Harem Suamiku

Harem Suamiku
bertemu Sukma 2


__ADS_3

Romo Heru masih terus mengusap pipi Arumi dari tadi, padahal wanita itu sedang membantunya mengenakan baju.


"hentikan kang mas, sudah sekarang anda bisa berangkat untuk menghadiri acaranya," kata Arumi yang tersenyum lembut.


"apa sayang,aku malah sekarang tak ingin pergi karena ingin bersamamu," bisik Romo Heru.


"tidak boleh, sudah ayo aku antar ke depan, pasti mbak Yayuk dan Lestari sudah menunggu kang mas,"


Arumi pun mengandeng tangan suaminya itu ke depan rumah, ternyata benar.


kedua wanita itu sudah berdandan layaknya istri seorang Romo Heru yang terkenal sangat besar di desa.


tapi Arumi merasa jika lestari terlalu sederhana, "apa mbak tidak memberitahu lestari, mbok Jum tolong ambilkan tusuk konde milik ku dan Bros kebaya sekalian," kata Arumi.


"baik Nyai," jawab wanita itu dengan sedikit tergopoh-gopoh mengambil barang yang di minta.


"seharusnya dia tau sendiri, jika harus keluar menemani kang mas," kata Bu Yayuk yang tampak tak suka


"kang mas boleh minta waktu sedikit lagi, aku tak mau lestari membuat mu malu, dan mbak Yayuk juga tak seharusnya meminta mbok seh membawa tempat cerutu ini juga bukan," kata Arumi yang mengambil dan memberikan kotak itu pada mbok ni.


"kamu berani ya rum, jangan lupa aku ini adalah istri pertama di rumah ini," marah Bu Yayuk tak terima.


"sudah tau begitu seharusnya kamu sadar diri, kenapa istri Romo Heru yang harusnya lemah lembut malah membawa barang seperti itu dalam menghadiri acara besar," kata Romo Heru membuat Bu Yayuk terdiam.


pasalnya wanita itu tak bisa bicara lagi, dia tak menyangka jika sekarang Romo Heru begitu ketat.


setelah menyelesaikan semuanya, kini giliran semua orang melihat bagaimana Arumi mendandani lestari dan wanita itu tampak sangat cantik.

__ADS_1


"ingat Lestari, jika kamu harus keluar menemani Romo Heru, ini adalah penampilan yang seharusnya, jadi ingat ini baik-baik, ya sudah semuanya selamat menikmati perjalanan dan acaranya," kata Arumi yang mempersilahkan ketiganya pergi.


Romo Heru tanpa bicara langsung mencium pipi Arumi dan kening wanita itu, "istirahat di rumah ya Nyai, ingat jangan terlalu lelah," bisik pria itu.


"kang mas..."kata Arumi dengan malu.


Yanti juga mengambil tangan Romo Heru untuk di cium, dan tanpa terduga Romo Heru juga mengecup kening gadis itu.


"ikuti aturan yang sudah di berikan, ingat jangan merepotkan mbak mu,dan aku ingin para istri ku ini rukun," pesan Romo Heru


"inggeh Romo," jawab Yanti sopan.


akhirnya mobil itu pergi meninggalkan rumah, setelah itu Arumi langsung melepaskan kain jarik yang tadi dia pakai.


"cak Idan kita latihan lagi, karena aku tak mau jadi wanita lemah," kata Arumi yang membuat Yanti kaget.


bahkan mbok Jum dan mbok ni juga ikut melakukan pertarungan itu karena mereka harus benar-benar kuat dan berani


selama di dalam perjalanan mereka semua tampak begitu diam tak ada yang bersuara jingga akhirnya sampai.


Geno dan Sardi langsung meminta pengawalan ketat untuk ketiganya, terlihat di kursi tamu sudah duduk seorang wanita yang datang dengan baju busana lengkap.


dia langsung bangun saat melihat Romo Heru datang bersama dua istrinya, Sukma bangun dan langsung menghampiri pria itu.


"bagaimana kabar mu kang mas, apa Semuanya baik? tak ku sangka anda akan datang dengan istri pertama dan istri yang baru di nikahi," kata Sukma yang langsung menyapa dengan bercipika-cipiki.


"hentikan tingkah mu ini, kamu ini selalu saja bertingkah semaunya, dan ingat kamu sudah di usir."

__ADS_1


"tapi aku masih tetap istri mu kang mas, jadi jangan sejahat itu padaku," kata Sukma dengan senyum menggoda dan membuat Romo Heru ikut tersenyum.


Bu Yayuk kaget, bagaimana bisa dan kenapa Romo Heru yang lalu bisa marah besar pada Sukma.


kini tampaknya pria itu sudah berbaik hati pada sosok wanita ular itu.


"halo adek lestari, ingat ya jika kamu ingin tenang menjadi istri kang mas, cukup turuti perintah pria ini, bukan para istrinya, dan jdngan pernah takut, karena posisi kalian ini sama," kata Sukma yang melirik Bu Yayuk.


"hentikan omong kosong mu Sukma, acara sudah akan di mulai," kata Romo Heru yang duduk di kursi tamu kehormatan bersama dengan Sukma dan dua istrinya.


acara itu berjalan cukup lancar, dan Romo Heru tak menyangka jika di desa bisa mengadakan pesta rakyat sedemikian rupa.


ternyata beberapa pertanian ini mendapatkan bantuan dari Sukma untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.


di situlah baru terungkap bahwa Sukma memiliki keistimewaan dalam hal lumbung pangan.


dan itu bisa di gunakan oleh semua warga untuk memperoleh panen yang semakin baik.


acara pun berakhir, terlihat Sukma sedang bicara dengan Romo Heru dan sepertinya memohon sesuatu.


Bu Yayuk tak bisa mendekat, karena dia masih sibuk menemani beberapa istri tamu yang lain.


dia takut jika Sukma ini kembali ke rumah utama, sebab wanita itu memiliki seribu satu macam cara untuk bisa membujuk Romo Heru.


tapi dia tak boleh berprasangka buruk lagi,siapa tau jika semuanya bisa saja tak seperti bayangan yang dia takutkan.


karena Bu Yayuk. akan menghalangi sebisa mungkin Sukma kembali ke istana Harem milik Romo Heru.

__ADS_1


__ADS_2