
Nyai Sukma tak mengira jika Ndoro Japar ini sangat keras, jika dulu Romo Heru akan memaafkan dirinya dengan mudah, tapi tidak dengan putranya.
"sudah ku katakan jika pemuda ini terlalu sombong," kata Ndoro Sodik.
"kalau sudah tau,kenapa kalian masih kesini, aku memang sangat sombong," kata Ndoro Japar.
"tak ku sangka, setelah sepuluh tahun ini sikep aslimu, ternyata tidak jauh beda dengan sosok ayahnya ya, ya sudahlah Sukma, ajak suamimu ini pergi, toh di sini tak ada yang akan memaafkan kalian yang dengan berani mengusik menantu ku, dan iagi dua anak ku akan ku sekolahkan di tempat yang lain," kata Romo Heru.
"terserah, karena aku juga tak menyukai sikap keluarga ini yang sok berkuasa, padahal warga desa ini bisa hidup tanpa bantuan kalian semua," kata Ndoro Sodik yang dengan sombong.
mendengar ucapan itu, membuat Romo Heru kesal,"kalau begitu, Geno, Kasyo, Seno, perintahkan semua orang yang berasal dari desa ini yang bekerja dengan Kuta, atau bergantung pada semua usaha milik keluarga Hadikusumo, putuskan hubungan kerja, karena Ndoro Sodik yang akan menjamin mereka, karena para warga tak membutuhkan bantuan dari ku, ini perintah ku,perintah ku adalah hukum," kata Romo Heru yang langsung di laksanakan oleh ketiga orang kepercayaannya.
"baik Romo Ageng," Jawab ketiganya.
Tanpa di duga kini giliran Ndoro Japar yang maju, "Agung dan Gono, sesuai perintah dari Romo, pecat semua orang yang ada di pabrik yang berdomisili di desa ini, karena ucapan dari Ndoro Sodik, yang akdn menanggung kehidupan mereka," kata Ndoro Japar tegas.
"baik Ndoro muda," Jawab kedua orang itu.
nyai Sukma kaget, karena tak menyangka ini akan jadi bumerang untuk ucapan suaminya yang berani pria itu
"tunggu dulu, kenapa kita harus seperti ini, kang mas jangan membuat warga di sini kelaparan," kata nyai Sukma khawatir.
"kenapa kamu takut, aku yakin warga di sini akan baik-baik saja, terlebih mereka tak harus menjadi pesuruh keluarga Hadikusumo, karena mereka sudah sangat makmur, dengan bantuan dari pertanian yang kita kelola,"kata Ndoro Sodik.
"tapi kamu tak tau apapun, karena semua orang di sini tak bisa jika harus meninggalkan atau melepaskan diri dari bantuan keluarga Hadikusumo," kata nyai Sukma.
__ADS_1
"itu tak benar, aku yakin mereka bisa," kata Ndoro Sodik.
Mendengar kedua orang ini bertengkar membuat Romo Heru kesal, "seret mereka keluar dan pastikan mereka tak akan datang lagi kesini,"
"baik Romo," jawab para mbok mban.
akhirnya siang itu terjadi kekacauan besar, banyak warga yang kehilangan rumah, kehilangan ternak dan juga mata pencaharian utama mereka.
semua orang menyerbu ke istana Bangura, tapi Romo Heru dan keluarga menutup pintu pagar rumah dan membatasi keluarganya.
di desa para warga luntang-lantung di jalanan, bahkan pabrik di juga tertutup tak seperti bias.
Mulai dari rumah pengibaran, toko obat dan juga toko sembako tutup, banyak warga bingung dengan apa yang terjadi.
keluarga Romo Heru tentu saja memilih meninggalkan rumah mereka untuk sementara dan pindah ke kota.
Kini mulai merasakan setelah tiga hari warga tak memiliki apapun bahkan tempat tinggal pun di segel karena semua adalah rumah yang di izinkan di tinggali oleh para pekerja dari pabrik Hadikusumo.
tuan Wicaksono yang kaget saat datang ke desa besannya ini tak menyangka semua warga tampak begitu lusuh dan kelaparan.
Dia kaget saat seorang anak kecil menarik bajunya, "ada apa nak," tanya pria itu.
"Ndoro minta makan... Saya sudah satu hari tidak makan," kata bocah itu.
Tuan Wicaksono memberikan roti yang kebetulan dia beli tadi di jalan, dan terlihat bocah itu sangat lahap benar-benar kelaparan.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi di desa yang sangat berkecukupan ini, kenapa banyak rumah di segel, bahkan semua toko besar tutup dan di jaga anak buah Romo Heru, dan juga pertanian semuanya mulai mati," bingung tuan Wicaksono.
"kami juga tidak tau tuan,tolong bujuk Romo Heru tuan, karena kami tak tau salah kami apa?" kata salah seorang pria yang di kenal sebagai orang yang sering keluar masuk ke kediaman keluarga Hadikusumo.
"aku mengerti pak,tapi aku yakin jika ada sesuatu yang membuatnya seperti ini," kata tuan Wicaksono.
"kakak ipar datang,keluarga Hadikusumo sedang berada di kota seluruhnya, dan kenapa anda datang di desa yang sekarang menjadi tanggung jawab Ndoro Sodik, dia yang minta para warga mandiri dan meminta semua orang tak boleh menerima bantuan dari keluarga itu," kata Kasyo yang kebetulan datang untuk melihat suasana Desa.
"anda bilang apa cak Kasyo, saya sebagai perwakilan rakyat tak pernah menyetujui itu," kata pria itu terkejut.
"saya mendengarnya, sekarang kdlian tidak di perbolehkan bergantung pada keluarga Hadikusumo oleh Ndoro Sodik, dia bilang warga desa bisa hidup tanpa keluarga bengis dan kejam seperti keluarga Hadikusumo, terlebih pria itu berani dan lancang menghina menantu tertua keluarga Hadikusumo, yang sering membantu dan mengobati para warga desa," kata Kasyo yang menanamkan bibir kebencian pada hati warga.
Ya ini adalah hukuman terbesar yang di berikan oleh keluarga itu, Ndoro Sodik harus sadar diri dimana tempatnya.
warga yang selama ini selalu berada di bawah perlindungan keluarga besar pun memilih murka dan menggeruduk ke rumah Nyai Sukma dan Ndoro Sodik.
Ya di saat para warga kelaparan dan tak punya tempat tinggal, mereka berdua malah merasa santai karena tak harus merasa tertekan karena keluarga Hadikusumo.
"kita bunuh dan jantung di tengah desa," kata para warga yang sudah tak bisa menahannya lagi.
"kita bunuh dan bakar!!" teriak semua orang.
Saat sampai di rumah mewah itu, semua warga mulai melempari rumah Ndoro Sodik dengan baru dan juga garpu yang biasa di gunakan untuk menjemur jagung dan kawul padi.
Nyai Sukma dan Ndoro Sodik yang sedang makan pun kaget bukan kepalang, mereka terheran melihat serangan itu dan tak menyangka akan ada hal semacam ini.
__ADS_1
"keluar dasar pria biadab tak bertanggung jawab!!" marah para warga.