Harem Suamiku

Harem Suamiku
persediaan melimpah


__ADS_3

Bogang yang membawa kunci gudang persediaan, dan dia sudah pastikan jika semua persediaan itu akan hingga beberapa tahun kedepan.


Terlebih di dalam luas perkebunan rahasia itu, ada juga peternakan ayam dan juga tanaman sayuran juga.


Pak teguh yang dulu menjadi kepala desa di desa lama, kini menjadi penyambung lidah dari para warganya dengan bogang.


saat pria itu sedang berjalan santai, tiba-tiba pak teguh menghampirinya, "permisi kang bogang, bolehkah kami mendapatkan beberapa obat, karena tiga dari warga sakit,"kata pria itu.


"memang mereka sakit apa, kenapa anda bertanya seolah aku tak akan memberikan pengobatan untuk kalian," tanya pria itu.


"bukan seperti itu kang, mereka terluka saat membuka lahan, dan lukanya sangat parah hingga membuatnya demam juga," kata pak teguh dengan takut.


"kumpulkan mereka di rumah milik mu, aku akan datang untuk mengobati mereka, karena dku harus memanggil wanita ku dulu," kata bogang yang langsung di angguki pak teguh.


Dia segera pulang, dia tak ingin ada yang mati lagi, cukup setelah beberapa orang.


karena pekerjaan akan semakin berat jika banyak yang mati, dia sampai di rumah dan langsung membisikkan sesuatu pada wanita yang sedang di ikatnya itu.


Tiba-tiba wanita itu seperti terhipnotis, "kemana kang mas, bawa dku kesana untuk menyembuhkan mereka," kata Lela.

__ADS_1


"wanita yang pintar," kata bogang.


Sebenarnya Lela sendiri sudah menyerah untuk hidup, jadi dia hanya mengikuti permintaan bogang.


Karena jika pria itu tak menolongnya dan menjadikan dia wanitanya, mungkin dia akan menjadi pelayan yang di lecehkan setiap malam oleh para lelaki di sana.


sedang dia tak mau membuat hal seperti itu, jadi bogang tadi hanya memintanya menyembuhkan para warga itulah kenapa dia langsung siap.


Dia memang sebisa mungkin menyembunyikan ekspresi wajahnya agar tak ada yang tertarik padanya.


saat keluar dari rumah, Lela melihat Juminten sedang duduk dan menenun di teras sambil di ikat di tiang rumah.


"aku mau ke rumah warga untuk memeriksa beberapa orang, kenapa?" jawab Lela.


"aku boleh titip sesuatu, boleh aku minta jika bisa tolong bisakah aku melihat anak ayam, aku ingin memilikinya," kata Juminten.


"aku akan membawakannya, sudah waktu kami tak banyak," kata bogang.


Lela merasa jika pria itu sangat dingin, "kenapa tidak bicara dengan baik pada Minten, dia sedang hamil anak mu mas," kata Lela.

__ADS_1


"aku tau,tapi kamu tau jika aku tak mau punya anak, itulah kenapa aku selalu menyukai mu dari iada dua wanita ku yang lain," kata bogang yang akhirnya sampai di rumah pak teguh.


Lela langsung mengobati tiga warga dan ternyata dua wanita yang sedang hamil itu juga hampir bersamaan saat ingin melahirkan.


.tentu dengan bantuan seorang wanita lain,Lela membantu persalinan hingga lancar.


akhirnya selesai juga,Lela yang lelah pun akhirnya pulang dengan naik ke punggung bogang.


Dia merasa jika punggung pria yang sudah bersamanya ini sangat bidang dan kokoh.


Saat sampai di rumah, ternyata Juminten sedang menunggu dengan cemas.


Lela yang lupa pun merasa sedih, tapi tanpa terduga bogang mengeluarkan sesuatu dari tempat yang terbuat dari anyaman bambu.


Ternyata itu berisi anak ayam, tentu saja itu membuat Juminten sangat senang.


Dan tiba-tiba dari rumah panjang terdengar suara jeritan yang membuat kuping bogang panas.


bagaimana tidak, para anak buahnya itu terus saja menikmati waktu tanpa ingat siang atau malam.

__ADS_1


Dan tiba-tiba burung pembawa pesan penting datang, dan pesan itu dari Ndoro Japar yang membuat bogang kaget setelah membacanya.


__ADS_2