Harem Suamiku

Harem Suamiku
teman ya


__ADS_3

Arumi dan Sukma pun masuk kedalam rumah, dan hal itu membuat semua orang terkejut karena dulu saat Sukma masih di sana.


keduanya sangat di jaga agar tak saling bertemu, tapi sekarang keduanya akhirnya bisa tampak santai.


tapi yang aneh, mereka berdua langsung mengikuti langkah dari Romo Heru menuju ke ruang kerja pria itu.


mbok seh pun langsung menuju ke kamar Bu Yayuk untuk mengatakan pada wanita itu jika ada tamu yang tak dia inginkan.


"nyai Yayuk, ada berita buruk," kata mbok seh dengan ngos-ngosan.


"tenang mbok, ada apa yang buruk, apa nyai Arumi mati, ha-ha-ha itu bukan berita buruk tapi baik," kata Bu Yayuk.


"tolong jangan mengatakan itu nyai, karena hal yang tabu mengatakan bahwa menginginkan kematian dari salah satu istri Romo Heru,"


"baiklah dasar cerewet, jadi apa yang kamu inginkan?" tanya Bu Yayuk yang akhirnya menghentikan kegiatannya yang sedang menikmati cerutu miliknya.


"sekarang ada nyai Sukma di ruang kerja milik Romo Heru,dan nyai Arumi juga ikut kedalam, entah apa yang mereka katakan di dalam sana," jawab mbok seh.


tanpa di duga, Bu Yayuk langsung bergegas pergi ke ruangan itu untuk mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


bahkan wanita itu tak peduli berjalan dengan gaun malam di dalam rumah.


padahal masih banyak para centeng yang berjaga di dalam rumah karena belum jam istirahat.


tanpa bicara, Bu Yayuk langsung menerobos masuk meskipun sudah di tahan oleh Geno


tapi pria itu tetap saja tak bisa di hentikan, tapi wanita itu tak peduli dan saat masuk kedalam ruangan itu.


dia kaget dengan apa yang dia saksikan, yaitu Romo Heru yang sedang duduk sambil memangku kedua wanita itu.


bahkan Arumi tampak tersenyum di sana, "apa yang sedang kalian lakukan, itu tak pantas untuk bermesraan dengan istri yang sudah kamu buang kang mas," marah Bu Yayuk.


"sebelum menghina ku, tolong lihat dirimu sendiri, berani-beraninya kamu berlarian di dalam rumah dengan baju seperti itu saat banyak centeng di dalam rumah, kamu itu istri pertama Romo Heru, apa sudah tak tahan untuk menunjukkan dirimu pada para pria, tak ingat umur!!" marah Romo Heru.


"kang mas... tolong aku..." lirih Arumi yang mulai tak bisa menahan apa yang dia rasakan.


"sayang tahanlah, ini berapa banyak yang kamu gunakan, kenapa dia bisa seperti ini?"


"hanya sedikit, jadi lain kali kalau mau pakai dikit saja ya, setetes itu sudah membuat gila," bisik Sukma.

__ADS_1


Bu Yayuk benar-benar tak di anggap dan sangat marah dengan apa yang dia alami


dia pun segera pergi dari tempat itu, karena dia merasa sudah tak di butuhkan.


sedang Sukma memutuskan untuk pulang karena kasihan Arumi yang sudah ingin di sentuh oleh suaminya.


"sudah ya kang mas, aku pulang dulu, dan lain kali tolong antar dia ke tempat ku agar bisa aku membuatnya jadi istri yang menga***hkan, sudah aku pulang... dan jangan lupa istri pertama mu juga sedang ngambek Lo," kata Sukma yang pamit pergi.


setelah wanita itu pergi, Romo Heru mengusir semua orang dari dalam rumah tapi sebelum itu bu yayuk di panggil kedalam ruangan itu lagi.


ternyata wanita itu datang, saat Romo Heru sudah selesai membuat istri cantiknya itu tak berdaya.


sedang Bu Yayuk merasa tak suka dengan hal itu, "kamu tak perlu marah, aku tadi melakukan itu, karena tak suka melihat mu berkeliling dengan gaun malam seperti ini,"


"maaf kang mas, tapi kenapa membuat Sukma kesini, bukankah tak ada lagi yang bisa datang setelah di usir, tapi Sukma sepertinya istimewa,"


"bukan begitu, aku hanya ingin mengetahui rahasia pertaniannya, itu saja lagi pula aku tak berminat dengannya dan tadi itu hanya sedikit card membuat Arumi mengatakan isi hatinya, jadi tak usah cemburu seperti itu," terang Romo Heru.


"baiklah, kaldu begitu tolong temani aku,"

__ADS_1


"baiklah tapi kamu duluan ya masuk kedalam kamar," kata Romo Heru yang harus menidurkan istrinya ke kamar mereka terlebih dahulu.


__ADS_2