Harem Suamiku

Harem Suamiku
permohonan maaf


__ADS_3

Nyai muda wulan masih beristirahat di kamarnya, para mbok mban tak ada yang berani mengusik wanita itu


terlebih Ndoro Japar sangat menjaga istrinya itu, "sayang bangun yuk, kenapa kamu malah tidur terus," bisik Ndoro Japar mengusap pipi istrinya itu.


wanita itu perlahan membuka matanya, Ndoro Japar pun tersenyum senang melihat istrinya itu sadar.


"jadi apa yang kamu rasakan?"tanya Ndoro Japar.


"hanya pusing kang mas, aku mungkin hanya kecapekan," kata Nyai Wulan.


Nyai Arumi masuk kedalam kamar putranya itu, sambil membawa sup ayam kampung dengan rempah.


"bagaimana bisa kamu tidak kecapekan, jika suami mu ini seperti monster saat di ranjang sepertinya," kata Nyai Arumi.


"ibu berlebihan, aku tak akan seberbahaya itu," kata Ndoro Japar malu.


"benarkah, tapi kamu putra bapak mu, jadi aku malah yakin jika kalian itu sama, sudah tdk usah di bahas, sekarang kamu makan dulu ya nduk," kata Nyai Arumi yang meminta mbok Jum untuk mempersiapkan semuanya.


Nyai Wulan yang mendapatkan perlakuan baik dari mertuanya itu sangat senang.


Dia yang tidak mengenal kasih sayang dari ibunya, kini malah mendapatkan semuanya dari ibu mertuanya.

__ADS_1


"terima kasih ibu," kata nyai Wulan dengan sopan dan terharu, bahkan sampai meneteskan air mata.


"loh kamu kenapa kok malah nangis sih, sudah jangan sedih, karena ini ibu lakukan karena kamu sudah seperti putri ibu," kata Nyai Arumi.


"terima kasih ibu," kata wanita itu dengan senang hati.


Dia pun di bantu Ndoro Japar untuk menikmati sup yang akan menambah stamina itu.


Bahkan Ndoro Japar juga ikut menikmati sup itu,dan pria itu tampak menyukainya.


"jika kamu mau,mbok Jum bisa ambilkan lagi,dan jangan menganggu istriku makan," tegur nyai Arumi pelan.


Nyai Arumi memberikan beberapa kode pada beberapa mbok mban miliknya untuk segera mengambil pesanan itu.


Dia merasa jika nasibnya akan lebih buruk jika melakukan kesalahan. dan saat Ndoro Japar menerimanya.


Nyai Arumi pun meninggalkan keduanya ke ruang tengah untuk melihat putra putrinya yang lain sedang apa


"kalian sedang apa?" tanya Nyai Arumi


"kamu sedang mengerjakan tugas tapi sepertinya besok kami tak akan bisa sekolah lagi deh," kata Dika.

__ADS_1


"kenapa memangnya?" tanya Romo Heru yang batu pulang


"karena pak Sodik membuat mas japar marah, itu seperti dia mematikan semua penghasilannya sendiri bukan,"


"ya kalian benar juga, kalau begitu biar nanti bapak buat kalian sekolah di tempat yang baru,"


"baik pak, kami mengerti," kata keduanya dengan senang hati.


setelah selesai makan, Nyai Wulan hanya duduk santai dia tak ingin bertanya apa pun sekarang.


Dia sibuk membantu melihat dan memeriksa beberapa berkas pabrik yang sekarang menjadi tanggung jawab suaminya.


tanpa terduga, Nyai Sukma dan Ndoro Sodik datang untuk menemui menantu keluarga itu, dengan tujuan meminta maaf.


tapi tanpa terduga, sebuah tataian sinus mereka terima dari nyai Arumi, karena dia paling tak suka orang yang bersikap sombong.


"mau apa kalian datang ke sini," tanya Ndoro Japar yang sudah mempersilahkan keduanya untuk duduk.


Nyai Arumi tak menyangka jika kedua orang itu benar-benar tak tau malu, setelah apa yang terjadi, bisa-bisanya mereka datang dengan begitu santainya.


"istri ku sulit memaafkan mu, jadi jangan harap apapun," kata Ndoro Japar yang melihat kedua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2