
"iya ayah," jawab Nala yang memang senang memanggil pria itu seperti ayahnya sendiri.
Dika di rumah masih berlatih untuk membuat dirinya semakin kuat, dia tau jika tak mungkin bisa menyaingi kakaknya.
"sudah satu setengah jam, silahkan anda beristirahat Ndoro," kata Kasyo yang sekarang menjadi guru khusus untuk pemuda itu
"tidak masalah, aku masih sanggup untuk melakukan semua gerakan itu," jelas Dika.
"tidak, Hari ini cukup karena aku tak mau terjadi sesuatu pada mu, terlebih melihat dirimu yang sudah sangat kelelahan seperti itu, turuti atau cari guru lain," kata Kasyo yang memang tak suka jika ada yang membuat masalah.
"baik guru," jawab bocah itu.
tak butuh waktu lama akhirnya Dika pun istirahat dan seorang mbok mban memberikan segelas air putih.
Karena sekarang Dika mulai menjaga semua asupan yang masuk kedalam tubuhnya.
Setelah selesai, dan tubuhnya tak berkeringat lagi dia pun masuk kedalam rumah dan bersih-bersih.
sedang Ndoro Japar menghampiri orang tuanya yang sedang duduk di ruang kerja.
keduanya sedang santai, karena baru menyelesaikan beberapa pekerjaan.
__ADS_1
Tok.. Tok...
"Romo memanggil ku," tanya Ndoro japar yang masuk kedalam ruangan itu.
"iya Japar, masuklah, romo ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi Romo harap kamu jangan memikirkan jika kami ini pilih kasih," kata Romo Heru.
"apa maksudnya Romo?" tanya pria itu sedikit bingung.
"begini nak, Romo mengizinkan mu untuk pindah dan mengurus beberapa usaha keluarga, karena sebenarnya Romo mungkin juga akan meninggalkan rumah ini karena Romo ingin tinggal di kota," kata pria itu begitu saja
mendengar itu Ndoro Japar juga tak terkejut toh dia juga sudah memperkirakannya.
Pasalnya beberapa kali dia mendengar percakapan itu dari kedua orang tuanya
"baiklah kalau begitu, terima kasih atas pengertiannya, mungkin beberapa bulan lagi Romo berangkat, dan kamu bisa membawa kunci rumah ini dan menjaganya, karena kami ingin melupakan semua masalalu yang telah terjadi," kata Romo Heru.
Ya kondisinya yang sudah semakin sepuh butuh pengobatan yang sangat mempuni, karena dia tak bisa lagi terus menunda untuk mencari kesembuhan.
Sebab dia ingin melihat anak-anak bahagia, dan tidak merasakan apa yang telah dulu dia lakukan, itulah kenapa dia memilih untuk pindah rumah.
Ndoro Japar yang juga akan pindah rumah pun berjanji menjaga rumah itu, dan akan sering-sering menengoknya.
__ADS_1
Dika yang keluar dari kamarnya tak sengaja mendengar itu, dia tak menyangka jika pilihan ini benar-benar akan di lakukan.
Sebab orang tuanya yang selama ini selalu di rumah, kenapa tiba-tiba memutuskan untuk pergi dari rumah yang sudah di tinggali selama turun temurun.
Dia tak bisa membantah, toh dia juga hanya bisa mengikuti perintah Romo-nya.
Di sisi lain Nyai Arumi juga ingin pendidikan yang pantas untuk kedua anaknya, karena semakin lama semua pasti harus mengikuti zaman.
Dan mereka sudah menemukan rumah yang bagus di pusat ibu kota, ya di sana juga ada kawasan yang bisa di beli dengan harga yang baik.
Dan di lihat dari kecepatan pembangunan sebentar lagi kota itu akan berkembang menjadi kota besar yang sangat maju.
🍀🍀🍀🍀🍀
Akhirnya dia bulan berlalu, akhirnya keluarga inti Hadikusumo pun pindah ke kota.
Dan meninggalkan putra pertama mereka yang ingin menetap di desa karena dia ingin membangun desa dengan kemampuannya, seperti halnya keluarganya.
Nyai Arumi pun tak bisa menunda lagi karena kondisi suaminya yang butuh perawatan.
Kisah dari keluarga Hadikusumo yang terkenal pun tersimpan tapi di rumah itu.
__ADS_1
rumah yang menjadi saksi bisu bagaimana keluarga itu di jalankan, dan seperti apa, semuanya pun tertutup rapat bersamaan dengan kepergian Romo Heru dan keluarganya.