
sebuah langkah kaki mendekat, Bu Yayuk masih begitu ketakutan karena mendengar suara hewan pengerat dan keadaan dari suasana yang sangat buruk.
"tolong siapapun... izinkan aku bertemu kang mas, untuk meminta ampun, aku tak mau ada di sini... Ini sangat mengerikan," kata Bu Yayuk yang menangis tersedu-sedu.
"tapi maaf Nyai, karena keburukan yang terlalu banyak anda lakukan, kami tak bisa menolong anda, terlebih sekarang Romo sedang bersama ketiga istrinya," kata salah seorang pria yang datang itu
Bu Yayuk frustasi, dia tak mungkin kan harus mati di sini dengan keadaan yang mengenaskan.
dia tak ingin mati di tempat pengap seperti ini, di tempat lain Romo Heru sedang bersantai dengan para istrinya di pendopo tamu.
Ya itu adalah tempat yang biasanya di gunakan untuk menerima tamu, dan keli ini dia sedang santai berbincang dengan ketiga istrinya.
"kang mas, saya mau tanya, kenapa kita tidak di izinkan untuk berkegiatan secara bebas, padahal saya sebelum menikah dengan kang mas ini seorang guru tadi, ya setidaknya ilmu yang saya miliki ini bisa berguna meski hanya sesaat," kata Yanti yang penasaran.
"bukan tidak di izinkan tapi di batasi,kamu tidak pernah meminta izin untuk mengajar jadi aku tak memberinya, jika kamu mau mengajar silahkan saja, tapi kamu harus bisa mematuhi aturan yang sudah di tetapkan, dan yang tau aturan itu mbok Jum," kata Romo Heru.
"berarti kang mas, kami sebenarnya bisa berkegiatan seperti warga biasa," tanya Lestari yang juga ingin bisa bebas.
__ADS_1
"tentu saja, nanti bilang pada mbok Jum apa yang harus kalian jaga sebelum bisa keluar dari istana Harem untuk berkegiatan di luar sana," jawab Romo Heru.
Sedang Arumi merasa aneh pada dua istri suaminya itu, padahal tak semudah itu mengikuti peraturan saat di luar rumah.
Bahkan Arumi lebih memilih duduk manis di rumah di banding keluar karena sederet aturan yang di buat oleh suaminya itu
"kang mas, tidak pernah ke pabrik ya sekarang, apa sedang malas?" tanya Arumi penasaran.
"bukan malas dek, kamu lupa diri atau lupa dengan apa yang baru terjadi, dan tolong bawakan semua obat untuk para Nyai, karena ini sudah jam mereka minum obat," kata Romo Heru.
"inggeh Romo," jawab mbok Jum dan mbok ni.
Terlihat obat milik Lestari dan Yanti sama, tapi milik Arumi ini berbeda dan terlihat lebih pekat.
"ada apa? kenapa kalian tidak mau minum," tanya Romo Heru
"bukan tak mau minum Romo, kami hanya ngeri melihat obat milik mbak Arumi,"
__ADS_1
"minum saja, rasanya tak semengerikan itu," jawab Arumi yang sudah percaya setelah minuman itu di tes apa beracun atau tidak.
setelah minum, ketiganya pun mulai membuat beberapa hobi seperti merajut atau mungkin juga membuat bordir dengan tangan
Sedang Arumi yang nenang sedang malas melakukan apapun memilih membaca buku saja.
Dan juga membantu mengerjakan beberapa laporan pabrik yang sekarang menjadi tanggung jawab suaminya.
Sedang di rumah pengasingan, Sukma yang sedang keluar dengan mbok sami, tak sengaja bertemu dengan sosok Sodiq yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa warga.
Tapi dia melewati pria itu begitu saja karena tak ingin terjebak masalah dengan pria itu.
Tapi tanpa terduga, sosok Sodik dan pelayan setianya mang Paijo ingin berbincang dengan wanita itu.
"permisi Nyai, boleh saya bicara sebentar," panggil Sodik menghadang wanita itu agar tak bisa lewat.
"iya ada apa tuan, kenapa anda menghentikan saya?" tanya Sukma kaget.
__ADS_1
"sebelum saya mau minta maaf, perkenalkan saya Sodik Winarto,mau izin untuk meminta bantuan anda, agar mau mengajar di sekolah rakyat yang akan di dirikan di desa ini, karena saya sempat melihat anda melatih anak-anak menjadi, dan saya pastikan jika anda pasti bisa membaca dan menulis," kata Sodik.
"tapi tidak semudah itu, anda harus meminta pembenaran dari Romo Heru sebagai suami saya, jika beliau sudah mengizinkan maka saya akan mengikuti semua persetujuannya," kata Sukma yang mengejutkan Sodik.