
pak Tejo di ikat oleh Geno dan kemudian pria itu di seret menuju ke rumah Bu Sumini.
meski tak jauh, tapi semua orang yang baru selesai bekerja di sawah pun kaget melihat apa yang terjadi.
bagaimana tidak, pak Tejo yang sedang di siksa oleh sosok pengawal Romo Heru.
padahal pria itu beberapa kali terlihat datang ke rumah pak Tejo sebelum pernikahan Arumi.
tapi kenapa sekarang keluarga itu di perlakukan seperti orang jahat, "tolong kang maafkan aku!!!" teriak pak Tejo memohon ampun.
tapi Geno tak peduli, dia tetap menyeret tali itu membuat tubuh pria itu bersentuhan langsung dengan jalanan yang masih berupa tanah.
setelah sampai di rumah orang tua Arumi, tampak Arumi duduk di teras di dampingi oleh dua pengawal lain dan juga dua mbok mban yang datang bersamanya tadi.
bahkan Geno mampir menginjak tubuh pak Tejo dengan kudanya, karena merasa gagal mendisiplinkan anak buahnya.
"jangan kang Geno,saya mohon ampun..." tangis Bu Tejo yang datang bersama dengan anak terakhirnya yang kebetulan baru pulang dari kota.
pemuda itu tampak terkejut melihat sosok Arumi yang tampak begitu cantik dengan kebaya mewah.
bahkan wanita yang dulu dia kenal sandar sederhana kini berubah menjadi wanita kaya.
"kenapa kamu memperlakukan orang tua ku yang sudah sangat baik dengan keluarga ku seperti ini, apa kamu tak malu!!" teriak pemuda itu.
tanpa terduga Idan menampar pria itu karena berani menghakimi sosok Arumi.
"jaga bicaramu, dia adalah Nyai Arumi Hadikusumo, bahkan nyawamu saja tak sepadan dengan debu di kakinya," kesal Idan.
"cukup, aku hanya ingin dengar dulu, kenapa pak Tejo begitu lancang menikmati harta yang harusnya di miliki oleh ibu ku, karena itu adalah harta yang di berikan oleh suamiku saat pernikahan ku," kata Arumi yang penasaran.
"apa... jika bukan karena kami, kamu tak akan bisa bertemu dengan Romo Heru, dan sekarang kamu tak akan menjadi wanita terhormat seperti ini,kamu akan tetap menjadi wanita rendahan yang bekerja kasar," kata pak Tejo yang berhasil membuat Geno makin marah.
"beraninya kamu menjawab Nyai Arumi,apa kamu lupa siapa dia, brengsek," kata Geno yang menendang tubuh pria itu hingga tersungkur.
__ADS_1
"meski bukan tanpa bantuan mu, aku juga akan menemukannya," kata Romo Heru yang turun dari mobil.
Arumi tak menyangka suaminya itu akan datang seperti ini bersama dengan centeng lainnya.
"Romo Heru...."suara pak Tejo gemetar ketakutan.
pria itu berjalan melewati keluarga pak Tejo, dan Geno sudah memberikan hormat begitu pun yang lain.
tapi tanya di duga Arumi malah langsung memeluk suaminya di depan semua pekerja.
"hentikan istriku, kamu bisa melakukannya nanti di rumah, tapi tidak sekarang," kata Romo Heru yang kini duduk di kursi yang tadi di duduki Arumi.
melihat hal itu,raut wajah dari Bagas berubah total, bagaimana bisa pria tua itu berani menyentuh Arumi gadis yang begitu dia cintai.
"kang mas mau di buatkan apa?" tanya Arumi yang menawarkan sesuatu pada suaminya.
"tidak perlu, tolong panggilkan ibu mertua ku," kata Romo Heru yang membuat Arumi duduk di sampingnya.
"lihatlah betapa sigapnya anak buah ku yang setia," kata Romo Heru.
"mohon jangan lukai putra kami Romo, saya mohon maaf... kamu hanya tergiur dengan harga yang Romo berikan pada ibu Arumi yang miskin, terlebih wanita itu pasti tak bisa mengelola semuanya sendiri," kata Bu Tejo yang berlutut memohon.
Bu Sumini keluar dan kaget melihat apa yang terjadi, pasalnya tadi dia masih sibuk memasak di dapur belakang.
"ada apa ini, Sugeng rawuh Romo Heru," kata Bu Sumini sopan.
"Sugeng siang Bu, saya datang ingin melihat betapa lancangnya anak buah yang aku percaya berani mengambil harta ibu mertua ku, padahal itu adalah janji ku untuk istriku," kata Romo Heru.
"apa..."
"itu benar ibu,Tejo telah menikmati kekayaan milik anda yang di berikan oleh Romo Heru, dan sekarang dia harus mengembalikan semuanya dan mendapatkan hukuman yang pantas," kata Geno.
"apa ibu mertua setuju, dia harus mengembalikan semua harta ibu, dan menerima hukuman dari ku," tanya Romo Heru
__ADS_1
"saya terima," kata Bu Sumini yang merasa jika ini waktu yang tepat.
toh dulu suaminya juga meninggal dunia karena tak di berikan istirahat oleh pria itu, dan ini mungkin balas dendam yang terbaik.
"tidak Romo,saya mohon jangan hukum suami saya," tangis Bu Tejo.
pak Tejo sudah lemas karena tau hukum dari Romo Heru itu hanya satu yaitu kematian.
"kang mas, tolong jangan memberikan hukuman berat, karena dulu aku berhutang banyak pada pak Tejo, jika bukan karena dia mungkin aku tak akan bisa berada di sisi mu," kata Arumi yang mencoba menggoda suaminya itu agar sedikit lebih bermurah hati.
"bunuh pria itu tanpa sakit, dan congkel mata pemuda itu yang dengan berani melototi diriku dan istriku, karena aku tak suka itu," kata Romo Heru yang mengejutkan Arumi.
"ibu bisa ikut menyaksikan semua hukuman itu yang akan di laksanakan di tengah desa, dan kamu aku harus melakukan sesuatu," kata Romo Heru yang menarik istrinya masuk kedalam rumah.
mbok Jum dan mbok ni mengikuti ibu Sumini menyaksikan hukuman. dan di rumah itu hanya di jaga oleh Pardi dan Dedi.
keduanya juga tak berada di dekat rumah, melainkan duduk santai di bawah pohon mangga sambil menjaga kuda yang di tinggalkan.
sedang Arumi sudah di dorong hingga terjatuh di atas ranjang, "kang mas, ini masih dong hari," kata Arumi yang kaget dengan suaminya itu.
"aku tak peduli, karena aku tak bisa menahannya lagi," kata Romo Heru yang langsung mencumbu istrinya itu.
Arumi pun benar-benar pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.
bahkan semua pakaian dan kain jarik pun sudah berserakan di lantai, dan lagi dan lagi Arumi tak bisa menahan semua rasa yang di berikan oleh suaminya.
di sisi lain,semua warga desa di kumpulkan, bahkan terlihat ada beberapa orang yang heran melihat tiga orang yang sedang terikat di tengah lapangan hukuman.
tanpa basa-basi setelah mencambuk Bu Tejo hingga pingsan, akhirnya giliran dari Bagas yang mendapatkan hukumannya.
yaitu dengan mencongkel matanya dengan cara yang sangat kejam, semua orang tau jika ini hukuman berani mengusik Romo Heru.
dan yang terakhir kematian paling menyiksa untuk pak Tejo. bahkan mayat pria itu di gantung terbalik di depan semua orang.
__ADS_1