Harem Suamiku

Harem Suamiku
harus sadar status


__ADS_3

Romo Heru pun benar-benar tak sanggup lagi menahan kegilaan dari istri ketiganya itu, "ingat perjanjian mu Sukma,mau pilih mana," kata Romo Heru yang membuat wanita itu diam.


"baiklah Romo, saya siap di pindah tugaskan," jawab Sigit yang tak bisa menolak untuk penugasan itu


karena Romo Heru sudah mengetahui hubungannya dengan Sukma, padahal dia tak bisa jauh dari wanita itu.


Arumi dan Bu Yayuk hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi, toh mereka juga tak bisa melakukan apapun.


di sisi lain, Sukma juga tak ingin seluruh keluarganya mati di tangan pria seperti Romo Heru.


malam hari, setelah pemakaman dari Hesti, Romo Heru sedang tak berada di kamar manapun.


karena pria itu sedang berada di gudang rahasia miliknya,ya dia sedang menatap tubuh kaku yang ada di depannya itu.


"bantu aku membuatnya berpose seperti penari," kata pria itu.


"baik Romo," jawab Geno, Dedi dan bendol.


ketiganya sudah mengenakan sarung tangan, dan mulai membentuk tubuh wanita itu dengan bantuan air hangat untuk membuat ototnya lemas.


dan setelah pose sbg di inginkan sudah cocok dengan keinginan Romo Heru,dan pun mulai memberikan penyangga agar pose itu tak berubah.


dan Pardi memberikan campuran semen yang sudah di perintahkan oleh Romo Heru.


pria itu pun mulai mengusapkan semua cairan itu ke tubuh wanita itu, "kalian bisa pergi berjaga di luar, dan pastikan tak ada yang akan tau ini," kata pria itu.


ya dia sedang membuat patung dari tubuh istri ketiganya Hesti, pria itu sengaja melakukan itu untuk mengenang sosok Hesti.


wanita itu sudah berlumuran semen di seluruh tubuhnya,bahkan pose wanita itu sangat menarik dan detail.


butuh semalam suntuk untuk membentuk patung yang begitu sempurna, belum lagi dia hard memastikan jika aroma busuk tak akan tercium dari dalam patung itu.


Arumi yang sedang menunggu Romo Heru di kamar merasa aneh, karena suaminya itu tak ada kabar sedikit pun


dia pun memutuskan untuk keluar untuk bertanya pada Bu Yayuk, atau mungkin pelayan yang tau keberadaan suaminya.


baru juga membuka pintu kamar, dia kaget melihat ada sosok Idan dan mbok jum yang berjaga di depan kamarnya dan ada Sukri dan mbok seh yang berjaga di depan kamar Bu Yayuk.

__ADS_1


"Nyai butuh sesuatu?" tanya mbok Jum yang melihat wanita cantik itu keluar kamar.


"tidak ada mbok,saya hanya ingin tau apa Romo ke kamar mbak Yayuk, karena tadi Romo tak mengatakan apapun," bisik Arumi yang tau bertanya hal seperti itu terlarang.


mbok seh mengeleng, "lebih baik sekarang anda istirahat,karena kemungkinan Romo Heru sedang melakukan tapa untuk beberapa hari kedepan,"


Arumi pun menganggukkan dan segera masuk kedalam kamarnya dan mulai mengunci jendela dengan rapat.


dia pun melepaskan gaun tidur satinnya, dan langsung memilih tidur malam itu.


kamar itu terlihat remang-remang dan semakin membuatnya tampak mewah karena kelambu yang terbuat dari kain sutra.


di kamar Bu Yayuk, dia memikirkan hal lain,dia sekarang merasa jika Harem milik suaminya menjadi tak nyaman karena kematian dari Hesti.


"dia di racun tapi tak di temukan pelaku dan hanya dugaan yang melakukan hal itu adalah Sigit, padahal semua orang di tempat ini tak jika pria itu adalah orang kepercayaan dari Sukma, aku harus melakukan sesuatu sebelum aku dan Arumi yang menjadi korban selanjutnya," gumam wanita itu sebelum tertidur dengan tumpukan buku di sampingnya.


dia tak terkejut jika suaminya itu tak pulang,karena Romo Jalal selalu seperti ini setelah kehilangan seseorang yang dia cintai.


terlebih ini adalah istri kedua yang dia pilih sendiri dengan penyelidikan yang seksama.


keesokan harinya, Arumi sudah siap dengan baju resmi begitupun dengan Bu Yayuk yang memang mereka harus mulai bekerja mengurus semua usaha milik suaminya.


"inggih mbak Yayuk," jawab Arumi yang tentu tak akan pergi tanpa pengawalan lengkap.


dia pun menyelesaikan sarapan dan kini mbok Jum bersama Idan dan Karso bersiap untuk mengantarkan dan menemani Nyai baru mereka bekerja.


bahkan Idan sendiri yang menjadi kusir, dan begitupun untuk Bu Yayuk yang berangkat dengan pengawalan ketat.


selama perjalanan menuju ke pabrik teh dan kain, terlihat banyak warga yang berjalan kaki untuk pergi kemana pun.


bahkan mereka semua tampak kekurangan, Arumi tak menyangka jika dulu nasibnya yang sama dengan para warga itu.


kini berubah seratus delapan puluh derajat, bagaimana tidak sekarang dia bisa duduk di kereta kuda dengan anggun.


tiba-tiba Idan menarik kudanya agar berhenti,karena ada seorang anak yang sedang menangis di tengah jalan.


"hei, apa tidak ada orang tuanya, kenapa membiarkan anak ku menangis dan menganggu perjalanan Nyai Arumi!!" bentak Kasyo yang turun dari kereta kuda.

__ADS_1


"maafkan saya tuan, saya sedang melayani pembeli dan tak tau putra saya lari ke tengah jalan," kata seorang wanita yang berlutut di depan Kasyo yang sudah mengeluarkan golok miliknya.


"cak Kasyo," panggil Arumi dengan lembut.


"inggeh nyai, maaf atas gangguan yang terjadi," kata pria itu merasa khawatir.


"sudah tidak usah di perpanjang, ibu tolong kemarilah," kata Arumi yang tersenyum lembut.


"maafkan putra saya Nyai, saya teledor..." tangis wanita itu.


"sudah ibu, jangan khawatir saya tau jika anda sedang berjuang untuk keluarga anda, lain kali tolong jaga yang baik takutnya akan ada mobil yang menabraknya, sudah cak Kasyo kita pergi saja," kata Arumi dengan sopan.


"baik Nyai," jawab pria itu yang naik ke kereta kuda untuk melanjutkan perjalanan.


para warga tak mengira akan melihat sosok Arumi, istri baru dari Romo Heru yang begitu baik dan ramah.


padahal mereka semua tau jika seluruh wanita yang menikah ke keluarga itu sangat sombong dan suka bertingkah.


"aduh Nyai Arumi ini sangat baik, sangat pantas dengan Romo Heru yang juga suka menolong rakyat kecil," kata para warga.


tiba-tiba sebuah mobil lewat, ya itu adalah Bu Yayuk yang tadi memutuskan untuk pergi mengunakan kendaraan itu untuk menunjukkan statusnya.


sesampainya di pabrik,Arumi pun turun dan langsung menuju ke kantornya.


dan di dalam kantor cukup pengap karena pabrik beroperasi dengan mesin peninggalan Belanda.


tapi mesin-mesin itu yang sangat membantu untuk produksi,dan dia juga mengecek kualitas dari produknya sendiri.


di sisi lain sebuah tempat dengan penjagaan ketat, seorang pria sedang merokok dan melihat hasil karyanya.


patung penari itu sudah sempurna bahkan sangat realistis, dan dia hanya perlu menunggu kering sebelum membawanya pulang dan di jadikan pajangan di taman rumah Harem miliknya.


"Romo... semalam Nyai Arumi bertanya pada mbok Jum kemana anda pergi, dan mbok seh mengatakan anda sedang tapa Brata untuk meredam kesedihan, dan pagi ini mereka sudah sampai di pabrik untuk mulai bekerja," kata Geno melaporkan semua yang terjadi.


"bagaimana dengan Sukma, apa kamu sudah melakukan apa yang aku suruh," tanya Romo Heru.


"tentu Romo,saya sudah meminta para pelayan nyai Sukma untuk melakukan hukuman pasung sesuai perintah anda," jawab Geno.

__ADS_1


"bagus, dan sekarang waktunya untuk mencari istri baru," kata Romo Heru.


__ADS_2