Harem Suamiku

Harem Suamiku
salah musuh


__ADS_3

Romo Heru datang ke tempat putranya itu, dia ingin mengatakan sesuatu yang harus di urusi oleh putranya itu.


"ada apa Romo?" tanya Ndoro Japar yang melihat ayahnya itu duduk di ruang tamu.


"aku ingin meminta mu datang ke rumah seseorang, dia adalah orang yang akan membantu kita dalam beberapa usaha," kata pria itu menaruh sebuah kertas yang berisikan alamat.


"apa ini Romo, kenapa ada perjanjian seperti ini, dan sekarang kamu ingin menjual anak mu?"banyak Ndoro Japar yang marah.


"aku tak seburuk itu, jadi bereskan semuanya, dan pastikan tak ada lagi masalah," kata pria itu santai.


Ndoro Japar tak bisa menolak keinginan dari Romo-nya, jadi dia akan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


tentu saja dia tak boleh mengatakan hal itu pada istrinya, jika tidak itu akan membuat istri yang dia cintai itu akan sangat terluka


Ndoro Japar langsung memberikan itu pada Agung, dan meminta pria itu pergi untuk memastikan terlebih dahulu.


Agung pun langsung melakukan perintah dari Ndoro-nya itu, dia menuju ke rumah yang ada di ada di alamat yang di berikan dengan motor miliknya.


dia pun memarkirkan motornya di semak-semak, dan agung langsung menuju ke rumah yang harus dia intai.


saat sampai di rumah itu, dia mencari sedikit celah atau apapun itu.


tapi ternyata seorang pria di bawa ke luar tak berdaya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


bahkan pria itu tampak tak mengenakan baju dan di sekujur tubuhnya di penuhi oleh luka pukulan.


dia bersembunyi agar tak ketahuan, sedang dua pria yang membawa sosok tak berdaya itu tampak menghela nafas.


"sudah tiga pria yang sudah mati di tangan tuan Suroso, entahlah apa yang sebenarnya membuat tuan begitu marah,"


"aku juga tak mengerti, karena setahuku tuan berusaha sekian lama untuk bisa berbesan dengan Romo Heru, tapi semuanya hancur setelah putra pertama keluarga itu menikah dengan gadis lain," kata salah satu pria


"ya siapa yang mau juga dengan wanita kasar seperti nona muda itu, terlebih emosinya yang sangat tidak stabil," saut yang lain.


"ya kamu hebat, padahal yang aku dengar istri dari putra Romo Heru ini sangat cantik, berbeda dengan nona kita yang berkulit hitam dan wajahnya sangat buruk,"


Agung tak menyangka akan mendengar semua ini, tapi jika seburuk itu, dia harus segera mengatakan semuanya pada Ndoro Japar.

__ADS_1


agung pun kembali menuju ke rumah besar milik Ndoro Japar, dengan hasil pengintaian yang dia dapatkan.


di rumah milik Ndoro Japar, pria itu menutupi tubuh istrinya yang tak mengenakan pakaian setelah aktifitas malam mereka.


Ya dia sedikit terkejut dengan keinginan istrinya yang cukup membuatnya syok karena begitu berstamina hingga membuatnya kuwalahan.


Tapi setelah mendapatkan keinginannya, wanita itu malah terkapar tak berdaya.


dia duduk di ruang tengah sambil menunggu laporan yang akan di berikan oleh Agung.


benar saja, pemuda itu datang dan langsung berlutut untuk melaporkan apa yang dia dapatkan.


Ndoro japar hanya tersenyum saja, karena dia juga penasaran dengan sosok yang bisa mengancam Romo-nya.


"baiklah besok siapkan semua orang kita akan datang untuk melamar," kata Ndoro Japar.


"sendiko dawuh Ndoro," jawab Agung yang langsung pergi dari ruang tamu.


tapi japar tak tau jika istrinya mendengar semuanya, "kang mas mau melamar siapa?"


mendengar pertanyaan itu membuat Ndoro Japar menoleh, ternyata dia melihat istrinya sudah di depan kamar sambil membawa wadah air minum.


"tolong jawab saja kang mas," kata nyai Wulan yang mulai tak sabar.


Terpaksalah Ndoro Japar mengeluarkan kertas yang di berikan oleh Romo Heru, dan itu membuat nyai Wulan tak percaya.


"besok aku akan mengantar mu untuk melamarnya, dan malam ini tolong jangan masuk kamar terlebih dahulu," kata Nyai Wulan yang menyerahkan wadah air itu pada suaminya.


Dia sendiri langsung masuk dan mengunci kamar dari dalam, dan itu membuat Ndoro Japar frustasi.


dia langsung menuju ke rumah utama, dan ternyata Romo Heru juga sedang merokok karena di usir oleh istrinya dari kamar juga.


"Romo kenapa belum tidur?" tanya Ndoro Japar yang duduk berhadapan dengan ayahnya.


"aku di usir ibumu karena aku mengatakan tentang surat yang besok harus kamu penuhi," jujur Romo Heru.


"tak hanya Romo, aku juga terkena imbasnya karena ulah Romo dan besok bahkan istriku yang akan mengantarku ke rumah itu untuk melamar gadis itu langsung, aku tak suka hal itu," kata Ndoro Japar yang memang tak berniat menambah istri.

__ADS_1


"ah sialan, karena surat brengsek itu kita dalam masalah besar, padahal aku tak pernah menyetujui hal itu," kata Romo Heru.


"terus maksudnya surat itu bagaimana," tanya Ndoro Japar yang terkejut.


"ah sepertinya karena dulu aku pernah di tolong oleh pria itu dan dia meminta ku meresmikan sebuah kertas kosong, aku yang tak berpikiran jauh menyetujuinya, karena dia berhasil menolong ku saat hampir mati setelah pertarungan," jawab Romo Heru.


mendengar itu membuat Ndoro jaiar terkejut, bagaimana bisa ayahnya jadi sembarang.


"sudah ayah, lebih baik oura tidur, dan besok aku punya rencana sendiri untuk semuanya," kata Ndoro Japar.


Ya Romo Heru tentu sudah mengetahui itu, karena putranya itu tak mungkin akan diam saja.


Dan dia akan mendukung apapun yang akan di lakukan oleh putranya itu.


tanpa di ketahui oleh siapapun,di rumah yang baru saja di tinggalkan oleh Agung.


Sesosok bayangan hitam datang dan mendatangi rumah yang tadi di awasi oleh pria itu.


Dia mencari tahu tentang semua hal di rumah itu dan menemukan dua kamar berisi dua gadis muda di dalamnya.


Tanpa basa-basi, dia langsung membius satu persatu untuk melancarkan aksinya.


Untuk satu orang gadis itu sangat mudah membereskannya,sedang gadis yang satu lagi ternyata bisa melawan.


Tapi sosok itu juga bukan orang biasa, terbukti dari cara wanita itu melawan.


"siapa kamu,"marah gadis itu yang merasa tubuhnya sangat lemas tapi masih berusaha bertahan.


"aku adalah ajalmu,"marah sosok berbaju hitam itu yang langsung mengikat leher wanita itu yang mulai lemas dan langsung menggantung gadis itu hidup-hidup.


"dengan wajah seperti itu,kamu ingin menjadi istri Ndoro Japar, jika bukan aku yang memilihnya tidak ada satu pun wanita yang pantas," jata sosok itu yang kemudian pergi dari rumah itu.


dia pergi melompati jendela dengan mudah, karena semua penjaga sudah terkapar tak berdaya, karena dia melumpuhkan semuanya dengan racun yang dia racik.


Tiba-tiba saat berjalan pulang, dia merasa kepalanya sangat pusing, dia pun bersandar di sebuah pohon besar


"brengsek kepala ku..."gumamnya.

__ADS_1


Saat akan pingsan, seseorang menahan tubuhnya dan kemudian membawanya pergi.


__ADS_2