Harem Suamiku

Harem Suamiku
aku merasa buruk


__ADS_3

Arumi hanya bisa tersenyum sedih, Romo Heru mengendong wanita itu dan kemudian meminta dua pelayan untuk membantu Arumi mengeringkan dirinya.


"pastikan dia tidak akan sakit, jika tidak kalian yang akan menerima akibatnya,"


"baik Romo,"


keduanya pun langsung membantu Arumi, sedang Romo Heru juga langsung menuju ke ruang kerjanya.


dia bahkan tak peduli dengan dirinya yang basah, Bu Yayuk mendekat untuk membantu suaminya itu.


"kenapa kamu belum pergi ke pabrik,bukankah ada calon distributor yang akan datang, ingat Yayuk aku tak suka rugi dalam urusan pekerjaan," kata Romo Heru mengingatkan istri pertamanya itu.


"tapi kang mas, aku ingin membantu mu berganti baju," jawab Bu Yayuk dengan menunduk dan bersikap seolah dia sangat lemah


"pergilah, aku juga bukan pria cacat yang selalu harus di bantu," kata Romo Heru dingin.

__ADS_1


Bu Yayuk merasa jika semua ini terjadi karena Arumi,wanita itu dia kira bisa menjadi orang yang menurut.


tapi nyatanya, sekarang wanita itu mulai berani berulah, padahal dua saingan yang lain sudah pergi.


tapi dia harus memikirkan hal yang lain untuk membuat Romo Heru hanya melihatnya.


dia pun pergi mengunakan mobil bersama dua pengawal yang selalu bersamanya.


Romo Heru masuk kedalam kamar miliknya dan Arumi, dia melihat jika wanita itu hanya mengenakan baju tipis terbuat dari sutra.


bahkan pria itu menyalakan kipas angin yang ada di kamarnya, dan mendekati istri mudanya.


dia mengambil rambut panjang Arumi dan menciumnya, "kamu tau, aku tak pernah lari dan menolong wanita yang membuat ku marah, tapi kamu telah membuat ku melakukannya, berapa lancangnya," kata Romo Heru.


Arumi hanya menunduk takut, pria itu kemudian mengambil sesuatu seperti salep dan membuka area luka yang di alami istrinya.

__ADS_1


perlahan obat itu menyentuh kulit kemerahan itu, Arumi yang terkejut mencengkram erat bahu Romo Heru.


"tahan saja, maaf aku marah dan melakukan hal gila, tapi kenapa kamu begitu menentang pernikahan ku, sladan mu kurang kuat untuk mu meyakinkan ku,"


"karena aku tak ingin berbagi suami ku lagi, aku takut menjadi di buang seperti dia istri kang mas yang lalu saat aku datang hingga mereka memusuhiku, aku takut," kata Arumi jujur.


"setiap orang punya porsi cintanya, tapi kamu harus tau, siapapun yang bisa memberikan anak padaku, maka aku akan menjadikannya istri ku satu-satunya," kata Romo Heru.


"bohong..."


Romo Heru hanya menyeringai saja, "terserah mau percaya atau tidak, aku harus ke desa tetangga untuk melakukan lamaran dan lusa pernikahan, jika tak ingin di buang seperti Sukma, datang dalam acara pernikahan itu,"


"aku tidak janji, aku akan datang jika fi izinkan menemui ibuku dan melihat kondisinya secara langsung, aku takut kang mas mengingkari janji untuk membuat ibu ku hidup nyaman," kata Arumi yang membuat pria itu berbalik.


"silahkan saja, tapi ingat jika aku tau ada berita yang mengatakan jika kamu bertemu dengan seorang pria tanpa di dampingi dua pengawal mu, maka aku akan menunjukkan apa itu hukum Romo Heru,"

__ADS_1


"baik kang mas, mbok Jum tolong panggilkan semua pengawal yang di percaya oleh Romo untuk ikut aku pulang ke rumah ibuku, aku tak ingin dia meragukan ku lagi," kata Arumi yang membuat sedikit senyum tersungging di bibir Romo Heru.


__ADS_2