Harem Suamiku

Harem Suamiku
jangan bodoh


__ADS_3

Rosita hanya bisa menangis mendengar ucapan dari saudaraku itu.


Dia tau jika semuanya sudah salah, tapi cintainya itu tulus sepenuh hati untuk Ndoro Japar.


"kalau begitu minta dia menikahiku..." mohon Rosita


"tidak semudah itu Rosita, kamu tau sebesar apa Ndoro Japar sangat mencintai istrinya, untuk kedatangan wanita lain saja sepertinya tak akan mungkin," kata Alex yang tau begitu besar cinta itu.


Tapi Rosita sepertinya sudah terobsesi dengan pria itu, "baiklah jika kamu memang sangat mencintainya dengan tulus, hanya ada satu cara," kata Alex yang membuat wanita itu melihat kearah sepupunya itu.


"maksudnya?" tanya wanita itu.


Alex pun membisikkan sesuatu, dia pun membuat Rosita tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Rosita pun mengangguk, dia akan melakukan itu sesuai arahan dari sepupunya itu.


Ya Alex tau tak mungkin seorang wanita akan tetap tegar saat melihat wanita lain terluka di depannya.


Tak butuh waktu lama, rombongan dari semua keluarga yang di pindahkan dari kediaman lama mereka.


Ke tempat rumah mewah milik keluarga Wicaksono yang akan menjadi tempat kediaman Ndoro Japar dan juga keluarganya nanti.


semua orang kaget melihat rumah rumah yang di buat secara berbaris dengan sangat luas, "apa ini desa baru kita?" tanya pemimpin rombongan itu.


"ini tempat baru kalian, di jamin lebih baik, dan setiap keluarga dapat satu bilik yang sudah lengkap dengan semuanya, silahkan Bono bantu mereka memilih untuk tinggal di bagian mana," kata bogang


semua orang akhirnya mendapatkan bilik miliknya, dan para wanita yang selama ini menjadi wanita yang melayani para anak buah Ndoro Japar pun di berikan bilik di sisi lain.


Dan untuk tiga orang, yaitu bogang, Nono dan Lasio juga punya rumah pribadi dengan istrinya.


Mereka memiliki tempat yang di tinggali, bahkan Lela dan Juminten sudah menempati dua kamar di rumah itu


Juminten sudah tak bisa terlalu banyak bergerak karena dia sudah hamil cukup tua dan sebentar lagi waktunya melahirkan.


"apa kamu menginginkan sesuatu, aku bisa membuatkan untuk mu?" tanya Lela pada adiknya itu


"tidak usah mbak,aku merasa jika sebentar lagi dia akan lahir, dan aku tak nyaman karena perjalanan jauh tadi," kata Juminten


Mendengar ucapan dari istri kedua suaminya, lelah pun bergegas keluar dari dalam rumah

__ADS_1


ternyata semua sudah berberes, dan suaminya sedang duduk bersama dengan orang-orang.


"mas kemarilah," panggil wanita itu yang menarik bogang masuk kedalam rumah.


"ada apa sih dek,"


"tolong bantu Juminten membuat dirinya nyaman, karena dia terkena efek saat perjalanan jauh kita," Kata wanita itu panik.


bogang pun melepaskan semua atributnya, seperti sabuk pinggang ydng berisi beberapa pisau dan juga cambuk.


setelah itu dia melepaskan pakaian atasnya dan kini mulai memeluk Juminten dari belakang.


Perlahan dia mengusap perut istrinya itu, perlahan-lahan Juminten merasa sangat nyaman bersandar dengan suaminya.


tiba-tiba air ketuban pecah dan wanita itu pun mulai mengejan untuk melahirkan.


Melihat itu, Lela langsung menyiapkan air hangat dan juga kain bersih, "terus dorong, kepalanya sudah mulai kelihatan," kata Lela yang kaget saat Juminten malah mendapat ciuman mesra dari suaminya.


Dan akhirnya wanita itu melahirkan seorang bayi laki-laki dengan sangat sehat, bahkan tangisan bayi itu sangat keras.


"selamat mas, bayi laki-laki," kata Lela.


Di sisi lain, terlihat semua warga kaget karena bayi dari pimpinan penjaga malah lahir di tempat baru.


Lela pun memotong ari-ari bayi itu dan setelah bersih memberikannya pada Juminten agar segera di susui.


Sedang dia dan Bogang ke area sumur untuk mencuci ari-ari dan juga semua baju yang berlumuran darah itu.


"mas begitu senang, tapi apa aku boleh mengatakan sesuatu?"


"terima kasih, tapi kenapa kamu tampak sedih begitu?" tanya bogang.


"aku cuma takut jika kamu akan melupakan dan membuang ku, terlebih bayi yang di lahirkan adalah anak laki-laki yang begitu di inginkan sebagai seorang anak pertama," kata Lela sedih


"jika kamu tdk suka aku bisa membunuhnya untuk mu, karena bagiku kamu utama dan anak itu adalah hadiah dari sang pencipta, di tambah jika aku punya anak pun harus jadi budak sepertinya, bukankah sebaiknya tak memiliki anak," kata pria itu santai


"sudahlah mas, ayo kita masuk karena kita harus memasak untuk kenduri,"


"ya aku akan bantu," jawab bogang.

__ADS_1


Dia juga mengirimkan pesan pada Ndoro Japar dan Nyai Wulan, dan saat membaca pesan itu.


Ndoro Japar pun tersenyum, karena para pekerja itu sudah siap di tempat yang akan menjadi rumah baru mereka.


malam itu, keluarga Hadikusumo pun di buat terkejut oleh ucapan dari Ndoro Japar yang datang sekaligus berpamitan.


"apa kamu tak nyaman, hingga memilih untuk pergi dari rumah ini," tanya nyai Arumi.


"bukan begitu ibu, aku ingin mandiri, aku rasa jika kamu tinggal secara mandiri itu akan sangat membantu kami bersikap dewasa," kata Ndoro Japar.


"baiklah Romo setuju, lagi pula adik mu Dika juga sudah mulai tumbuh dewasa," kata pria itu.


"terima kasih Romo," jawab Ndoro Japar yang membuat Nyai Arumi terkejut.


"kang mas, kenapa kamu mengatakan itu, kamu tau bukan jika aku tak suka jika anak-anak ku berjauhan,aku tak bisa seringkali melihat mereka," kata Nyai Arumi.


"kita bisa mengunjungi mereka dengan mobil ibu, jangan menjadi orang tua yang terlalu mengekang anak, terlebih japar juga sudah dewasa, dan kamu bisa fokus pada pertumbuhan Nala dan Dika,"


"bagaimana menurut ku le,"


"iya ibu, yang di katakan ayah itu benar, tolong izinkan aku ibu," kata pria itu dengan memohon.


Akhirnya dengan terpaksa Nyai Arumi mengangguk, tapi mereka masih ada waktu tiga hari sebelum pindah.


Karena rumah mewah itu juga harus mendapatkan perbaikan di beberapa tempat dan juga ruangan kerja milik Ndoro Japar yang sangat penting.


karena di ruang kerja itu harus ada tempat yang bisa di gunakan untuk melakukan hobinya.


saat Ndoro Japar sedang duduk santai setelah pembicaraan panjang itu, tiba-tiba datang sebuah kereta kuda.


Ketiganya tampak bingung kenapa ada tamu yang datang semalam ini ke kediaman keluarga Hadikusumo.


"siapa itu?"


"tak tau, apa dia tak punya tata Krama, hingga bertamu jam segini," kata Nyai Arumi.


tapi saat melihat siapa yang turun dari Kereta kuda itu membuat semuanya terdiam.


Pasalnya itu adalah orang yang selama ini menjadi orang kepercayaan Romo Heru di kota, ya dia om Eko, teman sekaligus rekan kerja.

__ADS_1


melihat itu, Romo Heru langsung meminta beberapa mbok mban membersihkan kamar tamu untuk bisa di gunakan oleh wanita itu.


__ADS_2