
Mbok Minten masih di ruang kerja milik Romo Heru, wanita itu memastikan jika kondisi Arumi baik, karena wanita itu tak boleh mengalami hal yang buruk lagi.
Karena tak akan ada kesempatan lagi jika sampai Arumi mengalami keguguran.
"jadi bagaimana kamu bisa mengatakan jika Arumi ini reinkarnasi dari Lastri, dan bagaimana bisa kamu menolongnya untuk lahir," tanya Romo Heru yang penasaran.
Mbok Minten terdiam sekilas,dia harus mulai mengingat kejadian dua puluh tahun lalu.
Padahal kejadian itu sebisa mungkin dia lupakan, karena sangat membuatnya terluka karena tak bisa menyelamatkan Lastri dan bayinya.
Malam itu hujan badai sedang terjadi, Mbok Minten sudah berjalan tanpa nyawa karena kehilangan wanita yang begitu baik padanya.
Sedang dia tak bisa melihat kesedihan pria yang tumbuh besar bersamanya karena kehilangan istri dan putra pertamanya.
"maafkan aku..." tangis mbok Minten frustasi.
dia menangis di tengah hujan lebat itu, tapi saat melewati sebuah rumah yang sangat sederhana.
Dia tak sengaja mendengar suara wanita yang sedang mengejan, "tolong..." teriak wanita itu
__ADS_1
mendengar suara itu, mbok Minten pun mencari sumber Suara, dan kaget saat melihat ada seorang wanita yang tengah melahirkan seorang diri.
"ya Gusti, kenapa kamu melahirkan sendiri seperti ini!" kata mbok Minten yang merasa terpanggil membantu.
"tolong saya mbok, saya tak sanggup lagi," kata wanita itu.
Tapi mbok Minten gemetaran, dia baru saja mengalami hal buruk, tapi sekarang malah di hadapkan dengan peristiwa yang serupa.
"kenapa Diam Nyi, tolong selamatkan putriku..." mohon ibu Arumi saat itu.
Akhirnya mbok Minten pun membantu persalinan itu, "jika aku boleh meminta, bisakah sang pencipta menghadiri lagi nyai Lastri ke dunia ini, dan izinkan aku menjaganya sampai Romo Heru bertemu dengannya," doa wanita itu.
Guntur menyambar dan akhirnya ibu Arumi melahirkan putri kecilnya, yang membuat mbok Minten kaget adalah tanda di lengan bayi mungil itu.
mbok Minten tak menyangka akan melihat yang penuh keajaiban itu, akhirnya bayi mungil itu selamat dan sehat.
"selamat Bu, tapi kemana ayahnya, bukankah seharusnya dia menemani anda melahirkan," kata mbok Minten yang sudah membantu wanita itu membersihkan diri.
"suami saya sudah meninggal dunia, tapi dia juga bukan ayah kandung dari putri saya," kata wanita itu dengan sedih.
__ADS_1
"apa maksudnya?"
"ya saya melahirkan bayi cantik ini dari ruda paksa yang di lakukan oleh salah satu anak kompeni yang berkuasa di sini, dan saya harap anda tak mengatakan pada siapapun tentang itu, karena saya ingin putri saya di kenal sebagai putri pribumi," kata ibu Arumi dengan lirih.
Mbok Minten pun mengangguk dan benar saja, mbok Minten sering datang untuk menengok Arumi kecil, tapi karena kondisi yang tiba-tiba Keos di desa itu.
Arumi dan ibunya pindah, dan lagi karena perintah Romo Heru,mbok Minten juga di pindahkan ke sebuah tempat yang cukup jauh dari desa itu.
mendengar cerita itu, Romo Heru tak mengira jika istrinya itu memiliki darah campuran.
dan yang makin membuatnya tak percaya jika Arumi ini benar-benar reinkarnasi dari istrinya yang sudah bertahun-tahun mati.
"aku tak percaya dengan itu, bagiku Arumi tetap saja istriku, dan tak ada hubungan dengan Lastri atau siapapun, dan sekarang tugas mu itu hanya bekerja untuk menjaga istriku inn agar bisa melewati masa kehamilannya sehat dan lancar,"
"baik Romo, saya akan mengabdikan diri untuk menjaganya," jawab mbok Minten
Romo Heru tak percaya dengan hal seperti itu, karena baginya Arumi dan Lastri itu berbeda.
Bahkan Arumi memiliki sesuatu yang tak di miliki Lastri begitupun sebaliknya
__ADS_1
pria itu mengusap lembut pipi istrinya, dan kemudian memberikan sebuah kecupan mesra di kening Arumi sebelum berjalan keluar.
Dan dia tak menyangka akan melihat tiga istrinya yang lain, bahkan Yayuk yang bangun demi tau kondisi Arumi.