
Malam kelam pun di lalui dengan istirahat, dan mbok ni serta mbok Jum terpaksa menjaga dua nyai yang lain di kamar mereka masing-masing
Dan Geno mendapatkan tugas untuk menjaga Bu Yayuk, karena besok pagi Romo Heru akan melakukan sesuatu.
Pria itu terus menjaga Arumi yang mengalami hal paling buruk, dan setelah sinar hari muncul.
Idan sudah datang mengajak mbok Minten untuk memeriksa semua istri Romo Heru ddn juga mantri juga datang.
tentu saja semua orang kaget melihat kedua orang itu, yang pertama Lestari.
Saat mbok Minten memijat perut wanita itu, wanita itu menghela nafas panjang.
Dan mengeleng pelan ke arah Romo Heru, dan pria itu tau apa kode dari mbok Minten
Kemudian giliran dari dokter yang memeriksa kondisi lestari, dan ternyata kondisi wanita itu sama persis seperti Sukma saat keracunan dulu.
Pria itu juga hanya bisa mengangguk, dan sudah di pastikan Romo Heru kehilangan satu istri yang bisa membuatnya memiliki anak.
"kita ke kamar Yanti," kata Romo Heru yang membuat lestari bingung.
Pasalnya ia tak tau hasil pemeriksaan dari wanita itu, entahlah apa yang terjadi hingga Romo Heru tak mengatakan apapun seperti ini.
Jadi dia mengikuti pria itu ke kamar Yanti, dan reaksi dari kedua orang yang memeriksa kondisi wanita itu juga mengeleng pelan.
"Siapa yang bertanggung jawab atas makanan kedua Nyai, kenapa mereka bisa keracunan seperti ini, Geno seret semua orang yang bertugas di dapur!!" teriak Romo Heru marah.
"Sendiko Romo," jawab Geno yang langsung ke dapur bersama anak buahnya.
__ADS_1
Dan langsung menyeret semua orang dari tempat itu untuk menghadap Romo Heru.
"Kalian mau jawab dengan jujur, atau aku harus membuat kalian semua kehilangan lidah kalian atau bahkan nyawa kalian," kata Romo Heru dengan marah
"Ngapunten engkang katah Romo, tapi kami tak melakukan apapun, apalagi berani meracuni semua makanan untuk Nyai dan Romo," jawab salah satu mbok mban yang menjadi kepala bagian dapur.
"Izin menyela Romo, jika memang makanan yang di sajikan beracun, harusnya Nyai Arumi juga teracuni, tapi dia belum di periksa Romo," kata mbok Jum yang membuat pria itu menoleh.
"ya kamu benar, mbok Minten dan dokter tolong periksa istri kedua saya," perintah Romo Heru yang bangkit dan langsung menuju ke kamar miliknya bersama Arumi.
Saat sampai di kamar itu, semuanya kaget saat mbok seh terlempar ke pembatas yang di pasang antara ruangan santai dan ranjang.
terlihat Arumi tampak begitu marah dan mbok seh sudah hampir mati di tangan wanita itu.
"sayang!!" panik Romo Heru.
Tanpa terduga, sosok Bu Yayuk menerjang semua orang dan mendorong Arumi hingga hampir jatuh.
Tapi saat Romo Heru ingin mendekat, Geno menahan pria itu agar tak menghalangi Arumi.
"saya mohon Romo, kali ini biarkan nyai Arumi menyelesaikan semua masalahnya sendiri," lirih Geno.
"Beraninya kamu melukai pelayan ku," marah Bu Yayuk yang sengaja di lepaskan oleh Geno.
Tanpa terduga wanita itu ingin memukul Arumi, tapi Arumi menendang Bu Yayuk terlebih dahulu dan mrngdmbil botol di meja itu.
Tanpa basa-basi Arumi langsung mencengkram erat mulut dari Bu Yayuk dan menuangkan semua cairan di botol itu dan membungkam mulut Bu Yayuk.
__ADS_1
"sekarang minum racun mu sendiri, dasar wanita sialan!!" marah Arumi yang mengejutkan semua orang termasuk Romo Heru.
setelah melakukan itu, Arumi berjalan ke arah suaminya, "sudah memenuhi untuk di buang bukan, cepat buang aku juga, karena aku melukai Wanita yang begitu kamu cintai,"
"seret Yayuk ke kamarnya, dan mbok Minten tolong lihat kondisinya dulu baru Arumi," kata Romo Heru dingin sambil menatap tajam ke arah Arumi.
Sedang dua wanitayang baru masuk kedalam rumah itu terkejut bukan main, kenapa Arumi yang terkenal begitu baik.
Kini bisa menunjukkan sisi paling kejam seperti ini, sedang Bu Yayuk panik karena dia harus segera membuat penawar racun itu.
Tapi semuanya terlambat, karena dia mengalami pendarahan parah karena racun yang dia minum dalam jumlah banyak
Sedang Arumi di ikat di salah satu tiang ranjang oleh Romo Heru, dan kemudian pria itu mengambil ikat pinggang miliknya.
Arumi tak takut sedikit pun, wanita itu tampak santai menatap sosok suaminya.
"kenapa ingin melukai ku dengan ikat pinggang itu, gunakan kemoceng yang ada di meja itu, lebih sakit asal kamu tau jika di gunakan untuk memukul," kata Arumi.
Tiba-tiba Romo Heru memasukkan jarinya ke mulut Arumi yang ingin mengigit lidahnya sendiri.
"apa kamu gila!!" bentaknya dengan sangat keras.
Bahkan membuat semua orang yang berada di luar kaget, tapi Arumi malah tak sadarkan diri.
Sedang di tempat Bu Yayuk, mbok Minten sedang mencoba menghentikan pendarahan pada wanita itu.
bahkan para mbok mbak silih bergantian masuk dan keluar sambil membawa air yang sudah bercampur darah segar.
__ADS_1