
Roma Heru tersenyum mencium kening Arumi, dan membuat wanita itu sangat tenang.
Tak hanya itu, saat sudah nyenyak, Romo Heru bangun dan tak menyangka akan melakukan hal itu di kamar ini.
terlebih ini kamar yang sudah dia niatkan tidak akan di gunakan, terlebih untuk berhubungan intim.
tapi semua sudah terlanjur, di tambah dia selalu tak bisa menolak Arumi.
dia bangkit dan mengambil cerutu miliknya, dan berdiri di depan rak buku yang memang menyembunyikan hal besar itu.
"aku tak bisa menahannya, kamu sudah tenang di sana bukan, jadi aku ingin menikmati hidup ku sekarang, karena aku punya istri ku sekarang," gumam Romo Heru yang kemudian melihat Arumi.
"entah sejak kapan, dan bagaimana dia bisa masuk kedalam hatiku, tapi sekarang aku hanya tau jika aku mencintai wanita yang kini sedang tidur nyenyak di tempat kita dulu, maaf aku sepertinya harus mulai melupakan mu," gumam Romo Heru.
Tapi tiba-tiba arumi membuat raut wajah kesakitan, Romo Heru yang melihatnya mematikan cerutunya.
"sayang bangun, kaku kenapa?" tanya Romo Heru yang takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.
"tolong panggilkan mbok Minten mas," mohon Arumi yang tampak begitu pucat tiba-tiba.
mendengar itu Romo Heru bergegas meminta Geno menjemput wanita itu, dan untungnya semua dengan gerak cepat segera membawa wanita itu.
__ADS_1
Mbok Minten segera lari ke kamar Arumi, "bukan di sana mbok, tapi di ruang kerja Romo,"
"apa!!" kaget mbok Minten dan hampir semua pelayan di rumah itu.
Pasalnya setelah kematian dari Nyai pertama dan cinta sejati Romo Heru, tak ada yang boleh mengunakan kamar itu.
Bahkan masuk dan berlama-lama saja tak boleh, ini malah sekarang Arumi bisa tidur di kamar itu.
Mbok Minten pun masuk ke ruang kerja itu, dia bisa melihat dengan matanya sendiri.
Bagaimana kamar itu tak berubah sedikit pun, bahkan dia ingat bagaimana dia membantu persalinan di malam itu.
Tapi sayang sang pencipta tak merestui kelahiran putra pertama dari Romo Heru saat itu.
Tapi yang aneh adalah tak pernah ada pemakaman, atau apapun untuk Nyai lestari dan putranya.
"kenapa malah bengong, cepat lihat kondisi istriku," marah Romo Heru melihat mbok Minten.
"iya Romo, maaf," jawab mbok Minten
Terlihat Romo Heru duduk terus mengusap punggung istrinya itu, bahkan Arumi terus mengenggam tangan Romo Heru.
__ADS_1
"Apa yang anda rasakan Nyai," tanya mbok Minten.
"aku sakit, kenapa kamu begitu lama datang mbok, padahal kamu tau jika aku tak mah kehilangan putra ku, dia terus membuat ku tertekan dari awal." kata Arumi yang ternyata sedang tak sadarkan diri.
"maafkan saya Nyai, seharusnya saya tak meninggalkan rumah ini saat itu, karena kebohongan Nyai Yayuk..." tangis mbok Minten yang tak bisa lagi menahan kebohongan itu.
Romo Heru bingung mendengar itu,"apa maksudnya ini mbok?"
"Nyai Arumi sedang hamil, dan kandungannya sudah delapan Minggu, dan dari perhitungan saya dengan hati kelahiran nyai Arumi, dia bertepatan dengan kematian dari Nyai lestari di malam badai itu, karena saya yang membantu ibu Nyai Arumi melahirkan," kata mbok Minten yang ingat semuanya.
"apa maksud mu mbok,"
"apa Romo percaya dengan reinkarnasi, dan tidak di pungkiri jika wajah Nyai Arumi memiliki wajah mirip dengan Nyai Lastri,"
"berhenti bicara omong kosong,sekarang sembuhkan istriku dahulu,karena aku tak mau mendengar nama itu di sebut!!" bentak Romo Heru.
mbok Minten tak menyangka jika Romo Heru benar-benar menghawatirkan istrinya itu.
Tapi untungnya mbok Minten berhasil membuat wanita itu tenang,karena tak ingin ada masalah lagi dan ternyata Arumi kesakitan karena kebanyakan melakukan hubungan suami istri
Romo Heru pun merasa malu, dan sebenarnya dia tdk bisa tahan, tapi demi Arumi dan cdlon anaknya, dia harus tahan.
__ADS_1
"semua yang tau istri ku hamil, tolong rahasiakan, jika sampai kabar ini bocor aku akan menghabisi kalian semua," ancam Romo Heru.