apa yang kamu ucapkan," kata Romo Heru.
"jangan kira aku bodoh bapak, aku tau semuanya karena wanita itu mengajar di sekolah ku, dan aku tak sengaja mendengar percakapan antara dia dan salah satu guru di sekolah ku, dan dia berencana menambahkan syarat untuk mu bisa melakukan itu," marah Japar dengan suara keras.
__ADS_1
"tutup mulutmu jaoar, jangan kurang ajar, itu sudah kelewatan ingat batasan mu!!" marah Romo Heru.
"apa batasan, bagaimana dengan janji mu pada ibu, bukankah kamu menginginkan seorang pewaris, sekarang kamu punya dua, dan kenapa masih serakah apa ibu tak cukup memuaskan mu di ranjang," kata Japar yang terus bicara.
"JAPAR!!!!" teriak Romo Heru.
Plak....
suara tamparan itu sangat keras dan mengenai wajah Arumi,ya dia melindungi putranya dari kemarahan suaminya itu.
"jika kamu ingin menikah lakukan saja, tapi jangan pernah melukai putra-putra ku," kata Arumi yang sudah menangis.
Dia tidak pernah terkejut, bagaimana pun dia sudah pernah jadi madu atau punya madu dari suaminya.
"tapi ibu..." kata japar yang tak mau melihat Arumi terluka.
"tidak Japar, ini urusan ibu dan bapak ya nak, tugas japar cuma satu yaitu bersekolah dengan baik, dan tolong jangan menganggu keputusan bapak ya," kata Arumi membujuk putranya itu.
Arumi memeluk Japar erat, tapi bocah itu menatap penuh kebencian pada Romo Heru, bagaimana pria itu bisa mengadaikan semua kebahagiaan keluarganya hanya demi bisnis yang bahkan masih belum bisa terbukti kesuksesannya.
"sudah kang mas, kita bicara lagi nanti, dan aku akan menenangkan Japar dulu, mbok Jum tolong bawa Dika bersama mu dulu," kata Arumi yang mengandeng putranya itu ke kamarnya.
Japar menangis melihat Arumi yang pasti terluka karena sikap Romo Heru yang tak bisa di terka.
Sedang Romo Heru membanting semua barangnya di meja kerjanya. Dia tak menyangka wanita sialan itu berani mendekati putranya.
padahal Japar itu adalah bocah yang paham segalanya, dan kini semuanya hancur.
Geno dan rombongan yang tadi berada di rumah keluarga Van Dijk sudah kembali.
tapi saat dia masuk kedalam rumah untuk memberikan laporan,dia merasakan sesuatu yang tak benar, aura rumah itu begitu suram.
jadi dia memutuskan mencari mbok Jum dulu, "sayang ku,ada apa kok suasana rumah serem dan bikin merinding gitu, terus dimana Romo?"
"kamu dari mana, Romo dan Ndoro baru saja bertengkar, dan saat ingin memukul Ndoro kecil, Romo malah memukul Nyai dengan keras, bahkan Nyai sampah tersungkur karenanya," jawab Mbok Jum yang masih mengendong Dika.
"pasti Romo memilih hal ceroboh lagi,hadeh..." gumam Geno yang memang mengetahui segalanya tentang pria itu.
__ADS_1