Harem Suamiku

Harem Suamiku
tapi sekarang berbeda


__ADS_3

mbok Jum mengambil cincin itu sambil tersenyum, "tapi kamu tak bisa melihatnya, sekarang angin mulai berubah arah, karena wanita yang siapa melawan wanita itu sudah datang, buktinya dia tak takut dengan ancaman dari siapapun,"


"aku akan menjadi pendukung setianya jika memang dia bisa melahirkan pewaris untuk keluarga ini," kata Geno sebelum pergi.


"pasti akan bisa, karena aku yang menjaganya, itu pesan Romo Heru sendiri," gumamnya sambil menggenggam benda itu dan menyimpannya.


Romo Heru masih di kamar Arumi, wanita itu sudah tertidur karena baru saja minum obat.


tak hanya itu, Romo Heru juga penasaran dengan siapa yang menyerang Arumi.


karena dia tau jika Gono tak akan berani melakukannya sendiri jika tak ada dalang yang menjadi pelindungnya.


Romo Heru keluar dari kamar dan berjalan perlahan agar Arumi tak terbangun.


untungnya mbok Jum dan mbok ni sudah siap di depan pintu, "jaga Nyai, dan jika dia histeris atau melakukan apapun, cepat panggil saya,kalian mengerti,"


"baik Romo," jawab keduanya.


Romo Heru berjalan ke belakang rumah ternyata semua pengawal yang harusnya menjaga Arumi.


sudah berlutut untuk mendapat hukuman yang pantas dari Romo Heru.


"kalian semua aman kali ini, dan aku ingin kalian mengeledah semua uang berhubungan dengan Gono dan orang-orangnya, yang berani menyerang istriku, dan pastikan kdlian menemukan siapa dalangnya, karena aku tak akan tinggal diam kali ini," perintah Romo Heru.


"baik Romo," jawab mereka semua yang langsung pergi.

__ADS_1


pria itu pun di temani Geno dan Idan menuju ke ruang makan, ternyata ketiga istrinya sudah menunggunya.


"duduklah," perintah Romo Heru.


"terima kasih kang mas," jawab Bu Yayuk yang memberi kode pada kedua istri baru suaminya juga.


Romo Heru tak suka itu, karena terlihat dua wanita itu lebih patuh pada Bu Yayuk di bandingkan dengan dirinya.


"aku perlu mengingatkan di sini, ucapan yang menjadi hukum itu adalah ucapan ku, dan kalian hanya perlu menuruti ucapan ku bukan siapapun,dan mentaati semua hukum dan larangan yang aku buat, mengerti," kata Romo Heru dingin.


"baik Romo," jawab Lestari dan Yanti yang kini mengerti apa maksud pria itu.


ya mereka tadi sudah di beritahu oleh Bu Yayuk tentang peraturan, tapi wanita itu bilang jika ucapannya adalah hukum.


tapi nyatanya hukum di rumah itu tetap Romo Heru sebagai kepala keluarga yang terkenal sangat tegas dan tanpa ampun.


tapi tanpa di duga Romo Heru memberikan kode untuknya agar tetap diam.


"Lestari,selama Arumi sakit, kamu yang akan melayani ku saat makan," perintah Romo Heru.


"baik Romo," jawab wanita itu yang bangkit dari kursinya dan mulai mengambilkan nasi dan semua lauk untuk pria yang baru beberapa jam menjadi suaminya.


Lestari tampak cekatan dan tampak menata semuanya dengan rapi,meski ini baru pertama kali untuknya.


setelah selesai, Lestari ingin kembali ke tempat duduknya,tapi Bu Yayuk malah melarangnya.

__ADS_1


"tidak usah kembali ke tempat duduk mu itu, duduk di sebelah kang mas di situ, agar lebih mudah jika kang mas menginginkan sesuatu lagi," kata Bu Yayuk yang langsung memancing kemarahan Romo Heru.


brak...


meja di gebrak dengan sangat keras, bahkan itu mengejutkan semua orang, "sejak kapan kamu yang berani mengatur siapa yang boleh duduk di tempat istri yang lain,cukup Yayuk jika kamu ingin menjadi penguasa lebih baik jangan berada di rumah ini lagi,karena aku tak suka dengan tingkah mu yang seperti ini, ingat semua sudah harus duduk dan bersikap seperti sewajarnya," kata Romo Heru marah besar.


"tapi itu hanya tempat duduk," marah Bu Yayuk.


"baiklah jika kamu mengatakan itu,mulai sekarang tempat duduk mu akan di gunakan oleh Arumi dan kamu bisa duduk di ujung meja di sebrang sana, puas!" marah Romo Heru yang mengejutkan semua orang.


"kang mas, kamu ingin menyingkirkan ku?"


"tanya sendiri pada dirimu, apa yang seharusnya aku lakukan membuang mu atau membunuh mu, toh kamu sudah tak berguna untukku,tapi kamu masih berani bertingkah laku seperti kamu penguasa di sini, dan kalian berdua dengarkan ini,siapapun yang akan menjadi ibu yang mengandung anak ku, akan memiliki posisi kuat seperti diriku di rumah ini, dan itu berhak di dapatkan siapapun asal dia bisa melahirkan seorang anak untuk ku," kata Romo Heru yang kemudian pergi menuju ke kamarnya bersama Arumi.


Idan dan Geno juga pergi dari tempat itu, dan kini berjaga di depan kamar karena sepertinya Nyai Arumi terbangun karena pertengkaran itu.


sedang lestari dan Yanti tampak tak percaya dengan apa yang dia dengar, jika ucapan Romo Heru benar.


maka satu-satunya orang yang akan jadi pecundang di rumah itu adalah Bu Yayuk.


meski dia istri pertama, tapi sayangnya usianya sudah tak mungkin bisa mengandung anak.


di tambah Arumi kini di jadikan wanita kesayangan, dan sudah menjadi tugas mereka untuk membuat Romo Heru jatuh cinta padanya.


Romo Heru memeluk Arumi yang tampak ketakutan, "mbok ni tolong ambilkan kami makanan yang mengandung vitamin tinggi, jika perlu masak semuanya dari awal dan minta Geno di samping mu, karena saat ini aku tak percaya siapapun kecuali Geno dan mbok Jum untuk menjaga istriku,"

__ADS_1


"sendiko Romo," jawab wanita itu undur diri


__ADS_2