Harem Suamiku

Harem Suamiku
persetujuan


__ADS_3

Arumi mempersilahkan para tamu itu duduk, terlihat mereka sangat senang di sambut dengan baik di istana Bangura.


Sedang ayu merasa sepi karena Japar tak ada di sana untuk di ajak main.


"bagaimana usaha mu, apa sudah lancar lagi, aku dengar sekarang kdlian sudah mulai merambah luar pulau," tanya Romo Heru.


"iya Romo, terima kasih atas bantuannya, jika bukan karena anda, mungkin kamu sudah jadi gelandangan, di tambah kami juga mengalami hal yang cukup buruk," kata tuan Kalis.


"kalian ini ngomong apa, sesama manusia harus saling menolong seperti seharusnya," kata Romo Heru dengan santai.


ya jika bukan karena ada Arumi, dia mungkin memilih mengusir mereka karena tak suka basa-basi seperti ini.


terlebih waktu istirahatnya itu juga sangat terbatas, tapi ya semua karena istrinya yang selalu baik pada setiap orang.


mbok Jum memimpin semua Mbok mban mengantarkan minuman dan juga beberapa camilan.


ternyata Geno sudah datang membawa jawaban dari keluarga tuan Wicaksono.


Pria itu turun sambil membawa kotak kayu dan juga sebuah gulungan yang di ikat dengan benang emas.


Romo Heru tersenyum melihatnya, karena ternyata keinginan putranya benar-benar terwujud.


"Romo saya membawa jawabannya," kata Geno yang membuat keluarga tuan Kalis heran.


"bawa masuk dan berikan pada Ndoro muda, aku yakin dia akan sangat senang," kata Romo Heru.


"sendiko dawuh Romo," jawab pria itu langsung masuk kedalam rumah.


ternyata Japar sedang duduk memainkan pisaunya sambil melamun.


Geno mengetuk pintu sebelum masuk dan itu membuat bocah itu menoleh.


"ada apa pak no, apa sudah ada jawaban?" tanya Heru yang penasaran.


"tentu saja Ndoro, silahkan di baca," jawab Geno


Japar bangkit dan membaca surat emas itu dan juga sebuah pisau tajam yang di sertakan sebagai persetujuan pernikahan antara dirinya dan Wulan.

__ADS_1


Dia tertawa, "keluarkan pak lek Kasyo dan kita segera ke rumah tuan Wicaksono untuk melakukan pernikahan, bilang pada bapak semuanya harus terjadi tanpa ada halangan, dan siapapun yang berani menghalangiku aku akan menyingkirkannya," kata Japar yang langsung memberikan perintah.


Akhirnya semua orang sibuk mempersiapkan segalanya, dan keluarga tuan Wicaksono juga.


karena tengang waktu darinya cuma dua puluh jam lagi, dan Japar tak mau ada sedikitpun kesalahan


Romo Heru dan Nyai Arumi yang mendapatkan bisikan tentang apa yang di inginkan putranya pun kaget, mereka tak menyangka jika Japar tak bisa di rendam saat punya keinginan.


"ada apa Romo, sepertinya akan ada acara penting," tanya tuan Kalis.


"iya, pernikahan nak buah ku, maaf karena satu dan lain hal kami harus menyelesaikannya, apa anda tak keberatan jika saya meminta anda untuk pulang," kata Romo Heru yang sudah tak bisa lagi menahannya.


"kenapa saya harus pulang, saya akan membantu karena kita sudah seperti keluarga bukan," kata tuan Kalis yang mulai merasa lancang.


"hentikan!! Tolong jangan berlebihan, aku hanya menolong ku dan tak perlu kamu sampai bersikap seperti itu karena bagiku kamu tetap orang luar," kata Romo Heru yang akhirnya menunjukkan kemarahannya.


mendengar hal itu membuat tuan Kalis dan keluarganya kaget, mereka tak menyangka sikap baik Romo Heru ini hanya sebatas kerja sama.


Dia awalnya berharap bisa lebih dengan melakukan pertunangan dengan putra pria itu.


tapi sepertinya itu mustahil karena Romo Heru sudah narah, dan akhirnya mereka pun memilih pergi.


Ayu awalnya belum mau pulang, tapi bapaknya tidak bisa membiarkan putrinya itu tinggal di sana jadi dia mengajak ayu pulang.


Sedang japar keluar dengan di ikuti semua mbok mban, bahkan Arumi dan Romo Heru kaget karena semua hantaran dan juga persiapan pernikahan sudah selesai.


"kita tinggal berangkat, adek juga sudah tenang," kata japar yang mengendong bayi Dika.


"baiklah, dan Kasyo jangan memasang wajah murung, kamu mau menikah dengan kekasih lama mu, dan ini kesalahan terakhir yang kamu buat, jika sampai aku dengar ada kesalahan lagi, habis kamu di tangan ku," kata Romo Heru.


"baik Romo, saya mengerti," jawab pria itu yang langsung menuju ke arah keberadaan.


di rumah tuan Wicaksono sudah di persiapkan untuk acara pernikahan dan juga pertunangan.


Wulan sudah duduk di kamarnya tak menyangka jika dia akan bertunangan di usia yang masih begitu muda.


Tapi semua dua lakukan demi kebahagiaan sang bulek, karena baginya Sari lebih dari seorang ibu setelah ibunya sendiri meninggal dunia.

__ADS_1


Sari mengetuk pintu perlahan agar tak membuat keponakannya itu panik atau takut.


"apa bulek bisa masuk?"


"Iya bulek, masuk saja ada apa bukannya bulek bersiap karena sebentar lagi calon suami bulek akan datang," kata Wulan dengan senyum mengembang indah.


"kamu baik-baik saja nduk,bulek takut jika pernikahan ini akdn menghancurkan masa depan mu, terlebih kita semua tau bagaimana perangainya seorang Ndoro japar, dia masih kecil tapi kekejamannya melebihi Romo Heru itu sendiri, kamu yakin nduk?"


"tentu saja bulek, sudah tenang saja, aku yakin aku bisa meluluhkan batu secara perlahan, seperti halnya Nyai Arumi yang menjadi kesayangan Romo Heru, keponakan mu ini akan menjadi istri paling di cintai oleh suaminya, aku janji dan pastikan itu," kata Wulan yang membuat Sari sedikit tenang.


Tanpa terduga rombongan itu datang lebih cepat dari yang terkira, Sari sudah siap dengan apapun kondisi suaminya.


terlebih mendapatkan hadiah potongan tangan pria itu tak membuat Sari minder, tapi anehnya saat datang semua bagian tubuh dari Kasyo lengkap ya meski hanya wajahnya yang lebam seperti habis di pukuli.


"selamat datang Romo Heru dan juga semua rombongan, kami menyambut kalian dalam acara dadakan ini, maaf karena memberikan syarat secepat ini," kata tuan Wicaksono yang berusaha untuk tetap tenang.


"tidak masalah, asalkan semuanya lebih cepat di ketahui dan kita bisa menjalin silaturahmi dengan baik," kata pria itu dengan ramah.


Akhirnya acara pernikahan Kasyo dan Sari berjalan,meski awalnya ada pertentangan karena ternyata saat kasyo dan Sari memiliki anak.


anak itu masih terikat janji hidup mati dengan keluarga Hadikusumo dan itu menjadi keturunan terakhir yang tercatat.


awalnya tuan Wicaksono ingin menebusnya karena kasihan pad keponakannya yang bahkan masih belum ada tapi sudah harus menanggung hutang orang tua terdahulunya.


Tapi saat tau nominalnya membuatnya lemas, jadi akhirnya mereka hanya bisa pasrah


Setelah pernikahan Kasyo dan Sari, kini giliran Wulan dan japar melakukan pertunangan.


dan mereka akan bersama saat sudah dewasa nantinya, dan ikatan pertunangan ini tidak bisa di batalkan meski salah satu pihak mati dan tak di izinkan untuk menikah lagi.


Dan kedua bocah itu mengikuti acara ritual pertunangan dan ikatan darah yang sudah di junjung tinggi oleh keluarga Hadikusumo.


setelah semua acara selesai, rombongan melakukan makan-makan dan setelah itu mereka semua pulang.


Sekarang dia tak bisa bebas lagi, tapi dia memiliki ikatan yang harus di jaga dan mulai sekarang dia harus belajar tata krama seorang yang punya kelas sosial tinggi.


terlebih calon keluarganya itu di kenal sebagai penguasa desa itu jadi bukan orang sembarangan.

__ADS_1


Jadi Wulan harus siap dengan semua les yang akan di pilihkan oleh keluarga calon suaminya itu di masa depan.


__ADS_2