
Bu Yayuk sangat bersedih karena kiriman yang di berikan Romo Heru sangat mengejutkan.
Berbanding terbalik dengan tiga istrinya yang lain, bahkan lestari merasa paling di sayang karena hadiah itu.
Karena dia mendapat hadiah sebuah satu set perhiasan, sedang Yanti mendapatkan hadiah uang.
Dan Arumi hanya mendapatkan sebuah kertas yang mereka berdua tidak tau, itu bukan kertas biasa
Melainkan sebuah sertifikat tanah dari beberapa perkebunan yang di atas namakan Arumi oleh Romo Heru.
"sudah kang mas, sekarang lebih baik anda makan dulu, setelah ini kang mas harus ke pabrik begitupun dengan diriku yang harus ke pabrik juga," kata Arumi yang ingin mengambilkan nasi untuk Romo Heru.
Tapi tanpa terduga Lestari melakukan hal itu terlebih dahulu, bukannya marah Arumi santai saja.
Dia mengambil lauk untuk suaminya itu, dan Yanti menyiapkan air minum untuk Romo Heru.
"jika kamu ingin protes,lebih baik didm saja, karena itu bisa membuat mu dalam masalah," saut Arumi mengingatkan.
Yanti mengerti apa yang di maksud oleh Arumi,karena hal itu pernah di lakukan oleh Bu Yayuk dan berakhir sangat buruk.
Arumi melihat ke arah mbok ni dan membisikkan sesuatu, Romo Heru melihat istrinya itu.
"kamu minta apa lagi, masih ada yang di inginkan untuk sarapan?" tanya pria itu
__ADS_1
"inggeh kang mas, ingin makan lalapan, jadi saya meminta tolong untuk di ambilkan," kata Arumi yang nenang ingin makan yang segar-segar.
Ternyata hanya ada sawi putih mentah dan timun, tentu saja itu cukup.
Mereka sarapan dengan cukup tenang, dan setelah selesai Arumi bersiap untuk ke pabrik.
Kali ini dia tak mengenakan baju kebaya yang terlalu ketat, karena dia ingin merasa nyaman.
Sedang Romo Heru mengatakan sesuatu pada mbok ti untuk memberikan pengetahuan pada lestari.
Agar tak melakukan kesalahan lagi, dan jika wanita itu tetap berbuat masalah hukumannya akan sangat berat.
"Sudah kang mas?"
Mbok ti langsung mengajak lestari untuk berbincang empat mata, karena dia harus menyampaikan pesan dari Romo Heru.
"ada apa sih mbok, kenapa menarik ku masuk kedalam kamar," kata Lestari yang tak suka.
"Nyai tolong jangan melakukan hal seperti tadi di meja makan,Romo tak suka melihat anda merebut tugas nyai lain, terlebih Romo Heru sudah memilih Nyai Arumi untuk melayaninya, dan jika nyai tak mau menurut akan ada hukuman yang menanti mu," kata mbok ni.
"kenapa sekarang aku yang di ancam oleh pelayan, apa aku melakukan hal yang salah, aku hanya ingin melayani suamiku saat makan," bantah Lestari.
"tolong ingat derajat mu, jangan bertingkah hanya karena Tomo mengunjungi mu satu kali, ingat kami semua di sini lebih lama mengenal Romo Heru,jika tidak ingin nasib mu seperti Nyai Yayuk, berhenti lah bertingkah!!" bentak mbok ti yang memang tak bisa menahan kekesalannya lagi terhadap lestari.
__ADS_1
Kenapa wanita itu begitu congkak hanya karena Romo Heru menemuinya satu kali, padahal sudah jelas terlihat jika Nyai Arumi lah yang menjadi kesayangan.
Bisa-bisanya wanita yang di ambil sembarangan itu ingin bertingkah seolah dia yang paling berkuasa.
"ingat ucapan ku ini, jika masih ingin tetap hidup nyaman di sini, begitupun dengan keluarga mu," kata mbok ni sebelum pergi.
dia tak menyangka jika wanita itu berani mengancamnya, bahkan sekarang para pelayan ini mulai menunjukkan siapa yang di percaya di rumah ini.
Di tempat lain,ada Sukma yang sedang melatih anak-anak desa menari tradisional.
Terlihat wanita itu begitu telaten mengajarinya, sedang seorang pria berpakaian rapi dan tampak seperti pria terpelajar memperhatikan situasi sok Sukma dari jauh.
Dia bahkan menghentikan langkahnya untuk melihat wanita cantik itu melatih tari.
"siapa itu Jo?" tanya pria itu pada pelayan yang menemani dirinya jalan-jalan.
"dawuh Ndoro, dia itu istri dari Romo Heru yang di asingkan karena melanggar aturan dan hukum di istana Harem milik Romo Heru, dan sekarang Nyai Sukma di asingkan di rumah ini," jawab pria itu.
"bukankah itu sama saja membuangnya,"
"bisa di bilang begitu Ndoro, tapi dalam kamus keluarga Hadikusumo tidak ada pelepasan atau pemutusan pernikahan kecuali kematian," jawab mant Paijo.
"sayang sekali, wanita cantik dan berbakat itu harus menjadi wanita yang terkekang saat kehadirannya sudah tak di harapkan lagi," kata Sodik yang tersenyum saat sosok Sukma melihatnya.
__ADS_1
"Ndoro masih banyak wanita cantik di luaran sana, saya harap anda tak tertarik dengan Nyai Sukma, karena itu bisa mengancam seluruh keluarga Harjono," kata mang Paijo yang membuat Sodik kembali melanjutkan perjalanannya.