
melihat Japar palsu yang terkapar tak berdaya, keempat istrinya langsung mengerubungi pria itu.
pasalnya Japar palsu itu terluka cukup parah karena di hajar habis-habisan oleh kelompok bandit pimpinan bogang.
tiba-tiba si bungkuk pun menegakkan tubuhnya, "ah ternyata dua hari menyamar membuat ku pegal, sayang tolong bantu aku melepaskan sumpelan ini," suara Ndoro Japar yang begitu ngebas.
Wulan pun dengan senang hati membantu suaminya itu, dan semua warga di desa terkejut melihat hal itu.
Tak hanya bungkuk palsu, luka ajah dan juga keriput bisa di lepas dengan mudah.
Gono dan Agung langsung memberi kode untuk mrndnggil beberapa anak buah mereka lagi.
"seharusnya jika kamu seorang putra dari Romo Heru, kamu tak mungkin tak memiliki pengawal yang rela mati untuk mu, tapi lihatlah betapa kasihan dirimu di hajar oleh bandit seperti itu, jadi akui siapa dirimu atau aku akan memisahkan kepala dan tubuh mu itu," kata Ndoro Japar yang sudah berdiri di samping Wulan sambil merangkul pinggang istrinya itu.
Japar palsu yang melihat itupun terkejut, dia tak tau siapa pria itu, tapi dari cara bicaranya dia persis seperti Romo Heru.
"siapa kamu, jangan mengatakan omong kosong, aku adalah Japar yang asli," teriak pria itu yang tak mau mengaku.
"dasar pria brengsek, beraninya!!" teriak agung yang di ikuti oleh semua anak buahnya mengarahkan pedang ke arah pria palsu itu
"aku adalah Ndoro Japar Hadikusumo, dan beraninya kamu mengaku sebagai diriku, bahkan kamu saja tak sebanding seujung kuku dengan ku," kata Ndoro Japar.
"apa... Kamu bohong itu tak mungkin," kata Laras.
"itu gebar nduk, apa kalian lupa jika aku baru pulang dari desa Romo Heru untuk menjual semua hasil panen ku,di sana sedang di adakan pesta tiga hari tiga malam untu merayakan pesta pernikahan dari putra sulung Romo Heru, yaitu Ndoro Japar yang menikahi kekasihnya sejak kecil, dan aku di sana menjadi saksi hidup, bahkan untuk bisa bertemu dengan Romo Heru, aku harus di periksa dengan ketat, dan jika pria di samping mu itu adalah benar putra Romo Heru, kenapa dia memilih tinggal di desa ini dan tak pulang, karena yang sebenarnya dia adalah palsu," kata pak Gondo yang merasa sedih dan kasihan karena keempat gadis itu sudah tertipu mentah-mentah.
"itu tidak mungkin..." teriak para istri Japar palsu
"tenang istri-istri ku,mungkin pak Gondo ini sudah di beli untuk berbohong, karena Romo tak tau jika aku sudah pulang dari bertapa," kata Japar palsu yang masih belum jujur.
"aku percaya pada mu kang mas,kalau begitu satu-satunya cara adalah menemui Romo Heru dan bertanya, siapa putranya yang asli," kata Dewi.
__ADS_1
"ya itu benar, karena aku sedang hamil dan ini waktu yang tepat untuk mu menujukkan jika kamu sudah punya istri dan calon anak," kata Laras yang menjadi istri ketiga pria itu.
Akhirnya para warga pun setuju dan besok pagi akan mengajak pria itu membuktikan siapa yang sebenarnya putra kandung dari Romo Heru.
Sedang Ndoro Japar dan Nyai muda Wulan ini kesal tapi ya mau bagaimana lagi, para warga di dusun terpencil itu sangat bodoh hingga bisa menelan kebohongan itu bulat-bulat.
"terserah kalian, jika besok Romo memenggal kepala kalian itu menjadi tanggung jawab kalian sendiri," kata Ndoro Japar.
Malam itu, Ndoro Japar dan rombongannya memilih pergi dari dusun itu, toh tak gunanya untuk tetap di dusun yang sudah hangus terbakar.
Sedang para warga membuat gubuk seadanya untuk tidur malam ini, dan besok mereka akan minta tolong pada Romo Heru, terlebih mereka sudah memperlakukan putranya dengan sangat baik.
keesokan harinya, Ndoro Japar dan rombongannya sampai di istana Bangura dan dia langsung berbincang dengan sang bapak.
Sedang Nyai muda Wulan memilih istirahat karena tubuhnya terasa begitu lelah.
Bahkan wanita itu tak mau sarapan hanya demi bisa istirahat selama sejenak saja.
Japar palsu ini masih sangat yakin karena dia tau jika putra dari Romo Heru ini belum pulang.
Jadi dia bisa berpura-pura menjadi pria itu, bahkan warga desa itu takjub saat masuk kedalam kediaman keluarga Hadikusumo yang mewah dan luas.
"siapa begundal yang berani lancang masuk ke istana Bangura dari keluarga Hadikusumo ini," tanya Geno selaku kepala pengawal.
"mang Geno, tolong bilang pada Romo jika putra kesayangannya ini sudah pulang, dan bilang juga dku membawa istri dan calon anakku bersama ku," kata Japar palsu yang benar-benar tak tau malu.
Tiba-tiba semua pengawal mengepung rombongan itu, "jika kamu memang putra dari keluarga ini, bagaimana bisa para pengawal itu mengepung mu," kata Kasyo yang keluar dari dalam rumah.
Tak lama sosok Romo Heru dan nyai Arumi keluar bersama dengan Ndoro Japar dan juga Nyai muda Wulan.
Japar palsu pun tak mengira jika dia akan di jebak seperti ini,ternyata informasi yang dia terima semuanya salah.
__ADS_1
"kenapa kamu ada di sana," kata Laras yang tampak ketakutan.
"kenapa kamu bertanya seperti itu, tentu saja karena dia putra kami," jawab Nyai Arumi sebagai istri dan nyonya rumah.
"jadi yang di katakan pria itu benar,kamu Japar palsu," kata Dewi lirih tak percaya.
"sial!!" teriak Japar palsu ingin lari,dia melawan beberapa orang untuk kabur.
Tapi para pengawal tak membiarkan itu, mereka mengikat Japar palsu dan menyeretnya ke sebuah tiang dan kemudian mengikatnya.
"berani-beraninya seorang pria yang entah berantah, mengaku dirinya sebagai putra ku, dan memanfaatkan itu untuk menikahi para wanita, dan kalian meski sebagai orang dusun, seharusnya tak bodoh dengan percaya begitu saja," kata Romo Heru marah.
"maafkan saya Romo, saya melakukan itu agar dapat menikmati hidup nyaman, tapi semuanya berantakan saat salah satu warga datang ke desa ini tanpa saya ketahui," kata Japar palsu.
"seharusnya dia dihukum mati saja," kata Nyai Arumi.
"tolong jangan nyai,saya sedang hamil dan saya tdk mau bayi saya tak punya ayah," kata Laras memohon.
Ndoro japar memberikan kode pada salah satu bawahannya,"minum itu dan aku akan membebaskan suamiku, dan tiga istri pria palsu itu juga harus mau meminumnya, atau aku akan membunuh semua orang dari desa itu," kata Ndoro Japar.
Akhirnya keempat istri Japar palsu itu meminum cairan berwarna merah itu dengan sekali teguk.
Dan setelah wajah mereka memucat, tiba-tiba sebuah panah melesat ke arah jantung Japar palsu.
ternyata itu panah dari Nyai muda Wulan, "aku tak bisa mengampuni pendosa yang berani mencemarkan nama suamiku,"
"tidak... Kalian berbohong," marah Laras yang lemah.
"sayangnya aku tak menjanjikan apa pun untuk kalian, dan sekarang kamu juga tak perlu khawatir, karena anak mu sudah menyusul ayahnya," kata Nyai muda Wulan.
"karena tak ada yang boleh mencemari nama agung keturunan dari keluarga Hadikusumo," kata Nyai Arumi dingin.
__ADS_1