Harem Suamiku

Harem Suamiku
sekolah bangsawan


__ADS_3

Arumi terkejut hingga menjatuhkan gelas yang dia pegang, "apa kang mas, Japar akan sekolah di sekolah anak-anak di kota bersama para darah campuran," tanya wanita itu memastikan.


"tenang saja ibu, aku bisa menjaga diriku, dan tak akan membuat mereka semua mati, dan lagi aku juga bukan bocah bodoh yang akan membuat malu," kata Japar.


"aku tau itu nak, tapi kenapa harus sekolah itu kang mas,"


"karena Japar akan jadi penerus keluarga Hadikusumo, dan tak boleh ada satupun orang yang akan mempertanyakan tentang kepintaran dan pendidikannya," kata Romo Heru tegas.


"baiklah jika kang mas sudah memilih dan japar juga mau, tapi sebelum itu, kamu harus mengunakan baju yang sesuai dengan derajat kita nak,karena keluarga kita ini juga bukan keluarga biasa," kata Arumi yang meminta para mbok mban membawa baju yang tadi sengaja di beli.


Dan Romo Heru kaget melihat semua pakaian itu, karena benar-benar mirip dengan baju miliknya, dan tentu saja blangkon sebagai penutup kepala tak ketinggalan.


"apa sudah sama dengan bapak?"

__ADS_1


"tentu saja, dan kenapa kalian begitu mirip, jangan-jangan sebenarnya kamu ini anak dari kang mas yang hilang ya," kata Arumi tertawa.


Sedang raut wajah Japar berubah, dan terdiam seperti menahan sesuatu, sedang Romo Heru pun ikut tertawa saja.


karena dia juga tak menampik itu, jika penampilan Japar kini benar-benar sama dengan dirinya.


dia pun ingat sesuatu, "tunggu dulu, aku lupa memberikan sesuatu," kata Romo Heru.


Dia menuju ke ruang kerjanya, dan membawa sebuah kotak kayu jati yang memiliki ukiran setangkai bunga mawar yang terbuat dari emas.


Bahkan hiasan itu terbuat dari emas murni, "begini akan melengkapinya, itu adalah Bros yang di siapkan khusus untuk para penerus keluarga ini, karena kamu sekarang yang menjadi penerusnya, jadi itu milik ku, dan aku akan membuatkan yang lain saat adik mu lahir nanti," kata Romo Heru.


"itu bagus kang mas, sekarang tuan muda keluarga Hadikusumo siap menuntut ilmu sampai setinggi angkasa untuk membanggakan keluarga," kata Arumi yang tak mengira akan jadi ibu yang begitu bahagia saat melihat anaknya akan berangkat kesekolah.

__ADS_1


Geno sudah memilih dia centeng yang akan mengawal Ndoro muda yang akan pergi besok.


Bahkan mobil yang di gunakan juga milik Arumi yang tak keberatan, karena mobil itu juga jarang di gunakan, jadi lebih baik jika di bawa mengantar Japar sekolah.


Keesokan harinya, Arumi sudah mendoakan putranya itu sebelum mereka berangkat menuju ke sekolah.


Karena semalam, pemilik yayasan dan para guru yang mendapatkan surat kilat dari Romo Heru merasa sangat senang dan menerima putra pria itu dengan sangat terbuka.


perjalan mereka sekitar satu setengah jam menuju sekolah yang memang terletak di kota.


dan saat sampai sekolah, terlihat begitu banyak anak yang memiliki darah campuran Jawa dan orang asing.


tapi saat Japar turun dari mobil, bocah itu tak menunjukkan rasa minder sedikit pun, bahkan dia tetap percaya diri dengan penampilannya yang mengunakan baju Jawa lengkap.

__ADS_1


Arumi tersenyum melihat putranya, pasalnya bocah itu benar-benar mirip dengan Romo Heru.


Setelah mengurus semuanya, akhirnya Japar bisa bersekolah dengan nyaman.


__ADS_2