
Di tempat lain, para perampok yang mengetahui bos mereka seorang bocah sebenarnya tak terima.
Tapi melihat bagaimana cara Japar kecil melumpuhkan salah satu rekan mereka membuat mereka semua diam saat ini.
Tapi bogang tau apa yang ada di dalam hati para anak buahnya saat ini, pasti mereka gatal ingin bertanya tentang kebenaran yang selama ini dia sembunyikan.
"jika kalian ingin bertanya silahkan, khusus kali ini aku akan menjawab semuanya tanpa terkecuali."
Mendengar itu mereka pun saling pandang, karena tak ada yang berani mengambil konsekuensinya jika membuat bidang marah.
"baiklah, jika tidak ada yang ingin bertanya, maka aku akan menjelaskan tentang masalah bos besar, bagaimana bisa bocah sekecil itu menjadi pimpinan ku, tapi tolong dengarkan cerita ini dengan baik karena aku tak ingin ada kesalahpahaman nantinya," kata bogang.
di suatu malam, dia berhasil lari dari kejaran rombongan para pria yang ingin membunuhnya.
Ya dia berlari tanpa tujuan hingga dia tersesat di hutan terlarang ini, yang sudah terkenal angker dan sekali masuk mereka tak akan pernah bisa keluar lagi.
dia berhenti di sebuah pohon besar, dan mencoba mengatur nafasnya karena dia ngos-ngosan karena para warga kampung itu.
"sialan, ternyata suami wanita itu ingin membunuh ku, untungnya aku bisa lepas," katanya dengan nafas tersengal-sengal.
tapi dia heran kenapa suasana di sana sangat tenang,bahkan tak ada satupun hewan malam yang terdengar bersuara.
"aku ada di mana, kenapa tempat ini begitu mengerikan karena suasananya begitu mencekam,"
Dia pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, tapi yang dia tidak tau,dia tersesat makin dalam.
saat dia sampai di sebuah batu besar yang ada di tengah hutan, dia melihat ada seekor harimau besar sedang tidur di atas batu.
Tubuhnya tiba-tiba terpaku tak bis bergerak, bahkan tubuhnya itu gemetar hebat.
Dan saat kakinya bisa melangkah malah tak sengaja dia menginjak ranting pohon.
Dan harimau itu pun terbangun, dan langsung melompat menyerangnya, dan saat dia sudah tak bisa memikirkan apapun selain kematian dan rasa sakit yang dia rasakan ke sekujur tubuhnya.
"aik..." suara itu yang bisa dia dengar.
Dengan kekuatan yang tersisa, dia melihat ada sesosok bocah lusuh yang melihatnya.
"aik!!"
teriak bocah itu yang terus mengatakan hal itu. Sedang bogang sudah lemas.
"tolong... Sakit," katanya
saat kesadarannya hilang, dia tak tau di bawa kemana, tapi saat dia membuka matanya, dia melihat ada di dalam sebuah gua.
__ADS_1
"kamu sadar juga, tak ku sangka tubuh mu bisa bertahan padahal luka mu sangat dalam," kata Ki Ageng.
"anda siapa, dan bagaimana saya bisa di sini?" tanya bogang.
"ah itu ya, aku pemilik hutan larangan ini, dan kamu telah masuk ke wilayah yang tak seharusnya di sentuh, dan hampir saja kamu jadi mangsa belang," kata Ki Ageng yang membantu bogang duduk dan memberinya obat.
Setelah itu, pria itu bersandar di sebuah batu, ternyata seluruh tubuhnya penuh luka cakaran.
"tapi sebelum saya pingsan, saya melihat seorang anak kecil yang terus bilang aik.. Aik," kata bogang yang mencoba mengingat semuanya.
"ah itu cucu ku, dia memang lambat dalam bicara, itu dia baru pulang karena setiap pagi dia pergi mencari buah di hutan," kata Ki Ageng
bogang terperangah tak percaya, bagaimana bisa seorang bocah sekecil itu.
Duduk di atas punggung harimau benggala yang cukup besar, dan dia ingat jika harimau itu yang menyerangnya.
"aik... Ua," kata bocah kecil itu.
"kamu bawa buah aoa, dan belang sudah makan?" tanya Ki Ageng.
"dah," jawab bocah itu singkat.
bahkan bogang tak percaya melihat di pinggang bocah itu ada sebuah pisau.
"makan saja dulu, aku akan mengajari cucu ku sebentar," kata Ki Ageng yang menaruh buah-buahan di depan bogang.
dia duduk dan melihat apa yang di ajarkan oleh pria itu pada cucunya.
Ternyata bocah sekecil itu sudah belajar membunuh orang dan mengetahui setiap titik penting dalam tubuh manusia.
Bahkan meski dia belum bisa bicara, dia sudah bisa bermain dengan pisau dengan sangat baik.
Setelah lelah berlatih, dia akdn duduk dan menyandarkan tubuhnya di tubuh harimau besar itu.
"sebenarnya anda ini siapa, yang aku ingat satu-satunya keluarga yang punya kuasa seperti ini adalah keluarga Hadikusumo,"
"kamu benar, tapi sekarang aku cuma seorang pria yang tinggal di hutan," kata Ki Ageng.
"ku kira semua itu hanya mitos, tapi melihat bocah itu aku yakin jika keluarga anda punya bakat sejak mereka lahir, dan bolehkah saya yang lemah ini bisa belajar ilmu beladiri dari anda, dan juga beberapa ilmu Kanuragan yang lainnya," kata bogang yang berusaha bangkit dan berlutut.
"tentu saja, tapi kamu harus menandatangani perjanjian hidup mati dengan cucu ku, kamu akan jadi kekuatan tersembunyi untuknya, dan kamu yang akan mencarikan harta untuknya, kamu mengerti maksudku perampok bayangan," kata Ki Ageng yang mengejutkan bogang.
"tapi bukankah itu akan sangat menyulitkan dengan kemampuan saya jika hanya seorang diri," kata bogang bingung.
"aku akan mengajarkan semuanya padamu, dan kamu bisa menciptakan padukan mu sendiri, tapi tidak ada yang boleh tau siapa pimpinan mu, kecuali jika cucu ku itu sendiri yang menghendakinya," kata Ki Ageng.
__ADS_1
Bogang pun mengangguk setuju, dan di dalam hutan larangan itu dia berlatih dengan giat.
bahkan meski dia lebih tua dari Japar, tapi bocah itu benar-benar sangat cepat menguasai semua beladiri.
Dan lagi yang mengejutkan, dia bisa berdekatan dengan hewan buas, bahkan harimau belang besar itu seperti kucing untuknya.
Akhirnya saat bogang merasa siap, dia segera mencari padukan yang menurutnya tepat, dan dia memberikan laporan pada jalar melalui burung pembawa pesan.
semua anak buah dari pria itu diam, mereka seakan tak percaya dengan cerita bogang.
"kalian pasti tak percaya dan mengira jika aku pasti mengarang semuanya, tapi asal kalian tau, jika dia tak seperti yang aku ceritakan, mana mungkin kalian akan melihat Tomo yang terkenal sangat kuat ini babak belur hanya dengan pukulan tongkat," tanya bogang.
"kamu mengerti pemimpin, kami akan ikut setia pada Ndoro Japar Hadikusumo," kata mereka semua.
Akhirnya mereka pun kembali bersiap untuk perampokan dan pembunuhan yang akan di lakukan malam ini.
Sedang di istana Bangura, Japar sudah bersiap dan mengenakan baju yang seragam dengan keluarganya.
Saat dia keluar untuk berkumpul dengan keluarganya, dia kaget saat keluarga tuan Kalis datang.
Dan yang makin membuatnya tak suka itu, ayu mengenakan kebaya dengan warna yang sama dengan baju keluarganya.
para tamu juga mulai berdatangan ke rumah itu,bahkan keluarga Alex juga, dan pria itu langsung menyapa Japar.
"Ndoro aku ingin memperkenalkan mu pada sepupuku, dia baru datang dari Belanda, perkenalkan namanya Rosita dan akan mulai tinggal bersama keluarga kami karena dia ingin mempelajari budaya kita," kata Alex.
"selamat datang, semoga kita bisa berteman ya nona," kata Japar dengan sopan.
Rosita pun tak menyangka jika ada pria tampan dan begitu baik, tiba-tiba Ayu berdiri di samping Japar.
"apa dia akan sekolah di tempat kura juga Alex?" tanya ayu yang tak suka karena takut jika gadis itu akan merebut Japar miliknya.
"tentu saja, dia kemungkinan akan menjadi adik jelas kita, jadi tak usah khawatir," kata Alex yang mengerti ketakutan ayu.
Japar sudah tak bisa kemana-mana karena di tahan oleh teman-temannya.
Bahkan saat keluarga tuan Wicaksono datang, dia tak bisa menyapanya karena ayu menumpahkan minuman ke lain jarik yang dia gunakan.
"ah maaf tak sengaja," kata Ayu.
"sudahlah aku mau mengganti kain ku dulu,kamu tetap di sini bersama Alex dan Rosita," kata Japar yang langsung pergi.
Alex menahan ayu agar tak makin membuat marah Japar, karena itu bisa berakibat buruk nantinya.
Nyatanya Japar memilih untuk datang menyapa tuan Wicaksono dan Wulan sebelum berganti kain jarik.
__ADS_1