Harem Suamiku

Harem Suamiku
meminta izin 2


__ADS_3

Sore hari, tanpa terduga Sukma datang ke rumah utama atau bisa di bilang istana Harem.


semua centeng yang sedang berjaga langsung bangun dan menyambut kedatangan Sukma .


Parjo membuka pintu kereta kuda itu, dan Geno mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu turun.


Mbok sami juga ikut turun, dan berjalan mengikut Sukma yang berjalan menuju ke dalam istana Harem.


"selamat datang nyai, mau bertemu dengan siapa?"


"tentu saja suamiku, apa kamu masih perlu menanyakannya?"ketus wanita pada mbok ni.


"mohon maafkan saya Nyai, saya memang bodoh Monggo saya antar ke taman belakang, karena Romo Heru sedang ada di belakang," jawab wanita itu.


Sukma merasa aneh, karena baru kali ini dia mendengar jika Romo Heru sedang berjalan-jalan dengan santai di taman belakang.


Dia melihat taman itu tak banyak berubah, dan ternyata Romo Heru sedang bersantai bersama Arumi.


Bahkan pria itu tambak membaca buku sambil tidur di paha Arumi dan tampak keduanya sangat bahagia.

__ADS_1


Dia merasa sedih dan bodoh, bagaimana dia di perlakukan tak adil saat Arumi bisa begitu di cintai.


jadi dia kali ini ingin berusaha sebisa mungkin untuk tidak takut, meski dia harus mati hati ini setidaknya dia bisa mengutarakan keinginannya.


"mohon maaf menganggu Romo, ada Nyai Sukma datang ingin bertemu dengan anda,"


mendengar panggilan itu, Romo Heru bangkit dan duduk di samping Arumi


"kemarilah duduk di sini, dan Geno pastikan sekitar sini aman dari siapapun karena aku ingin bicara dengan istri ku ini," kata Romo Heru.


Sukma terkejut mendengar itu, karena dia tak pernah mendapatkan perlakuan baik seperti ini dulu.


Sukma naik ke Sawung itu dan duduk berhadapan dengan Romo Heru dan Arumi.


"mbak Monggo di nikmati, dan maaf kami lagi suka makan yang asam-asam jadi suguhannya begini," kata Arumi begitu sopan


"kamu ini kenapa sih Arum, begitu baik, padahal tak semua orang suka pada ku, bisalah kamu bersikap kasar dan arogan sedikit, terlebih pada suami mu," kata Sukma tak suka Arumi yang klemar klemer.


"aku bisa saja memusuhi semua orang, tapi aku tak mau melakukan itu karena sangat melelahkan, termasuk status mbak juga bukan, karena jika mbak menyukai seseorang pasti akan terhalang status sosial yang mengikat mu, bagaimana kang mas,mau melepaskan mbak Sukma?" tanya Arumi yang bahkan bisa membawa keinginannya sebelum dia mengatakannya.

__ADS_1


"asalkan dia sudah menemukan pria yang tepat dan berani datang untuk meminta ku melepaskan Sukma, aku akan menceraikan Sukma dan menikahkan mereka," jawab Romo Heru yang mengejutkan Sukma.


Arumi tersenyum karena Sukma bisa menjalani hidupnya sekarang, "bagaimana mbak Sukma, maaf jika aku lancang karena aku melihat mbak begitu bahagia saat bekerja di luar istana Harem,jadi aku berpikiran seperti itu,"


"terima kasih Arumi, tapi siapa yang akan mau dengan ku, dan sebenarnya aku datang untuk meminta izin agar bisa mengajar di sekolah rakyat,apa kang mas mengizinkan karena bagaimana pun aku harus tetap izin dengan kang mas," kata Sukma.


"baiklah aku mengizinkan mu, tenang saja aku akan membantu mu jika kamu membutuhkan sesuatu, jadi jangan sungkan jika kamu butuh bantuan ku, dan ingatlah kamu juga tetap istriku saat ini, jadi aku masih berkewajiban terhadap mu,"


"baik kang mas, terima kasih atas izinnya," kata Sukma.


Mbok Sumi menyadari jika ada perbedaan besar di tubuh Arumi, wanita itu tampak berisi dan juga mengunakan baju longgar.


Dia melihat ke arah mbok Jum, "apa akhirnya Romo akan memiliki pewaris?"


"iya, ddn tolong rahasiakan dulu, karena Romo tak ingin ada yang tau dan membahayakan Nyai Arumi,"


"tentu saja, karena aku juga bagian dari keluarga ini, jadi aku akan melakukan sesuai dengan perintah Romo Heru," jawab mbok sami.


Arumi memang benar-benar memukau,bahkan seorang Romo Heru pun tak bisa lepas dari genggamannya.

__ADS_1


Dan yang terpenting, akhirnya setelah menunggu puluhan tahun, Romo Heru akan memiliki pewaris yang akan menjadi penerus nama keluarga Hadikusumo.


__ADS_2