Harem Suamiku

Harem Suamiku
sadar Arumi


__ADS_3

Geno menghampiri sosok Gono yang di biarkan hidup dengan rasa sakit yang parah.


"apa yang membuat mu berani ingin melecehkan Nyai Arumi, apa kamu tak takut dengan kami atau bahkan Romo Heru!" bentak Geno.


"aku hanya di suruh!!" teriak Gono sambil menahan rasa sakitnya.


"siapa yang menyuruh mu," tanya Arumi yang terdengar sangat dingin dan datar.


"Nyai... aku tak bisa mengatakannya," kata Gono yang tau jika ucapannya itu akan menjadi bumerang untuknya.


"kalau begitu, biar aku membunuh mu!!" teriak Arumi yang mendorong mbok Jum hingga terjatuh.


dia tak Sudi membiarkan pria yang berusaha merusaknya bisa hidup dengan nyaman.


toh dia sudah punya bayangan sendiri siapa yang ingin menjadikannya wanita tak berguna saat ini.


tapi seseorang memeluknya erat, "tenangkan dirimu Nyi mas, ingat kamu tak layak mengotori tangan ku dengan darah pria seperti itu," suara Romo Heru yang baru menemukan lokasi itu.


Geno melihat sebuah cincin yang hanya di miliki oleh semua istri Romo Heru.


dan sayangnya itu adalah cincin dengan ukiran nomor Romawi angka satu.


tentu dua memilih untuk menyembunyikannya karena dia tau apa yang akan terjadi seandainya Romo Heru tau siapa orang yang berusaha membuat istrinya itu kesulitan.


Romo Heru melepaskan bajunya dan memberikan agar Arumi memakainya.


karena kondisi istrinya saat itu sangat buruk,kain jarik robek dan kebaya juga robek di bagian tangan dan rambut acak-acakan.


"apa yang telah di lakukan oleh pria busuk itu," tanya Romo Heru.


"jika kang mas mengira dia sudah menyentuh dan mengotori diriku, lebih baik yang aku sama seperti mbak Sukma, setidaknya aku tak akan menjadi incaran wanita yang tak ingin statusnya tergeser," jawab Arumi yang merasa buruk.


"tunggu Nyai, maaf saya lancang Romo, saya berani menjamin dengan nyawa saya, jika Nyai mendapatkan semua itu karena berjuang melawan para pria busuk ini bersama saya, dan saat Gono ingin melecehkan Nyai dengan menunjukkan bagian vitalnya, Nyai memotongnya dan benda itu ada di dekat kaki Romo," kata mbok Jum yang tak ingin Arumi di salah pahami.

__ADS_1


Romo Heru dan yang lain pun otomatis ikut menoleh ke tempat yang di tunjukkan oleh mbok Jum.


dan mereka semua merasa ngilu, bagaimana tidak mereka melihat benda itu tergeletak di tanah begitu saja.


bahkan utuh dengan dua telur juga, dan mereka semua merasa ngilu dan bergidik ngeri.


"maafkan aku... karena sempat curiga pada mu, sekarang kita pulang, dan bereskan semuanya," perintah Romo Heru.


"baik Romo!!" jawab semua pengawalnya.


Geno pergi setelah membunuh Gono dan mengumpulkannya jadi satu dan membakar Semuanya jadi satu.


selama di dalam mobil, mbok Jum dan Kasyo hanya diam saja, begitu pun dengan Romo Heru yang terus merangkul istrinya itu agar tenang.


saat mobil sampai, semua orang yang berada di istana Harem bergegas menghampiri mobil itu.


Bu Yayuk yang berlari paling dekat, tapi mbok Jum yang turun duluan,menghalangi wanita itu.


"tunggu Nyai, tolong mundur, karena nyai Arumi baru saja mengalami hal buruk," kata mbok Jum yang sebenarnya penampilannya tak kalah semrawut dari Arumi.


"cukup Yayuk!! minggir atau kamu di hukum tak boleh keluar sebulan," marah Romo Heru.


wanita itu pun memilih mundur karena tak mau jika harus sebulan mendekam di kamarnya.


saat Romo Heru turun dari mobil,Bu Yayuk, Yanti dan Lestari tampak kaget melihat sosok Arumi yang begitu acak-acakan.


"kang mas kenapa dengan dek Arumi?" tanya Bu Yayuk.


"tidak perlu ada yang tau, mbok ni persiapkan semua kebutuhan mandi nyai Arumi, dan aku sendiri yang akan membantunya, dan mbok Jum bersihkan dirimu juga," perintah Romo Heru.


"baik Romo,"


Bu Yayuk tak mau jika suaminya itu kembali menghabiskan waktu dengan Arumi.

__ADS_1


"biar aku bantu kang mas," kata Bu Yayuk mengajukan diri.


"kamu tuli, aku akan membantunya sendiri, lebih baik persiapkan untuk makan malam,dan kenapa dua wanita itu tak berganti baju," kata Romo Heru marah.


"tapi tradisi tidak mengizinkan mereka melepaskan baju pernikahan sampai anda sendiri yang datang ke kamarnya, untuk menghabiskan malam dengan mereka," kata Bu Yayuk.


"sudah ku katakan berapa kali, di rumah ini aku hukum yang harus di ikuti, jadi siapapun yang tak mau mengikuti ku maka Semuanya dapat hukuman," kata Romo Heru.


"baik kang mas, saya mengerti," jawab Bu Yayuk yang mulai merasa jika suaminya itu benar-benar sangat marah


pria itu terus memeluk erat Arumi di gendongannya, dan membawanya ke dalam kamar.


"mbok seh... antar dua nyai baru ke kamar mereka dan segera ganti baju, dan kemudian kita berkumpul untuk makan malam," kata Bu Yayuk yang merasa tak di hargai lagi


sesampainya di tempat mandi, Romo Heru memastikan sendiri jika istrinya itu benar-benar masih tak tersentuh siapapun.


tapi untunglah itu benar, karena semua pakaian yang di gunakan di dalam baju semuanya aman.


sedang di tempat mbok Jum, wanita itu sudah selesai mandi dan sedang mengobati semua luka yang dia dapatkan.


"aku tak menyangka mbok, kamu bisa tak berdaya dan hampir membuat nyai di lecehkan, tapi untunglah wanita itu bisa bertindak kejam saat seseorang ingin melukainya," kata Geno masuk kedalam kamar mbok Jum.


pria itu menarik kaki mbok Jum dan menaruhnya di perutnya dan mulai mengoleskan obat yang dia bawa.


"kamu tau Geno, aku juga bukan wanita bodoh, aku tadi ingin melihat bagaimana nyai Arumi bersikap dalam kekacauan karena dia tak boleh percaya siapapun meski itu aku atau bahkan Romo Heru," kata mbok Jum.


tanpa terduga Geno mendorong kaki mbok Jum ke lantai dan kemudian mencengkram dagu wanita itu.


"ingat ini saja mbok, selalu waspada karena musuh yang mengincar Nyai Arumi itu bukan orang yang jauh dari kita, melainkan orang dari dalam rumah ini sendiri, dan jika kamu tau siapa wanita itu, kita tak mungkin bisa melakukan apapun,"


Geno meletakkan sebuah cincin di tangan wanita itu sebelum pergi, "cukup kamu saja yang tau siapa otak penyerangan kali ini, dan pastikan kamu menutup mulut mu,"


mbok Jum hanya tersenyum saja, bagaimana tidak, jika berurusan dengan sosok itu, itu akan sulit.

__ADS_1


buktinya sampai Hesti meninggal dunia dan Sukma di usir pun, kasus keracunan yang mengakibatkan ketiga wanita di istana Harem tak bisa punya anak tak bisa terpecahkan.


itu membuktikan jika memang, Romo masih sangat menomor satukan sosok itu.


__ADS_2