
Keesokan paginya, Ndoro jaiar sudah berganti baju begitu pun dengan Romo Heru.
Keduanya akan pergi melamar sesuai surat perjanjian yang tak mungkin Romo Heru bantah.
Saat Nyai Arumi datang dengan setelan lengkap,berbeda dengan istri dari Ndoro japar yang bahkan tak keluar kamar sedikitpun.
"mbok Yem kemana istriku, kenapa belum keluar?" tanya Ndoro Japar.
"ngapunten Ndoro, saya Dati pagi sudah mengetuk pintu kamar nyai Wulan tapi tak ada jawaban sedikit pun,saya takut nyai kenapa-kenapa karena kemarin Nyai sempat hampir pingsan," kata mbok Yem.
mendengar itu Ndoro Japar langsung lari ke arah kamarnya dan langsung menendang pintu kamarnya hingga rusak.
Ternyata wanita itu sedang berhias dengan santai,"kenapa kamu merusak pintu kang mas, kamu hanya perlu memanggil ku, aku akan keluar," kata wanita itu dingin.
"apa yang kamu katakan, aku khawatir karena mbok Yem bilang kamu tak menjawab panggilan dari pagi, jangan lakukan itu!" bentak Ndoro Japar.
"tenang saja, aku hanya tak mau merusak mood ku,karena aku akan mengantar suamiku melamar istri barunya," kata nyai Wulan yang membuat Ndoro Japar terdiam.
Dia tak menyangka akan melihat sosok istrinya seperti ini, dan saat Wulan keluar dengan wajah datar mengejutkan semua orang.
Bagaimana bisa wanita itu setengah itu, bahkan Nyai Arumi saja tak setegar itu saat Romo Heru memutuskan menikah lagi saat itu.
"kamu tak apa-apa nak?"
"iya ibu, aku baik-baik saja, aku bahkan akan sangat senang jika nanti kang mas langsung menikahinya sekaligus, karena setelah pernikahan itu aku akan resmi menjanda dan tak mau berhubungan dengan keluarga Hadikusumo," kata nyai Wulan yang membuat semua orang kaget dan tak percaya.
"apa yang kamu katakan nduk!!" marah nyai Arumi.
"Ita ibu, kang mas pernah memberiku satu permohonan yang bisa aku dapat saat aku ingin, dan saat ini aku minta permintaan itu, jika kang mas menikahi wanita lain selain diriku, maka aku akan meninggalkan rumah ini, tak peduli saat itu aku sedang hamil atau sudah memiliki anak,maka kang mas tak boleh mengakui anak itu, dan melihatnya selama sisa hidupnya, dari pada meminta nyawanya, lebih baik aku melihat dia sengsara karena tak bisa menyentuh istri dan anaknya," kata nyai Wulan dengan datar.
mendengar itu Romo Heru marah, "kamu tau semua keturunan Hadikusumo harus tinggal dan mendapatkan pendidikan yang baik," kata Romo Heru.
"aku juga bukan seorang wanita miskin Romo, aku bisa membesarkan anak ku dan menghidupi mereka dengan baik, jadi kita berangkat saja," kata nyai Wulan.
__ADS_1
Dia merangkul lengan suaminya, tapi Ndoro Japar menghempaskan ya dengan kasar.
"kamu bisa dengan mengatakan itu,mana cinta yang selalu kamu banggakan," kata Ndoro Japar.
"itulah cintaku, karena aku tak suka menyentuh dan di sentuh dengan pria yang sudah bekas orang lain," kata nyai Wulan dengan santai.
Romo Heru pun tertampar, dia tak menyangka jika menantunya ini benar-benar seperti Lastri istri pertamanya.
Tapi lebih sadis lagi, di tambah menantunya ini tak kenal takut bahkan padanya.
rombongan itu pun berangkat, saat keluar rumah itu, Kasyo melihat sosok keponakannya itu sudah menunjukkan dimana statusnya.
Ya Nyai Wulan sendiri ini bukan gadis biasa, dia putri tunggal dari pengusaha tembakau dan juga pemilik pengilingan padi paling besar di beberapa desa.
Selama perjalanan menuju ke rumah yang di tuju, Ndoro Japar terus memikirkan semuanya dan membuat kepalanya mau pecah.
Rombongan pun berhenti di sebuah rumah, tapi semua kaget saat melihat ada bendera kuning berkibar di rumah itu.
bahkan ada sepasang kembar Mayang di buat tapi dengan suasana duka.
dengan perlahan Kasyo membantu keponakannya itu keluar, "terima kasih pak lek," kata nyai Wulan.
"kamu harus hati-hati karena mereka sangat lemah, untungnya ayah mu tak menggila terlalu lama setelah pertengkaran kemarin," bisik Kasyo yang membuat Wulan tersenyum.
"maaf pak lek membuat mu dalam masalah," jawab Wulan yang tampak begitu senang.
Tapi itu membuat Ndoro Japar tak suka, dan langsung menghampiri istrinya dan merebut tangan Nyai Wulan.
"aku ada di sini, dan jangan ganjen dengan istriku," marah Ndoro Japar yang langsung mengandeng wanita itu.
"santai mas, kenapa buru-buru, mereka juga tak akan kemana-mana," kata Nyai Wulan.
"bagaimana mau kemana-mana, orang mereka sudah mati," kata Nyai Arumi yang berdiri di samping suaminya.
__ADS_1
"wah... Tidak beruntung sekali ya Bu," kata nyai Wulan yang meremas lengan suaminya.
Ndoro Japar menoleh dan terkejut melihat wajah istrinya yang tampak marah.
"kalian tunggu di sini, biar Romo dan ibu kalian yang masuk kedalam dulu," pamit Romo Heru yang membuat semua rombongan menunggu di luar rumah.
Di dalam rumah, terdengar suara tangisan yang begitu pilu, bagaimana tidak dua putri dari keluarga itu gantung diri semalam.
bahkan semua warga tak menyangka hal itu, pasalnya keluarga Suroso itu sudah membanggakan diri akan berbeda dengan Romo Heru.
Saat Romo Heru masuk kedalam rumah, dia langsung di sambut peluksn oleh pria itu.
"mereka bunuh diri semdlsm Romo, aku tak menyangka mereka dkan melakukannya karena mereka berdua sangat semangat saat tau akan menikah dengan putra mu, aku yakin jika mereka di bunuh,tolong bantu aku mengurus tentang masalah putriku ini," kata pria itu dengan suara yang sangat serak.
"aku akan bantu, tapi bukankah lebih baik untuk kedua mayat ini segera di makamkan, terlebih itu akan membuat warga terus membicarakan tentang kematian mereka, kamu mengerti maksud ku," kata Romo Heru yang tak tau harus sedih atau senang.
Setidaknya sekarang pernikahan putranya dan wanita yang dia cintai tetap akan bertahan.
akhirnya rombongan mereka beristirahat di salah satu rumah warga, terlihat Kasyo begitu menjaga nyai Wulan.
Itu membuat Ndoro Japar tak suka,"pak lek, sepertinya hari ini perlakuan mu pada istriku itu berlebihan," tegur pria itu.
"ya mau bagaimana lagi, aku mendapatkan mandat dari ayahnya untuk menjaga putrinya dengan baik, kamu tau Ndoro, ah sudahlah... Itu urusan mu dengan mertua ku, jadi siapkan dirimu," kata Kasyo yang pamit pergi.
Ndoro Japar melihat istrinya, "apa ayah tau tentang semua?" tanya pria itu.
"jangan lupa kang mas, mbok yem itu adalah orang yang di taruh ayah di sampingku, apa kamu lupa," kata nyai Wulan tersenyum sambil menikmati kacang rebus.
Pasalnya semua orang pergi ke tempat pemakaman untuk mengantar dia gadis yang akan mati bahkan sebelum tau wajah Ndoro Japar.
Ya itu terjadi karena mereka salah mencari musuh, tentu saja tak akan semudah itu.
Ndoro Japar merasa ada yang aneh, karena dari laporan dari Agung, keluarga itu sangat kejam.
__ADS_1
Tapi kenapa dalam semalam dua putri keluarga itu bisa gantung diri seperti itu tanpa alasan sepertinya mustahil.