Harem Suamiku

Harem Suamiku
siapa kamu?


__ADS_3

Setelah acara sekolah, Semuanya sudah pulang kecuali Japar yang ikut ke sekolah rakyat yang di dirikan oleh Ndoro Sodik dan Sukma.


"jadi Ndoro muda, kenapa ingin ikut kesini?"bra-nya Ndoro Sodik yang duduk di depan Japar.


"aku penasaran siapa gadis cantik dengan mata berwarna keemasan itu, bukankah gadis itu sangat berbeda dengan orang desa lainnya," tanya Japar tanpa Tedeng Aling-aling.


"ah dia ya, dia itu hanya gadis biasa, dia juga murid batu di sekolah ini, memang kenapa sepertinya Ndoro begitu tertarik?"


"itu karena mata indahnya, dan juga baru jdli ini ada gadis biasa yang bisa memiliki paras secantik itu,"


"kamu ini benar-benar mirip dengan bapak mu ya le, pintar sekali jika menilai dan mengetahui wanita cantik, aku ingat benar bagaimana dulu dia mengatakan akan menikahi Arumi, padahal hanya satu kali bertemu," kata Sukma yang menyajikan minuman dan kue.


"namanya juga buah tak jauh dari pohonnya, sudahlah dia cuma gadis desa, dan jangan bilang kamu tertarik padanya ingat ya le, kamu itu harus fokus belajar karena kamu adalah harapan besar,"


"iya aku mengerti ibu besar," jawab Japar.


akhirnya mereka makan kue bersama, sedang Japar yang pulang duluan melihat istrinya itu sedang duduk santai di pendopo rumah.


"selamat datang Romo," sapa semua pelayan.


"iya, dan tumben sekali kamu di teras, apa sedang menunggu ku?" tanya Romo Heru.


"iya kang mas, tapi kenapa anda pulang sendirian dimana Japar?" tanya wanita itu yang menyalami tangan suaminya itu.


"dia sedang di tempat Sukma, karena tadi dia pamit mau melihat sekolah di desa," jawab Romo Heru yang duduk di samping istrinya itu.


"memang ada apa, sepertinya ada hal besar yang terjadi ya di sekolah, terlebih putra ku itu tak pernah melakukan hal buruk tanpa pikir panjang," kata Arumi yang menang mengenal putranya itu.


"ya kamu benar, putra mu itu memang benar-benar sangat wah, aku saja sampai bingung bagaimana mengaturnya, kamu tau sayang, di sekolah dia bahkan di perlakukan buruk, apa dia bilang tentu tidak, jadi aku mengunakan ancaman untuk semua orang tua murid sialan yang berani menghina putra ku," kata Romo Heru yang benar-benar marah.


"kang mas, memang kamu tak percaya dengan putra mu, hingga kamu melakukan itu, tenang saja dia itu bukan bocah sembarangan," kata Arumi tersenyum.


"lihatlah, aku selalu tak bisa berkata-kata saat berhadapan dengan mu."


Mereka berdua pun duduk santai di sana, sedang Japar sudah bersiap untuk pulang.


Saat seorang gadis mengintipnya dari salah satu sudut sekolah itu, dan dia tentu menyadari hal itu.


"jika kamu ingin bicara keluarlah, kenapa kamu harus bersembunyi seperti itu?" kata Japar menoleh.

__ADS_1


Gadis cantik itu pun keluar dengan pelan, dia mengulurkan sebuah botol kaca yang membuat Japar heran.


"apa ini?" tanya Japar yang tak mau mengambilnya.


"ini adalah parfum, aku sudah membuatnya untuk anda, dan silahkan di coba," kata gadis itu.


"tapi kenapa ini darimu, aku saja tak mengenal mu," kata Japar heran.


"aku ... Aku... sudah terima saja," kata gadis itu yang memberinya secara paksa pada Japar.


Setelah itu gadis kecil itu lari meninggalkan jaoar, saat ingin membuang botol itu, dia melihat sebuah hiasan di sana.


Sebuah bulan sabit yang di ukur di botol itu, dia ingat jika semalam dia meminta teman kecilnya membuatkan parfum.


Tapi gadis ini sangat cantik bukan seperti bulan yang memiliki penampilan yang begitu buruk.


"sudahlah biarlah aku simpan saja," gumam Japar.


Akhirnya dia memutuskan untuk pulang, dan saat sampai dia tak lupa mencuci kaki dan mencuci tangan sebelum masuk rumah.


Saat masuk tentu saja dia sudah di tunggu oleh Arumi yang langsung memberinya pelukan hangat.


"maafkan aku ya Bu, aku tadi menolong penampilan dari sekolah rakyat, dan setelah itu ibu besar mengajak ku makan dan mengunjungi sekolah itu, apa ibu tak menyukainya?" tanya Japar.


"tentu saja tidak nak, kenapa ibu tak menyukainya, tapi lain kali tolong bilang dulu ya, dan lagi bapak mu itu benar-benar membuat pusing dari tadi,"


"memang bapak kenapa ibu?" tanya japar bingung.


"lihatlah sendiri nak, dia sedang apa di dalam sana," jawab Arumi.


Japar masuk kedalam rumah dan kaget melihat beberapa orang tua murid yang suka menganggu dirinya di sekolah.


Japar langsung mendekat dan mencium tangan Romo Heru dan memeluknya sebagai adat kesopanannya.


"le lunguh kene sek," kata Romo Heru.


"inggeh bapak, ada apa?" tanya Japar yang sudah merasa ada yang tak beres.


"lihatlah mereka yang datang untuk mewakili anaknya minta maaf padamu, karena anak-anak mereka selalu menganggu mu," kata Romo Heru.

__ADS_1


"memang kenapa harus mereka, harusnya kan orang yang membuat salah yang harus meminta maaf, atau karena mereka terlalu menyayangi anak mereka hingga memutuskan meminta maaf padaku, atau hanya takut karena kalian semua tau jika Romo ini memiliki banyak kuasa dan takut jadi miskin," kata Japar yang membuat semua orang diam.


"bukankah sama saja," kata salah satu orang tua di sana.


"kalau menurut anda sdma, bagaimana kalau izinkan aku melakukan satu hal yang aku inginkan pada anak kalian semua, setidaknya itu akan menghiburku, benarkan bapak?" kata japar meminta pembenaran.


"tentu saja, jadi itu terserah kalian saja," kata Romo Heru yang membuat semua orang kebingungan.


karena mereka tak menyangka akan mendengar ucapan yang ambigu, bagaimana tidak Romo Heru benar-benar tak memberikan celah untuk bisa bertahan.


"saya setuju," kata pria yang mengira jika Japar ini cuma bocah biasa.


"tentu terima kasih, aku tak akan mengecewakan mu, tapi siapa nama anak mu?" tanya japar.


"Andi,"


"ternyata pesuruh dari William, itu bagus sekali tapi anda yakin tak akan menyesal mengizinkan aku melakukan satu hal pada putra mu?" tanya Japar memasukkannya lagi.


"tentu saja, asal jangan melukai wajahnya," kata pria itu.


"terima kasih..." kata Japar tersenyum menyeringai.


Bocah itu benar-benar tak sabar untuk melakukan hal yang dia inginkan.


Sedang Romo Heru tau otak dari putranya itu yang mempersiapkan kejutan besar untuk semua orang tua yang ada di sana.


"kalau begitu saya pamit pergi,karena harus belajar," kata Japar tenang.


Tapi saat baru beberapa langkah, dia ingat sesuatu karena Romo Heru pasti mengenal semua orang.


"Romo boleh aku tanya, siapa nama anak pak Wicaksono?" tanya japar penasaran.


"namanya Wulandari, biasa di panggil Wulan, ada apa nak?"


"ah tidak ada Romo," jawab Japar yang meninggalkan ruang tamu.


🥀🥀🥀🥀🥀😀


Halo semuanya, tolong mampir ke novel otor ini juga ya, jangan lupa vote dan like juga🙏🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2