Harem Suamiku

Harem Suamiku
kehilangan gadis cantik itu


__ADS_3

Malam hari, Japar sedang menunggu sesuatu di jendela kamarnya.


Seekor burung terbang dan hinggap di tangan bocah itu, dia pun segera membaca balasan surat yang dia kirimkan tadi siang.


"semuanya Sempurna," gumam bocah itu.


Arumi dan Romo Heru sudah di meja makan tapi tak melihat japar datang


"kemana Ndoro muda?" tanya Arumi pada para mbok mban.


"belum di panggil Nyai,biar saya panggilkan dulu," jawab mbok ni.


"tidak usah mbok, tolong persiapkan saja, biar saya yang panggil putra ku," kata Arumi yang memang sangat posesif pada Japar saat di rumah.


Dia mendekati kamar putranya itu, dan tentu dia tak langsung masuk kedalam.


Tok... Tok... Tok...


"masuk," saut japar dari dalam kamar.


"nak, kamu tak mau makan malam, padahal ibu dan bapak sudah menunggu mu," panggil Arumi pada putranya itu.


"ibu, tentu aku akan kesana, maaf membuat ibu harus datang ke sini untuk memanggilku," kata Japar tersenyum lembut pada ibunya itu.


"baiklah ayo kita makan, bapak sudah ada di sana menunggu kita," kata Arumi merangkul putranya itu.


"tapi jika aku boleh tau, kita makan dengan lauk apa hari ini ibu?"


"sesuai permintaan mu nak, sate daging lilit," jawab Arumi yang langsung membuat senyum lebar dari putranya itu.


Romo Heru gemas pada putranya itu karena sangat manja dengan ibunya, mereka pun makan dengan sangat bahagia.


bahkan canda tawa terus terdengar di meja makan, padahal dulu Romo Heru sangat ketat dalam aturan saat makan.


Setelah makan malam, Japar membantu sang bapak untuk bekerja dengan tumpukan dokumen pabrik.


"jadi bapak, jika aku boleh tau, dimana kuburan ibu ku?" tanya Japar.


Romo Heru pun hanya bisa menghela nafas, "maafkan aku nak, tapi ibu mu ada di rumah ini dan karena Romo tak bisa tinggal jauh darimu, itulah kenapa aku menguburkannya di sini," kata Romo Heru.

__ADS_1


Japar hanya tersenyum saja, "ya setidaknya aku berada dekat dengannya, tenang bapak aku tak marah kok hanya bertanya, dan kakek pernah bilang, jika ibu punya saudara kembar, dimana dia, bukankah Romo juga menikahinya," tanya bocah itu.


"dia ada di penjara bawah Tanah, aku ingin membunuhnya tapi aku tak bisa karena wajahnya,itulah kenapa aku mengurungnya saja," jawab Romo Heru.


"kenapa bapak, jika memang dia melakukan hal buruk, seharusnya bunuh saja, atau aku bisa mewakili mu," kata Japar yang telah mendengar semua cerita karena sang kakek.


Dia penasaran dengan saudara kembar ibunya yang begitu membencinya, hingga sebisa mungkin membunuhnya dulu.


semua orang sudah istirahat tapi tidak dengan Japar, dia malah memilih menyelinap pergi.


Ya bocah itu terbiasa berkeliaran di malam hari saat tinggal di hutan dulu, jadi untuk meloloskan diri itu mudah.


Dia menuju ke arah sebuah rumah yang bisa di bilang cukup besar, dan dia mencari kamar tidur gadis yang sudah berjanji padanya.


Ya dia sudah berada di rumah keluarga Wicaksono dan kekuasaan itu punya keamanan yang cukup lemah.


Japar menemukan kamar dari gadis yang bertemu di taman istana Bangura.


dia mengetuk jendela kamar gadis itu, karena tak merasa curiga, gadis itu membuka pintu.


Dan betapa kagetnya dia saat sebuah bayangan hitam melompat ke arahnya dan membekap mulutnya.


"kamu putri keluarga Wicaksono?" tanya Japar.


gadis itu mengangguk sambil berkaca-kaca, "non, tolong tutup jendela kamarnya," salah satu penjaga.


"iya pak lek," jawab gadis itu menutup jendela karena Japar sudah bersembunyi.


Dan setelah itu dia menarik tangan bocah perempuan itu hingga terduduk di depannya.


"kenapa kamu menyembunyikannya, wajah mu ini?" tanya Japar pada Wulan.


"bapak ku takut jika banyak orang yang ingin mengincar ku karena wajah ini, tapi aku menunjukkan wajah ku saat sekolah saja," kata Wulan dengan takut.


"nama mu Wulan bukan, aku ingat itu, dan karena kamu sudah berani bohong padaku, aku akan membuat mu membayarnya," kata japar mengeluarkan pisau miliknya.


"apa yang ingin kamu lakukan," kata Wulan takut dan berusaha menjauh dari japar.


Tapi bocah itu benar-benar tak mau melepaskan Wulan, meski tubuh gadis kecil itu tak sebanding dengannya.

__ADS_1


Dia pun merobek baju bagian lengan gadis kecil itu dan kemudian menggambar bentuk bulan sambut dengan pisau itu.


bahkan luka itu sangat dalam, bahkan Japar tak peduli Wulan yang kesakitan dan dia terus menggambar bentuk itu.


dan tak lupa dia menutup mulut Wulan agar tak berteriak keras, setelah selesai Japar pun melihat Wulan pingsan.


Sebelum pergi, dia mengusap wajah wulan, dan setelah itu dia membuat keributan agar orang di dalam rumah segera menemukan hasis itu.


Dan saat japar melompat ke luar, dia di pergoki oleh salah seorang penjaga, dan itu mudah baginya untuk mtmbunuh pria itu dengan sangat cepat.


"sampai jumpa gadis pembohong," kata japar yang hilang dalam kegelapan malam.


Sedang pak Wicaksono dan Sari yang menemukan Wulan terkejut karena bocah itu itu sudah terluka dan wajahnya sangat pucat.


"sari kita ke tempat mantri sekarang," panik pak Wicaksono.


Dia tak mengira ada yang bisa menyelinap ke rumahnya dan melukai putrinya itu, di tambah luka yang di buat pelaku ini tidak bisa di jahit karena ada racun di dalamnya.


Untungnya tadi mantri itu bilang jika semuanya baik-baik saja, Wulan pingsan karena merasakan sakit itu saja.


Sedang di rumah keluarga William,saat ini sedang terjadi perampokan yang di pimpin oleh bogang.


Pria itu terkenal tak kenal ampun, bagaimana tidak, dia tak segan membunuh semua yang menghalanginya.


Dan menyisakan William dan ibunya, "sudah kalian bereskan semuanya,", tanya pria itu.


"sudah cak, kita sudah bisa pulang," kata para anak buahnya.


William pun hanya bisa ketakutan karena melihat semua pelayan rumahnya sudah tergeletak tak bernyawa dan tergenang darah.


Sedang Japar sampai di rumah dan membersihkan dirinya, dan memilih untuk istirahat dan besok kabar yang dia tunggu akan datang.


Rombongan perampok itu sampai di tempat mereka tinggal di hutan terlarang.


Tapi mereka semua terkejut karena bagian dari bos besarnya sudah hilang, dan di tinggalkan sebuah surat di sana.


"maaf aku datang saat kalian bertugas, aku sudah membawa pergi bagian ku, dan aku meninggalkan beberapa barang, kalian bagi rata," kata bogang yang terkejut karena harta yang di bawa hanya satu karung.


padahal bagian bos mereka ini setidaknya ada empat karung, jadi ini sangat membuat senang.

__ADS_1


itulah kenapa mereka tak keberatan untuk bekerja tanpa tau siapa bos-nya, toh jika ada masalah, bos-nya itu akan mengirimkan seseorang untuk membantu mereka.


__ADS_2