
Romo Heru memberikan semua perhiasan yang sudah di pilih pada mbok Jum yang akan menghiasnya.
"kira-kira besok butuh waktu berapa jam kang mas, karena besok aku harus mengawasi panen tembakau,"kata Arumi yang membuat Bu Yayuk tersentak.
"apa?"
"iya, karena tadi Pur datang dan bilang jika besok harus segera panen karena tembakau sudah siap," kata Arumi.
"kenapa tak bilang, panen tembakau itu sangat lama, dan Yayuk kenapa kamu tak memperhatikan itu, kamu tau benar jika tembakau adalah komoditas utama yang menjadikan kita bisa seperti ini," kata Romo Heru.
"maafkan aku kang mas, aku tak bermaksud untuk melupakan itu," kata Bu Yayuk yang tak menyangka akan ada panen secepat ini.
"sudah kang mas, besok mbak Yayuk bisa menyambut keduanya di ruang sedang aku akan pergi ke sawah untuk mengawasi semuanya, tenang saja," kata Arumi yang mencoba menenangkan suaminya itu.
"baiklah terserah dirimu, dan aku tak mau besok sampai ada panen yang bermasalah, aku akan membuat kalian menyesal," kata Romo Heru.
setelah selesai, semuanya pamit masuk ke kamar masing-masing, beberapa mbok mban menghias kamar yang nantinya akan di pakai untuk para nyonya baru.
di sisi lain, terlihat semua orang tengah sibuk merencanakan pernikahan untuk Romo Heru dan Yanti.
ya Keluarga gadis itu sangat senang dan tak sabar untuk segera jadi keluarga Romo Heru.
bahkan besok banyak tamu yang mereka undang, padahal Romo Heru sudah memastikan tidak usah mengundang tamu berlebihan.
karena dia tak suka hal seperti itu, tapi ucapan Romo Heru ini di anggap seperti angin lalu daja oleh keluarga gadis itu.
di desa lain, ada suara tangisan yang malah begitu pilu, bagaimana tidak mereka akan melepas putri satu-satunya keluarga pada orang yang akan menjadikannya sebagai istri ke empatnya.
lestari tak menyangka jika pertemuannya dengan seorang pria yang menolongnya kapan hari.
akan membuatnya terjebak dalam pernikahan yang bahkan tak bisa di tolak, bagaimana bisa di tolak.
mereka tak akdn mampu melawan sosok Romo Heru yang selama ini terkenal sebagai pria yang begitu kejam.
__ADS_1
di sisi lain, Lestari juga sudah mendengar jika pria itu memiliki dua istri Daan satu selir yang di asingkan.
"kenapa takdir mu begitu buruk nak, maafkan bapak yang tak bisa melakukan apapun, kita ini hanya rakyat kecil," kata orang tua lestari.
"iya pak, Lestari tau ini bukan hal yang baik, tapi ini bisa membuat kehidupan kalian lebih layak, dan aku tak keberatan tentang itu," kata gadis cantik yang besok akan berubah statusnya.
di istana Harem, Bu Yayuk sudah beristirahat Karena wanita itu tetap di berikan obat penenang oleh Romo Heru.
sedang di sisi lain, ada Arumi yang tenang dan menikmati rembulan malam ang bersinar terang saat ini.
"apa yang kamu lihat sayang?"
"kenapa kang mas di sini, bukankah ini jadwalnya mbak Yayuk," tanya Arumi yang menoleh dan melihat sosok suaminya sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"kenapa kamu memberikan pertanyaan lagi saat aku bertanya padamu?"
"maafkan aku kang mas, aku hanya sedang menikmati rembulan malam ini, dan kang mas tau aku takut jika mulai besok kang mas akan semakin jarang menghampiri ku karena sudah ada yang baru?"
"kamu bicara apa, kita lihat saja nanti,karena bagiku kamu itu istimewa, apa kamu sudah datang bulan?" tanya Romo Heru.
"lihatlah, itulah keistimewaan dirimu,baru setengah bulan tapi kamu hampir mengurus semua usaha milik suamimu ini, bahkan aku dapat langsung dari Suhat.
jika pabrik sekarang juga berjalan lancar dan terbilang sukses, karena kamu yang mau mendengarkan usulan beberapa pekerja.
"bukankah itu harus,karena jika bukan pekerja yang membantu kita, bagaimana bisa kita bertahan di saat kondisi ekonomi di negara ini belum stabil setelah kemerdekaan,"
"ya kamu benar Nyi mas," kata Romo Heru.
Arumi terkejut mendengar panggilan itu dari mulut suaminya, karena pria itu jarang mau mengunakan panggilan yang menurutnya tak berwawasan.
Arumi pun mendekat dan memeluk suaminya, entahlah meski perbedaan umur mereka sangat jauh, Arumi tetap sangat mencintai suaminya.
itulah kenapa dia sebenarnya tidak ingin Romo Heru ini menikah lagi, tapi dia tak bisa melakukan apapun karena menentang Romo Heru adalah kesalahan besar.
__ADS_1
Romo Heru dan Arumi menikmati malam indah mereka berdua, bahkan mereka sudah lupa apa yang terjadi tadi pagi.
keesokan harinya, Bu Yayuk bangun lebih pagi dan melihat suaminya masih di sisinya.
dia pun mengambil baju suaminya yang sudah di siapkan dari semalam, dan setelah Romo Heru bangun.
para istri pria itu membantu Romo bersiap untuk melakukan pernikahan ketiga dan ke empatnya.
karena dua istri sebelumnya sudah di coret jadi sudah tak masuk daftar hitungan lagi.
mereka semua berangkatlah menuju ke kediaman dari calon kedua pengantin wanita.
saat sampai di rumah Yanti, rombongan Romo Heru tak terkejut melihat sambutan itu.
karena Geno sudah mengatakan jika keluarga wanita itu tak jauh berbeda dengan keluarga Sukma dulu.
pernikahan berjalan dengan cepat dan di saksikan banyak orang, Bu Yayuk yang memberikan semua hantaran pada keluarga itu.
"Romo,p sebaiknya tetap di sini,karena saya sudah nanggap wayang untuk resepsi anda, dan tamu juga akan berdatangan dari penjuru desa, dan mereka akan tau jika saya ini adalah mertua dari Romo Heru," kata pria itu yang membuat Arumi dan Romo Heru kesal.
"lakukan saja, tapi aku tak akan diam di sini, karena aku orang yang sibuk," kesal Romo Heru.
"ayolah kang mas, hanya sebentar saja, aku juga belum pernah melakukan kegiatan ini lagi setelah kita menikah," kata Bu Yayuk yang ingin protes.
"kamu lupa dengan apa yang terjadi hari ini, sudah sekarang kita pergi ke rumah selanjutnya," kata Romo Heru.
akhirnya merekapun berpindah dan Bu yayuk minta maaf karena Romo Heru yang begitu kasar.
rombongan sampai di rumah Lestari yang tampak tak ada pesta apapun, dan seperti inilah pernikahan yang di inginkan Romo Heru.
pernikahan berjalan cepat dan Arumi langsung pamit pulang duluan untuk melakukan panen besar-besaran.
sedang Bu Yayuk melihat sosok dari kedua istri baru suaminya itu sedikit kaget karena keduanya sangat cantik dan muda.
__ADS_1
tapi dia tak perlu khawatir karena dia adalah istri pertama dan sekali menjadi istri kesayangan dari pria itu.
buktinya beberapa hari ini suaminya tetap bersamanya meski baru menikahi Arumi.