Harem Suamiku

Harem Suamiku
kisah lama


__ADS_3

"apa cak Kasyo belum pernah menikah?" tanya tuan Wicaksono yang merasa heran.


Kasyo pun dengan malu mengangguk dan menggosok belakang lehernya.


"izin jawab, di rumah kami banyak centeng yang belum menikah, kasian mereka udah pada tua tapi belum berkeluarga, ya itu pun harus menyaksikan kemesraan dari baik dan ibu juga, pokoknya kasihan deh," kata japar yang benar-benar membuat Kasyo malu.


"Ndoro hentikan, karena kami terikat janji sampai mati," kata Kasyo.


tuan Wicaksono mengerti tentang janji hidup mati itu, karena jika keluarga terdahulu melakukan kesalahan atau menjual keluarganya.


maka para keturunannya harus melanjutkan perjanjian hidup mati itu sampai keturunan yang di jual sesuai perjanjian.


"pasti sangat sulit ya hidup dengan janji seperti itu, karena saya yakin jika cak Kasyo ini orang yang sangat baik," kata tuan Wicaksono.


"anda tau julukan dari centeng Romo Heru, setan tanpa belas kasih, jadi ucapan anda itu tak benar," kata Kasyo yang menunjukkan tatapan tajamnya


Tapi semua kembali patah karena ulah Japar, "sudah gak usah pasang tampang jelek begitu, ya memang mereka punya julukan begitu tapi nyatanya pret,"


mendengar itu Kasyo pun langsung memilih keluar rumah, dan memilih merokok di bawah pohon rindang di sana.


sedang Japar masuk ke dalam untuk berbicara dengan tuan Wicaksono dan juga bermain dengan Wulan.


Tanpa terduga Sari mengantarkan minuman untuk Kasyo dan juga gorengan, "aku tak tau apa yang di katakan Ndoro Japar tadi itu bercandaan atau mungkin serius, tapi aku ingin bilang satu hal, tak semua wanita dari kalangan strata sosial seperti ku melihat pria dari kela mereka juga, asal kamu tau aku juga sudah tak pantas di sebut kelas atas lagi, karena aku tercemar sebelum aku menikah, jadi jangan terlalu berkecil hati," kata sari yang langsung memilih pergi.


Kasyo diam, dia pun seperti menerawang masa lalu, dia pernah melakukan sebuah kesalahan dulu.


"apa itu di kebun tebu, kamu yang hampir di lecehkan oleh Lima pria?" tanya pria itu yang membuat Sari berhenti.

__ADS_1


Dia menoleh bagaimana bisa Kasyo tau,padahal dulu tak ada yang tau, dan setelah kejadian itu mereka pindah rumah.


"kamu siapa?" tanya Sari terkejut.


Sedang Kasyo merasa tampak begitu tenang, dan hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu.


Sari yang tak mendapatkan jawaban pun marah dan mendekati pria itu dan langsung mencengkram erat baju pria itu.


"jawab aku, siapa kamu sebenarnya!!" teriak wanita itu dengan keras.


"maaf, bukannya menolong mu dulu,aku malah membuat mu menanggung luka begitu dalam, tolong maafkan aku..." kata Kasyo melepaskan tangan Sari dari bajunya.


tanpa terduga,wanita itu malah memeluknya erat dan menangis di pelukan Kasyo.


"aku menunggu mu, aku pergi bukan karena malu tapi mereka memfitnah keluarga ku, dan mereka membuat ku yang ingin mencari mu kehilangan jejak mu," kata sari yang memang sudah mencintai Kasyo dari awal pertemuan mereka.


"apa... siapa mereka?" tanya Kasyo yang memang tak seberapa ingat dengan kelima pria itu.


"Kadir, Doyok, Dikin dan Jamil, mereka memfitnah ku, dan bilang jika orang tua ku menjual ku demi uang, dan saat itu orang tua ku di massa dan kemudian di bakar hidup-hidup, dan untungnya mas berhasil membawaku pergi, Karto..." tangis Sari yang mrndnggil nama asli dari Kasyo.


"apa Sari, dia Karto? pria yang membuat mu hamil tanpa pernikahan, dan menghilang begitu saja!" marah tuan Wicaksono.


pria itu mendekat dan menarik baju Kasyo dan langsung menghajarnya, bagaimana tidak dia dan keluarganya malu selama bertahun-tahun.


Tapi pria ini malah tampak santai dan malah menunjukkan wajah tanpa dosa.


"tunggu dulu tuan, jangan sampai aku turun tangan pada mu, kenapa tidak mendengarkan penjelasannya dulu, toh dia tidak berniat pergi tapi setelah Lima belas tahun, dia harus mulai bekerja di tempat Romo Heru karena perjanjian hidup mati, dan jika aku tidak salah dia bahkan tak pernah melirik wanita selain bulek sari," kata Japar yang menghentikan aksi dari tuan Wicaksono.

__ADS_1


"kalau begitu, minta Romo Heru untuk bertanggung jawab atas hancurnya harga diri adikku," kata tuan Wicaksono.


Tanpa bicara, Japar melompat dan menendang dada tuan Wicaksono, "yang harus bertanggung jawab harus melakukannya, jangan memimpikan hal yang di luar nalar, atau aku akan membuat mu paham sampai mana batas kesabaran putra dari ibu Arumi ini, jadi tetap di sini dan jangan mengharap hal yang berlebihan," kata Japar yang menaruh pisau di leher tuan Wicaksono.


Wulan sudah menangis melihat ayahnya di scan seperti itu, bagaimana jika jalar melukai ayahnya.


"tunggu Ndoro jangan lukai bapak ku," mohon gadis itu memohon.


"tentu saja tidak akan, karena bapak teman ku adalah teman, tapi bilang padanya Wulan jika dia berani menginginkan hal yang mustahil maka kepalanya yang akan jadi taruhan, atau kamu mau menggantikannya menjadi budak ku?" tawar Japar yang mendekati sosok Wulan.


Tapi tuan Wicaksono menarik lengan japar, sekali ayunan pisau itu membuat luka dalam hingga membuat pria itu kesakitan.


"jangan menyentuh ku, karena aku tak suka di sentuh oleh orang yang tak tau balas budi," kata Japar yang membantu Kasyo bangkit.


"aku akan menjamin jika bapak tak akan melakukan hal yang di luar keinginan mu Ndoro, dan jika bapak ku Wicaksono melakukannya, aku rela jadi budak mu sampai aku mati nantinya," kata Wulan yang memohon pengampunan untuk keluarganya.


"gadis pintar, aku terima sumpah ku,jika kalian berani lari dariku, maka aku akan membunuh kalian hingga tujuh turunan kalian, dan meski kalian ke lubang semut pun, pasti aku akan menemukannya," kata japar yang sudah di persilahkan naik kedalam mobil oleh Kasyo.


Dua orang itu langsung pergi meninggalkan rumah keluarga tuan Wicaksono, ternyata penglihatan Sari tak salah.


Pria yang dia lihat beberapa kali itu memang benar mantan kekasihnya, tapi kenapa sekarang urusannya jadi runyam begini.


Dan malah membuat keponakannya menjaminkan hidupnya untuk kebebasan dia dan seluruh keluarga Wicaksono.


Dan tuan Wicaksono tak menyangka putrinya skan melakukan itu, "maafkan aku, karena ucapan bapak kamu jadi harus melakukannya," kata tuan Wicaksono.


"semua sudah terjadi, yang terpenting sekarang kura menunggu keputusan dari Romo Heru pak," kata Wulan yang memang punya pemikiran yang dewasa

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Japar langsung menarik Kasyo dan mendorongnya hingga tersungkur di depan Romo Heru.


melihat hal itu, dengan santai Romo Heru bertanya pada putranya, "ada apa lagi nak?"


__ADS_2