
Akhirnya keempat wanita itu pingsan, dan Romo Heru memberikan kode untuk membawa semua orang dari dusun itu ke tempat yang menjadi tempat mereka di sekap.
ya mereka harus melakukan cuci otak dulu agar tak melakukan kesalahan nantinya saat di lepaskan kembali.
Tentu saja mereka tidak di kembalikan ke dusun mereka, melainkan mereka di ungsikan ke sebuah tempat yang jauh.
akhirnya masalah itu pun selesai,dsn Romo Heru tak mengira jika ada orang yang bisa mengaku-ngaku sebagai putranya seperti ini.
Untungnya semua sudah berakhir dengan beres, "jadi kalian tak mau liburan, kebetulan di vila milik Romo, kalian bisa menikmati waktu berdua," kata Romo Heru pada pasangan yang baru menikah itu.
"tentu saja kami ingin Romo, tapi kami tdk bisa melakukan itu karena harus mulai bekerja, karena dku sudah terlalu lama pergi meninggalkan semua pekerjaan ku begitu saja," jawab Ndoro Japar.
"apa kalian ini benar-benar tak terduga, bagaimana bisa kalian memilih bekerja padahal baru menikah seperti ini, aku kecewa!" kata Nyai Arumi.
"tapi kami bisa melakukan hal itu di rumah kenapa harus pergi ke vila segala," jawab Ndoro Japar.
"pokoknya ibu tidak mau tau, kalian harus segera memberikan cucu, dan Wulan tolong jangan terlalu lelah untuk mengurus sekolah itu ya nak," kata Nyai Arumi mengingatkan.
"inggeh ibu," jawab nyai muda Wulan.
di rumah Rosita masih saja menangis, dia benar-benar tak menyangka jika pria yang begitu dia impikan dan harapkan.
Ternyata sudah menikah dan itupun dengan gadis yang di kira semua orang cacat.
Alex sebagai sepupu dari Rosita ini merasa sangat sedih,tapi ini sudah menjadi pilihan dari Ndoro Japar itu sendiri.
Yang dia tau benang pria itu sudah mencintai sosok kekasihnya itu dari lama.
entah sudah seberapa lama dia mencintai gadis itu, tapi itu terbukti jika cinta yang di miliki oleh Ndoro Japar itu tulus.
"dengar kan ini Rosita,meski kamu menangis hingga membuat seluruh des ini tenggelam, itu tak berguna karena bagi Ndoro Japar,Wulan itu adalah cintanya,"kata Alex mengingatkan.
"tapi kenapa kak, kenapa dia seakan tak pernah melihat ku sedikitpun, padahal aku selalu ada untuknya," kata Rosita sedih.
"ya mau bagaimana pun,aku pernah bicara padanya,dan menanyakan kriteria wanita yang dia sukai, dia memilih untuk menyukai seorang yang sederhana dan juga memiliki darah Jawa lebih kental jika orang keturunan," kata Alex.
"apa karena ayah ku seorang Belanda, makanya dia tdk menyukai ku?" tanya Rosita.
__ADS_1
"itu tidak benar, yang sebenarnya adalah meski kamu orang keturunan atau bukan, jika Ndoro sudah mencintai mu maka dia akan menikahimu, jadi meski kamu patah hati pun percuma," terang Alex.
Rosita hanya bisa terduduk diam dan mencernanya, setiap ucapan dari kakaknya itu seakan penuh dengan kata-kata yang sangat dalam.
Akhirnya Rosita pun harus bangkit karena besok dia ada pekerjaan yang sudah beberapa hari ini terbengkalai karena dia yang terluka.
Di isi lain ada Ayu yang juga masih tampak tak terima, tapi jika Rosita sedih dsn mengiring diri.
maka ayu ini malah mengamuk dan akan mencoba melakukan sesuatu untuk merebut pria yang dia cintai.
"tak peduli suka atau tidak, aku akan membuat mu menjadi milik ku," gumamnya.
malam harinya, Ndoro Japar dan Romo Heru sedang bekerja di ruang khusus yang sekarang jadi memiliki dua meja besar untuk di gunakan bapak dan anak itu.
Sedang Nyai Arumi, Nyai muda Wulan sedang berbincang dengan para mbok mban dan juga dua adiknya.
"Nala, Apa tugas dari sekolah sangat berat? Kenapa kamu tampak kesulitan?" tanya nyai muda Wulan.
"iya ini kak, tugas ini sangat banyak, tapi aku hampir selesai," jawab gadis cantik itu
"aku sedang mengambar pahlawan ku, dan itu wajib di bawa besok pagi dan aku harus menjelaskan di depan semua orang,"
"itu akdn jadi hal yang luar biasa, tapi siapa bocah ini?" tanya wanita itu yang tdk pernah tau wajah siapa itu.
"coba tanya pada ibu?" kata Dika menyodorkan gambar miliknya itu
Nyai muda Wulan pun membawa gambar itu, dan memberikan oada Nyai Arumi.
"ibu tau siapa bocah tampan yang ada di gambar itu?" tanya Nyai muda Wulan dengan sopan.
"tentu saja nduk ini tau, dia itu suamimu, memang kenapa? Ah ini matanya kurang sendu mas Dika kalau mau lukis mas Japar," kata Nyai Arumi.
"apa benar,mas Japar memiliki tatapan sendu, mas Japar..." tanya Nyai muda Wulan yang tak percaya
"ada apa ini, kok sebut namaku sayang," tanya Ndoro Japar yang baru keluar dari ruang kerja bersama sang Romo.
"ini, istri mu tak percaya jika kamu memiliki tatapan sendu, karena dia taunya tatapan mu ini sudah setajam pedang yang baru di asah," kata nyai Arumi tersenyum.
__ADS_1
"itu benar nduk, suamimu dulu ini aku kira lemah, ternyata masih kecil dia sangat mengerikan," kata Romo Heru memuji putranya itu.
"hentikan bapak, itu berlebihan, tapi kenapa ada lukisan masa kecil ku disini?" tanya Ndoro Japar yang melihat lukisan itu
"Itu lukisan ku untuk tugas di sekolah, sudah kembalikan besok aku harus menjelaskannya di depan kelas," protes Dika.
"wah tak ku sangka jika lukisan ku bisa sebagus itu, tapi bagaimana bisa? Apa ada yang mengajarkan mu?" tanya Ndoro Japar.
"tidak ada, aku hanya belajar sendiri, dan menuruti keinginan ku, jadi jangan membuatku kesal," kata bocah itu yang sebenarnya malu.
Tepi Ndoro Japar hanya tersenyum senang karena adiknya merasa jika dia penting.
"sudah jangan marah begitu, kamu cuma bercanda, jadi sekarang kita mau ngapain, tak seru nih saat kumpul tak melakukan apapun," kata Ndoro Japar.
"bagaimana jika kita bermain catur, orangnya pas tapi aku tak mau melawan mas Japar, karena dia sangat sulit di kalahkan, bagaimana jika aku jelaskan mbak Wulan boleh?" tanya Nala yang memang sudah bisa main kartu di usianya
akhirnya malam hari itu, semua keluarga berkumpul untuk main kartu.
sedang di sisi lain, warga sudah melewati masa pencucian otak dan melupakan apa yang terjadi.
Jadi sekarang mereka akan di kirim menuju ke rumah rumah yang sudah di sediakan.
Dan di sana mereka akan di pekerjakan sebagai para buruh yang mengelola perkebunan milik Romo Heru dan Ndoro Japar.
Sedang para bandit datang untuk mengambil bagian mereka. Meski bogang tak ikut, ada lima orang yang mengambil beberapa gadis muda untuk menjadi mainan mereka.
Sedang orang yang akan menjadi pengawas untuk para warga itu adalah Bogang dan Parto, keduanya adalah orang pilihan dari Ndoro Japar sendiri.
Dan para warga berjumlah sekitar lima puluh orang itu sudah beristirahat sesuai dengan pasangan atau keluarga masing-masing.
tentunya besok pagi mereka akan mulai bekerja mengolah lahan yang belum di buka untuk menjadi lahan pertanian.
Sedang para anak buah bogang ini, sedang menikmati para gadis cantik itu di tempat mereka biasa berkumpul.
tentu saja di sana tak hanya ada lima orang tapi banyak gadis yang sudah punya rantai di kaki mereka masing-masing.
Dan setelah menjadi para budak milik dari Ndoro Japar, tentu tak semua orang bisa seenaknya pergi keluar masuk seenaknya.
__ADS_1