Harem Suamiku

Harem Suamiku
anak siapa?


__ADS_3

Kereta kuda itu sampai di rumah, terlihat para mbok mban sudah bergegas menyambut kedatangan Arumi.


"ibu, saya bawa angsanya ke belakang ya, dan aku akan memotongnya, boleh?" tanya bocah itu tanpa rasa takut.


"tentu saja, ibu mau ke kamar sebentar," kata Arumi yang tersenyum ramah


wanita itu mengganti pakaiannya dengan baju yang lebih nyaman, sedang di tempat lain yaitu di belakang rumah.


Setelah angsa itu di sembelih oleh Geno, kini tampak Japar sudah tak sabar untuk menguliti hewan itu.


Setelah itu dia membentuknya sedemikian rupa dan mulai membakarnya agar lemaknya turun.


Arumi kaget saat ke dapur dan melihat apa yang di lakukan oleh bocah kecil itu.


"cak Geno yang mengajarinya," tanya Arumi.


"tidak Nyai, dia memang seperti sudah terbiasa, bahkan anda tau dia sudah sangat mahir mengunakan pisau," jawab Geno.


Japar menoleh dan melihat ada Arumi, "ibu ini mau di masak apa?" tanya bocah itu dengan ramah.


"mau di masak rica-rica, jadi setelah di asap langsung minta mbok Jum untuk memasaknya ya, dan tadi ibu ingat kamu beli kue?"


"ah kue... Ada di dalam lemari, karena tadi mak ni mau memakannya," kata Japar yang membawa angsa yang sudah setengah matang itu.


setelah itu dia mengambil kue basah itu dan duduk di depan Arumi, terlihat Arumi tampak begitu senang bersama dengan Japar kecil.


"pak no mau?" tawar Japar pada Geno yang berdiri menjaga Arumi.


"tidak makan saja le," jawab pria itu yang sekarang juga luluh terhadapnya.


Japar bangun dan mengambil air dalam kendi dan gelas dan kembali duduk di depan Arumi.


"ibu minum dulu jangan sampai tersedak,"


"iya nak, aduh sekarang ibu tak kesepian sejak ada kamu, karena Romo sedang ada di luar kota,"


"Romo Heru, pria dengan tatapan tajam yang sering berjalan ke hutan larangan sendiri," tanya bocah kecil itu.


"apa? Bagaimana kamu tau?" tanya Geno terkejut.


"aku hidup di hutan itu sudah dari dua tahun lalu, saat warga mengusirku, aku tinggal di gua tempat Ki Ageng tinggal," jawab bocah itu.

__ADS_1


Geno pun langsung memeriksa punggung bocah itu dan ternyata benar ada tanda bintang di punggungnya.


"ah ternyata benar," gumam Geno.


"ada apa cak? kebaia wajah mu panik seperti itu?"


"tidak ada apa-apa nyai, Japar mau kan tinggal di sini bersama pak no,"


"tentu saja, aku mau tinggal di sini dan melindungi ibu Arumi," jawab bocah itu.


Geno tak sabar menunggu kedatangan dari Romo Heru untuk mengatakan jika bocah yang di bilang oleh Ki Ageng sudah datang dan bahkan memilih mengabdikan diri pada istrinya yang sedang hamil.


malam itu, semua orang di istana Harem berkumpul untuk menikmati makan malam bersama.


Arumi tak menyangka masakan yang dia inginkan bisa seenak ini, bahkan Japar kecil juga sangat lahap.


Setelah makan, para pria sedang berlatih tarung, karena Japar paling kecil di antara semuanya.


Geno menjadi lawannya, dan Arumi yang biasanya tak tertarik menyaksikan latihan itu,kini demi Japar dia rela duduk bersama para mbok mban untuk mengawasi putra angkatnya itu.


Terlihat Japar begitu cepat dalam menyerang meski pukulannya belum terlalu kuat.


Tapi yang membuat terkejut adalah, bocah itu begitu pintar mengunakan alat saat bertarung.


"benarkah, apa itu buruk?" tanya Arumi khawatir.


"tentu saja tidak Nyai, tapi bocah itu sepertinya bukan bocah biasa, lihatlah bagaimana Geno yang kuwalahan dengan bocah itu,"


Arumi mengangguk, dia tau jika Geno ini adalah pengawal yang memiliki kekuatan dan keterampilan bertarung yang sangat besar dan baik.


tapi bisa kelabakan melawan Japar, "semuanya sudah hentikan, kalian harus istirahat,ingat besok ada acara bersih desa, dan kita semua akan sibuk," kata Arumi.


"baik Nyai,"


Japar di ajak mbok Jum untuk istirahat di kamar para pelayan,karena mereka harus menunggu persetujuan dari Romo Heru jika ingin bocah itu tidur di Rumah utama.


Esok harinya semua orang sudah berkumpul di lapangan desa dan mulai melakukan bersih desa.


tapi berbeda dengan warga, karena kondisi Arumi yang beberapa hari ini menurun, wanita itu tak di izinkan untuk ikut kegiatan.


Di sisi lain rombongan dari Romo Heru sampai di pelabuhan, dan tanpa memberitahu istrinya.

__ADS_1


pria itu menyewa mobil untuk mengantarnya hingga ke rumah, dan memberikan kejutan besar.


Di desa semua orang sedang bersih-bersih desa dengan bantuan banyak warga.


Dan siang itu yang menyediakan makan adalah kediaman keluarga Hadikusumo.


Saat warga sedang menikmati makanannya, tiba-tiba rombongan dari Romo Heru ini sampai.


Pria itu turun dari dalam mobil dan mengejutkan semua orang, Arumi bangkit dan langsung lari dan memeluk tubuh suaminya yang sudah tiga Minggu tak di lihatnya.


"aku sangat merindukan mu..." bisik Romo Heru.


tapi tiba-tiba arumi mundur dan berjalan menjauhi suaminya, tatapannya nanar ke arah Romo Heru.


"ada apa dek, kamu kenapa?" tanya Romo Heru.


Wanita itu tak mengerti, dia tak menyukai saat dia mencium aroma tubuh suaminya, karena bercampur dengan aroma tubuh Yanti.


Dia tak suka jika membayangkan apa yang terjadi dengan keduanya, "tidak aku tak bisa,maaf..." lirih Arumi yang ingin pergi.


Tapi tangan mungil menahan Arumi agar tak lari, bocah itu menatap Yanti dengan tajam.


"tak ada yang boleh menyakiti ibu, kamu ingin membuat ibu menangis," tanya Japar dengan tajam.


"siapa bocah itu?" tanya Romo Heru melihat sosok Japar yang menatap kejam seperti itu.


Tiba-tiba Yanti mendekat ke arah Romo Heru, "Jang mas, bocah liar ini siapa, kenapa dia memanggil mbak Arumi ibu, Apa dia anak tidak sahnya,"


"jaga bicara mu!!" teriak semua mbok mban dan centeng yang ada di rumah itu.


"sekali lagi kamu mengatakan omong kosong, aku kepala centeng di rumah ini tak segan merobek kulit mu karena berani menghina nyai Arumi, meski aku harus mati!!" geram Geno.


"kamu berani melukai istri atasan mu Geno," kata Romo Heru.


Tanpa di duga Japar melempar golok yang di bawa Geno ke arah Yanti dan menancap di leher wanita itu hingga tembus.


Wanita itu pun meregang nyawa dengan darah yang mengalir dari luka itu


"pengganggu itu harusnya mati, bukan jadi benalu di rumah tangga yang sudah sempurna," kata Japar yang tetap tak melepaskan tangan Arumi.


Tiba-tiba Romo Heru muntah darah dan mengeluarkan cairan berwarna putih juga.

__ADS_1


"itulah jika lengah terhadap istri mu yang bisa mengunakan ilmu hitam," kata Japar yang tersenyum menyeringai.


"bocah sialan, siapa kamu sebenarnya," gumam Romo Heru.


__ADS_2