Harem Suamiku

Harem Suamiku
perjalanan berdua


__ADS_3

Sinar matahari mulai muncul, Romo Heru dan Nyai Arumi sedang duduk bersama di meja makan


tak lama Dika dan Nala juga datang dengan baju santai karena mereka ikut libur selama tiga hari untuk pernikahan kakak mereka.


"ibu, mbak Wulan dan mas Japar mana, kenapa tidak kelihatan?" tanya Nala.


"mereka mungkin kelelahan dek, kamu makan dulu ya," kata Nyai Arumi yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


tanpa terduga malah Japar pulang dari lari pagi, bahkan pria itu sudah berkeringat basah, "pagi semuanya, kdlian sudah mau sarapan?" tanya pria itu.


"kamu sudah lari pagi, apa kamu gila kamu baru saja menikah kemarin," kata Romo Heru.


"ah tenang Romo, putra ku ini bisa menjaga diri, lagi pula dku pergi dengan Gono dan Agung," kata Ndoro Japar.


"kalau mas di sini, kemana mbak Wulan, kenapa dia belum kesini untuk makan bersama kami?" tanya Dika penasaran.


"Nyai muda sedang mandi setelah memasak di dapur, dan sarapan kdli ini yang memasak adalah Nyai muda sendiri," kata mbok Jum


"apa?" kaget Romo Heru dan Nyai Arumi.


"ya sudah aku mau mandi dulu," pamit Ndoro Japar.


Pria itu segera berlari ke kamarnya, Romo Heru pun tak bisa melarang putranya itu.


bagaimana tidak, pria itu bisa-bisanya berlarian di dalam rumah, yang menyebalkan kedua adiknya juga meniru sikapnya itu, dan itu yang membuatnya tak bisa berkata apapun.


Ndoro japar langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengejutkan istrinya yang sedang mandi.


"kang mas!"


"halo sayang, sekarang kita mandi bersama," kata Ndoro Japar yang tak melepaskan istrinya itu.


setelah setengah jam, akhirnya keduanya duduk di meja makan, dan dua adiknya sudah selesai sarapan.


sedang Romo Heru dan Nyai Arumi sedang santai makan buah, "kalian ini dasar, ya maklum lah..." kata Romo Heru.


ternyata pedagang dari susun slamet memberanikan diri datang ke istana Bangura.

__ADS_1


Dan dia di gadang oleh para centeng yang berjaga di luar gerbang, "mau apa kesini, acaranya masih nanti sore," kata Kipli tegas sedikit membentak.


"maaf tuan, saya dari dusun yang jauh,saya sudah di desa ini selama dua hari, saya hanya ingin menjual hasil panen dan melaporkan sesuatu, karena saya bingung tuan," kata pria itu dengan wajah penuh pertanyaan.


"tunggu sebentar," jawab Kipli yang berlari masuk kedalam rumah mewah itu.


Setelah dapat persetujuan dari Geno dan Idan, pria itu mempersilahkan pedagang itu masuk kedalam pekarangan rumah membawa barang dagangannya.


Sedang Idan masuk kedalam rumah untuk melaporkan apa yang terjadi di luar.


"menghadap Romo dan Ndoro muda, ada pedagang dari jauh yang datang ingin menjual hasil panen, dia sudah di desa ini selama dua hari dan di tambah dia membawa berita yang mungkin membuat bingung," kata Idan.


"apa maksud mu Idan, berita epa dan jangan bertele-tele seperti itu?" tanya Romo Heru


"saya juga tak mengerti Romo, dia bilang jika di desanya ada yang mengaku sebagai Ndoro muda, itulah kenapa dia datang ke sini untuk memastikannya sendiri," kata Idan yang langsung membuat Romo Heru dan Ndoro Japar bangkit dari kursinya.


"beraninya dia,aku ingin melihatnya," kata keduanya yang langsung keluar dari istana Bangura.


Begitu juga dengan dua Nyai yang mengikuti suami mereka masing-masing.


Saat melihat Romo Heru keluar dari rumah mewah itu, pria itu langsung bersujud memberi hormat


"bangunlah pak, saya dengar anda datang ingin menjual hasil panen, tapi kenapa anda bilang jika di desa anda ada putra saya," tanya Romo Heru.


"saya juga bingung Romo, pria itu datang saat kami semua mendengar desas-desus tentang Ndoro Japar yang sedang bertapa, dan tiba-tiba pria itu datang mengaku bernama Japar Hadikusumo, awalnya semua orang tak percaya, tapi dia menunjukkan tato bintang di bahu kirinya dan juga ikat kepala milik keluarga ini, jadi kami yang para pedagang dan pernah melihat Ndoro Japar kecil memakai ikat kepala itu pun jadi yakin," kata pria itu dengan takut.


"apa yang di lakukan pria itu, apa dia merugikan masyarakat?" tanya Ndoro Japar.


pria itu melihat pemuda yang sangat mirip dengan romo Heru dan masih muda.


"menjawab Ndoro, dia tak merugikan kdmi para petani malah membuat kami makin sukses dalam panen,"


"itu bagus,"kata Ndoro Japar.


"tapi dia menikahi tiga gadis di desa, dan selalu mengatakan jika sebentar lagi akan memberikan status yang sama untuk para gadis itu," kata pria itu yang membuat Ndoro Japar marah.


"apa!! Aku ingin melihatnya, kalau boleh tau dimana dia?" tanya Ndoro Japar.

__ADS_1


"dia masih berada di desa kami, dan kemarin saat saya berangkat ke desa ini, dia sedang merayu satu wanita lagi," kata pria itu


"ah mungkin warga di dusun itu mengira jika itu benar putra Romo karena kesukaannya kawin berkali-kali," kata Nyai Arumi.


"kamu meledek ku," kata Romo Heru tak terima dengan ucapan istrinya itu.


"bercanda sayang," kata Nyai Arumi.


akhirnya Romo Heru meminta Geno melihat hasil panen pria itu dan membelinya dengan harga yang pantas.


Dan setelah perdebatan panjang, akhirnya Ndoro Japar dan istrinya yang skan pergi ke dusun itu melihatnya secara langsung


Dan tentu saja, Ndoro japar mengirim pesan pada semua mantan bandit perampok yang dulu pernah meresahkan para warga desa.


Karena dia butuh mereka untuk menjadi pengawalnya, dan Bogang yang menerima pesan itu pun langsung mengumpulkan anak buahnya.


Saat dia sampai di tempat lama mereka dulu tinggal, dia terkejut melihat ada seorang pria yang sudah menunggu mereka.


"kalian sudah datang, sepertinya kita akan ada pekerjaan yang menyenangkan," kata Ndoro Japar yang sedang bermain dengan belang.


melihat hal itu,para mantan bandit itu tak mengira jika pria itu sangat mengerikan, terlebih ada hawa membunuh yang sangat kuat.


"kamu mengerti tuan," jawab semua orang itu yang berjumlah sepuluh orang.


Tentu saja para pria itu memiliki bawahan, tapi Ndoro Japar selaku pimpinan menginginkan mereka sendiri yang mengawalnya beserta istrinya.


Perjalanan menuju ke dusun Slamet itu cukup jauh,bahkan mereka harus mengunakan cikar karena jika mengunakan kereta kuda bisa dalam masalah besar jika tersangkut.


Saat sampai, semua warga sedang merayakan pernikahan dari Japar palsu, dan saat Nyai muda keluarga Hadikusumo turun.


Para warga terkejut karena baru kali ini mereka melihat sosok wanita secantik itu, tapi berdampingan dengan pria buruk rupa dan bungkuk.


"selamat datang pak Gondo, anda membawa siapa?" tanya kepala dusun.


"beliau adalah orang-orang kepercayaan dari keluarga Hadikusumo, yang datang ke desa ingin melihat hasil panen dan memborongnya,"


mendengar itu Japar palsu langsung ketar-ketir karena dia pasti akan ketahuan.

__ADS_1


Tiba-tiba pria bungkuk itu mendekati Japar, "Ndoro Japar di sini, Kenapa tidak pulang Ndoro,"


"iya bungkuk, aku sedang menikmati waktu di desa ini, sebelum aku pulang tentu aku harus punya kejutan untuk ibu dan Romo kan," kata pria itu dengan sangat percaya diri.


__ADS_2