
Nyai muda Wulan, tampak masih penuh amarah, "aku selalu diam mendengar ocehan mu yang tak pernah kau pikirkan sebelum menghinakan seseorang, tepi sekarang cukup!!" Marah wanita itu tak peduli lagi.
Ayu yang kesakitan tak bisa bicara apapun, di tambah luka di sekujur tubuhnya sangat sakit.
"jadi apa yang akan kdmu lakukan hum," kata Ndoro Sodik yang tak mengira akan menyaksikan semuanya.
"tentu saja membawa masalah ini pada suamiku, dan dia yang skan putuskan akan jadi seperti apa wanita ini, dan jangan berani melotot ke arah ku, karena sekarang aku bukan wanita yang lemah lagi," kata Nyai muda Wulan.
Ndoro Sodik tak menyangka akan mendengarnya, bagaimana pun dia tak mengira jika gadis yang selalu cantik dan baik.
Kini malah berubah menjadi sangat kasar dan tak bisa di ganggu seperti ini.
"sudahlah, tolong pak Kasyo bubarkan semua murid siang ini, kita tak bisa melanjutkan pengajaran karena masalah ini," kata Nyai Sukma yang benar-benar tak bisa menghadapi para orang-orang yang mulai bersitegang bersama itu.
Semua orang tampak kesal dengan sikap dari Nyai muda Wulan, padahal itu bukan salahnya untuk menyerang ayu.
Pasalnya wanita itu duluan yang ingin menyerang jawab, tapi tersirat dari semua orang jika ini salahnya.
"agung, tolong bilang pada suamiku untuk menjemput ku, karena kepala ku pusing," kata nyai muda.
__ADS_1
"baik Nyai muda," jawab pria itu yang langsung pergi menjemput Ndoro Japar.
semua orang terkejut, karena wanita itu sangat merepotkan, "kenapa kamu meminta Agung menjemput suamiku, apa kamu ingin sekolah ini bermasalah," kata Ndoro Sodik.
"jaga bicaramu, kamu lupa siapa wanita yang sedang kamu bentak, meski dia guru, tapi jangan lupa jika dia itu tetap menantu dari Romo Heru!!" bentak Kasyo yang tak terima jika keponakannya itu di bentak seperti ini.
"aku mohon tenang semuanya, dan ayu, kamu ini jendela menyerang Wulan yang bahkan tak melakukan apapun, kamu tau hukuman untuk perilaku mu itu," kata nyai Sukma yang tak ingin ada masalah di sekolahnya.
"kenapa kalian mengabaikan gelar miliknya sekarang, apa kalian lupa jika dia sudah menikah dengan ku, jadi panggil sesuai dengan gelarnya," marah Ndoro Japar yang baru datang dengan wajah marah.
Semua orang kaget, karena kedatangan dari pria itu sangat cepat, Alex yang melihat Ndoro Japar ingin menghalangi pria itu agar tak ikut campur.
Tak terduga, Ndoro Japar langsung mencengkram erat dagu Alex dan mendorongnya keras hingga menabrak dinding.
"jaga sopan santun mu!!" marah Ndoro Sodik.
"Diam bangsat, dan jangan berteriak padaku, jaga ucapan mu padaku, aku ini putra pertama Keluarga Hadikusumo," saut Ndoro Japar yang ikut marah.
nyai muda Wulan bangkit dari kursinya dan langsung menyentuh dada suaminya, "tolong tenanglah mas, jangan marah seperti ini," kata wanita itu.
__ADS_1
"baiklah, tapi apa yang terjadi, dan kenapa wajah mu sangat pucat," tanya Ndoro Japar memeluk istrinya itu erat
"menjawab Ndoro Japar, nyai muda tadi di serang oleh non ayu dengan membawa pisau, saat nyai muda berhasil melumpuhkan wanita itu, beberapa orang pria datang untuk membantu non ayu menyerang Nyai muda,tapi beruntung kami berhasil menghadang mereka, dan Ndoro Sodik ini memojokkan Nyai muda dan mengatakan jika dia membuat keributan, dan dia makin marah saat melihat non ayu di lukai dengan kertas oleh nyai muda," kata Agung.
"wah sepertinya sudah ada yang lupa daratan, baiklah kita lihat apa kalian bisa tetap bertahan tanpa keluarga Hadikusumo," kata agung yang tak terima istrinya di perlakukan tak adil.
"apa maksud mu japar?" kata nyai Sukma terkejut.
"mulai sekarang, siapapun yang berurusan dengan sekolah ini akan jadi musuh ku, terutama yang berhubungan dengan wanita sialan itu dan juga keluarganya,maka aku akan membuatnya tau siapa aku, sekarang istriku dan dua adikku akan keluar dari sekolah ini, karena kepala sekolahnya bangsat," kata Ndoro Japar.
Sedang di lahan kebun baru, yang baru selesai di buka terlihat semua sedang istirahat untuk makan siang.
Dan tadi bogang kaget saat melihat Ndoro Japar itu panik dan pergi begitu saja tanpa penjelasan sedikitpun.
"dengarkan semuanya, mulai besok kalian bisa masak sendiri, malam nanti akan di bagikan semua sembako pada setiap keluarga," kata pria itu.
"permisi mas, tapi kemana putri kamu, terlebih kedua putriku tidak kembali setelah pulang dari kediaman Romo Heru," tanya seorang ayah yang khawatir pada dua putrinya yang di tangkap oleh Nono dan teman-temannya.
"dia sudah bahagia di surga atau mungkin di neraka, karena mereka sudah mati karena berani mencoba untuk kabur," kata Nono santai.
__ADS_1
Pria itu langsung menangis berpelukan dengan istrinya, mereka tak menyangka jika kedua putrinya akan mati seperti ini.