
mereka di pemakaman itu cukup lama, entahlah suasananya sangat nyaman untuk di gunakan sebagai tempat santai meski tidak sepantasnya.
"setelah ini Kita kemana lagi ayah?" tanya Ndoro Japar yang melihat beberapa pengawalnya sudah datang dengan mengunakan mobil Jeep.
"ah kita akan ke rumah paks, tempat kelahiran istri mu, kebetulan kamu belum pernah kesana kan,biar ayah tunjukkan bagaimana t itu tumbuh di rumah itu," kata pria itu.
Mereka pun melanjutkan perjalanan, terlihat beberapa pengawalnya itu juga mengikuti mereka dari belakang
Sesampainya di rumah lama itu, terlihat bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu terlihat masih sangat kokoh.
"rumahnya sangat mewah ya ayah mertua,"
"Ita, ini adalah rumah yang sangat kami banggakan dulu, tapi semua berubah saat ibu istrimu itu menghembuskan nafas terakhirnya, aku masih bisa bertahan beberapa tahun setelah itu, aku tak tahan lagi karena semua bayangan yang terlihat begitu nyata," kata pria itu.
mereka masuk kedalam rumah, ternyata semua yang di dalam terlihat masih sangat terawat.
Entahlah rumah itu sangat membuat dirinya nyaman, Ndoro Japar pun merasa senang jika istrinya bisa tinggal dan tinggal di rumah seperti ini.
"apa boleh seandainya kami tinggal di sini ayah mertua, aku merasa jika rumah di sini sangat nyaman, bagaimana menurut mu dek?" tanya Ndoro Japar pada istrinya itu.
"aku terserah kang mas, tapi aku memang juga menyukai rumah ini dari dulu, memang boleh jika kami tinggal di sini dan merenovasi semuanya?" tanya Nyai Wulan pada ayahnya itu.
"tentu saja boleh, karena kamu juga tau jika perkebunan dan hutan rumah ini sangat lebat, jika kalian ingin tinggal di sini, tentu kalian Dian butuh banyak orang,"
"tentu aku mengerti ayah, aku akan mengatur Semuanya," jawab pria itu dengan senyuman menyeringai.
__ADS_1
akhirnya mereka semua ismit, Gono yang akan mengurusnya bersama bogang.
karena tempat rahasia mereka sudah tak aman, terbukti kemarin hari ada yang hampir menerobos masuk kedalam lahan miliknya.
jika seperti itu sekarang, bukankah memiliki perkebunan pribadi di belakang rumah menjadi yang terbaik.
dan saat nanti mereka sampai di istana Bangura, tentu Ndoro Japar akdn pamit pada orang tuanya agar mengizinkan mereka berpindah sementara.
tapi ternyata mereka kembali ke rumah tuan Wicaksono, karena istrinya itu masih ingin berada di rumah ayahnya
setelah itu mereka berdua beristirahat karena besok, Ndoro Japar harus berangkat ke pelabuhan ,Karena kapal yang sudah satu tahun berlayar.
Kini akan segera bersandar, tentu kapal itu akan membawa banyak barang yang kemungkinan besar bisa membuat pabriknya semakin besar.
"tidak kang mas,aku ingin bersama dengan orang tua ku dulu, hanya saat kamu pergi, setelah itu kita akan pulang ke rumah Romo saat kamu pulang," kata wulan.
"baiklah jika itu yang kamu katakan, dan sebisa mungkin jangan membuat masalah mengerti," kata Ndoro Japar.
"baiklah aku mengerti Jang mas," jawab Nyai Wulan.
Sebenarnya Ndoro Japar tak berangkat sendiri karena ayahnya juga akan berangkat dari rumah.
"kamu akan baik-baik saja kan,"
"tentu kang mas, aku akan baik-baik saja, dan lagi anak-anak bersama ku, dan banyak pengawal juga,"
__ADS_1
"baiklah kalau begitu aku pamit ya," kata Ndoro Heru yang pamit.
Ya Nyai Arumi tak mempermasalahkan menantunya yang belum pulang dari rumah ayahnya.
Ya namanya juga rindu, dia hanya merasa iri, seandainya dulu dia berani menantunya.
Mungkin dia tak akan kehilangan ibunya dengan sangat buruk dalam kesendirian.
Ya Nyai Wulan merasa sedih saat mengingatnya, bagaimana ibunya yang menghembuskan nafas terakhir tanpa dirinya.
Saat itu, dia sedang berada di pelabuhan menemani suaminya serta putranya yang melihat beberapa kapal.
Tak ada yang bisa memberitahu karena belum ada telpon, jadi saat dia kembali ke rumah dia sudah terlambat.
itulah kenapa dia tak mempermasalahkan menantunya itu yang saat ini sedang menginap di rumah ayahnya.
Toh itu juga hak Wulan,jadi dia akan di rumah bersama dua anaknya, yaitu Nala dan Dika
sore itu, Ndoro Japar dan Romo Heru berangkat dari tempat berbeda untuk je tujuan tang sama pelabuhan.
karena kedua kapal milik keluarga Hadikusumo sudah bersandar seharusnya dari laporan terakhir kali.
Di rumah ayahnya, Nyai Wulan tampdk sedang istirahat di kamarnya, sedang dua pelayan berjaga di depan kamar wanita itu.
tuan Wicaksono pun memilih keluar jalan-jalan sore, sekalian ingin membeli angsa untuk di masak besok sore karena rencananya besok dia akan mengunjungi besannya sekalian mengantarkan putrinya.
__ADS_1