
Ndoro Japar dan tuan Wicaksono sedang duduk di balkon di lantai dua pabrik sambil menikmati teh hangat dan biskuit.
Gono tetap berdiri di belakang Ndoro Japar begitupun asisten tuan Wicaksono.
"kalian berdua bisa pergi,kami akan aman di sini," kata Ndoro Japar.
"maaf Ndoro, tapi itu tidak sesuai dengan apa yang harus kami jaga," kata Gono yang memang dapat pelatihan khusus dari Geno.
"terserah kalian saja," jawab pria itu.
saat keduanya sedang duduk di balkon itu, para buruh pemetik teh sedang melakukan penimbangan hasil mereka seharian memetik teh.
karena mereka tidak hanya memetik di satu tempat saja, Sumi melihat sosok tampan selain Ndoro Japar.
Dia tak menyangka jika para pria dengan uang yang banyak bisa menikmati hidup seperti ini.
__ADS_1
"seandainya ada orang kaya yang mau menjadikan ku istrinya, pasti aku mau," kata wanita itu.
"sayangnya orangnya yang gak mau, sudah dari pada kamu membayangkan yang aneh-aneh lebih baik ayo kita pulang," ajak salah satu butuh wanita.
akhirnya rombongan para wanita itu pergi meninggalkan perkebunan, sedang Ndoro Japar dan tuan Wicaksono menyaksikan semuanya.
"bagaimana ayah, apa ada yang ayah mertua sukai, mereka ada yang masih muda dan cantik loh," kata pria muda itu.
"kenapa kamu sekarang ketularan istrimu, aku tak sedang mencari jodoh, jadi jangan mengatakan hal yang aneh," kata tuan Wicaksono.
"ayolah ayah, kami merasa tak enak dengan ayah, karena jarang berkunjung karena sama-sama sibuk, setidaknya jika ayah punya istri, ayah bisa fokus padanya," kata Ndoro Japar yang memang merasa bersalah.
Ndoro Japar tersentak kaget, dia bahkan sampai menyemburkan tehnya karena kaget.
"apa tehnya tak enak Ndoro?" tanya Gono.
__ADS_1
"tidak aku hanya tersedak saja, semaunya aman," jawab Ndoro Japar yang tak bisa bicara apapun.
dia tak menyangka jika urusan ayah mertuanya ini lebih pelik dari yang dia pikirkan, dan istrinya tidak harus tau itu.
"maafkan aku ayah, seharusnya aku tak mendesak mu, jadi sekarang ayah ingin melakukan apa agar tak bisa di rumah?"
"hei kamu kira aku sepenggangguran itu, aku juga sibuk mengurusi usaha ku, dan jika bisa santai aku akan bermain dengan putra dari Sari itu cukup menghiburku, kalau kalian bisa lebih baik segera punya cucu,agar aku ada mainan baru untuk membantuku agar tidak bosan," kata tuan Wicaksono.
"kami selalu membuatnya, tapi tak tau kapan akan berhasil," kata Ndoro Japar yang membuat mereka tertawa bersama.
Setelah puas berbincang, akhirnya mereka berdua pun pulang dengan mobil masing-masing karena hari juga mulai sore.
Di rumah, Nyai muda Wulan sudah selesai mandi dan tinggal menunggu suaminya pulang.
Bahkan dia tak di izinkan ke dapur untuk memasak setelah kejadian di kira terakhir kali.
__ADS_1
Ya Nala keracunan makanan karena mencoba makan pedas,saat itu Nyai Wulan yang sedang ingin makan pedas membuat sambal sendiri, dan tanpa bertanya Nala malah langsung ikut makan sambal itu hingga membuatnya sakit.
Meskipun kedua mertuanya itu tak marah, tapi dia tetap saja merasa bersalah pada adiknya itu.