
"selamat datang, kenapa tak bilang, setidaknya aku bisa menjemput mu dengan mobil, agar kamu tak harus lama naik delman begitu," kata Romo Heru pada temannya itu.
"tidak masalah kendaraan itu memang lama, tapi menyenangkan jika bisa naik dan menikmati suasana malam di desa." jawab Eko yang berpelukan dengan Romo Heru.
"iya wes, perkenalkan putra ku," kata Romo Heru menunjuk pada Ndoro Japar.
"ini yang sering kamu ceritakan, mana istrimu le," tanya pria itu yang memang sudah sangat kenal baik dengan keluarga Romo Heru
"Istri saya sedang istirahat di rumah orang tuanya, dan kemungkinan besok pagi dia akan di antar oleh ayah kesini," kata Ndoro Japar
"kenapa anak mu tidak bisa seromantis dirimu, padahal dulu kamu kemana-mana tak ketinggalan istrimu ini loh,"
"iya aku mengerti, jadi tak usah komentar ya," kata pria itu yang langsung mengajak tamunya itu pergi.
om Eko ini sekarang bekerja sebagai pengacara dan yang menanggani beberapa kasus dari Romo Heru
Dia juga membantu mengerjakan beberapa kasus dari Ndoro japar tentu lewat Romo-nya.
__ADS_1
"oh ya, besok minta anak mu tak keluar karena aku ingin dia menandatangani banyak dokumen karena aku berhasil membeli apa yang dia inginkan."
"benarkah, aku tak sangka kamu bisa membuat para pemilik lahan itu mau menjual tanahnya,"
"tentu semua butuh uang dan otak, sudah aku mau istirahat," kata pria itu santai.
Keesokan harinya, saat Nyai Wulan ingin berangkat menuju ke rumah mertuanya.
"apa semuanya sudah selesai,apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya tuan Wicaksono yang tak ingin ada kekurangan pada perjalanan mereka kali ini.
Langkah mereka terhenti saat melihat sosok gadis berdiri di depan rumahnya dengan membawa pisau.
Ini bukan kali pertamanya, dia melihat gadis yang menggilai suaminya datang dengan keadaan yang super buruk, "kamu mau apa?" tanya tuan Wicaksono
"aku ingin menunjukkan jika di dadaku hanya ada nama suamimu, aku datang kesini untuk membuktikan itu, apa kamu tak percaya padaku, aku mohon izinkan aku menjadi bagian hidupnya..." kata Rosita yang mulai mengarahkan pisau itu ke arah jantungnya.
"apa serendah itu harga dirimu hingga harus memohon seperti ini," kata Nyai Wulan tak menyukai apa yang terjadi.
__ADS_1
Tapi Rosita tak bergeming, dia tetap berdiri dan mengarahkan pisau itu ke jantungnya.
tuan Wicaksono pun memberikan kode untuk meringkus wanita itu, "tahan dan bawa ke depan Romo Heru, dan pastikan dia tak mengatakan apapun,"
"baik Romo," jawab pata centeng yang langsung Meringkus wanita itu agar tak menjadi masalah.
Setelah selesai, Rosita di bawa ke rumah keluarga Hadikusumo , sedangkan Alex yang menunggu keluarnya para penghuni rumah.
Tapi anehnya setelah satu jam, adik sepupunya itu tidak kunjung keluar, dia pun melihatnya tapi tak menemukan siapapun.
karena rumah itu sudah sepi, tanpa terduga seseorang memukul bagian kepalanya dengan keras hingga pingsan.
"bereskan dia juga," kata pria itu dingin.
Dia tdk mengira akan bertemu lalat lalat tak tau aturan dan malu seperti ini.
Dan dia juga penasaran apa yang akan di berikan sebagai hukuman oleh Ndoro Japar nantinya.
__ADS_1