
BLAAM!!
Cahaya yang muncul berubah menjadi gelombang energi yang sangat panas. Shadow monarch hampir terjatuh, tetapi tertahan oleh pedangnya. Bola api tersebut masih akan terjatuh. Shadow monarch mengeluarkan sebuah bola petir ditangannya. Bola petir tersebut sangatlah kuat, bahkan menyambar tanah sana sini. Bola petir tersebut dilempar oleh Shadow monarch kearah bola api. Dan Shadow monarch menciptakan bola petir lagi dan dilempar kearah iblis api.
Iblis api menahan bola petir tersebut menggunakan tangannya. Iblis api seperti sedang kesulitan saat menahan bola petir milik Shadow monarch. Dan bola petir yang sedang berhadapan dengan bola api bertabrakan satu sama lain dan menciptakan fluktuasi energi dahsyat. Sehingga, semua yang berada disekitar area tersebut akan merasakan panas yang dahsyat dan angin yang bertiup kencang dengan tegangan petir yang kuat.
Disaat bola petir yang ditahan oleh iblis api meledak, Shadow monarch menyerang dengan sangat cepat menggunakan pedangnya. Seluruh tubuh dari iblis api terpotong-potong dari tangan kepala hingga kakinya. Tetapi, disaat bola api dan bola petir tersebut meledak, ledakan tersebut membuat Shadow monarch terpental mundur. Yang mengherankan iblis api teregenerasi kembali seperti tak terjadi apa-apa.
Iblis api memunculkan bola api lagi dimulutnya lalu mengeluarkan pancaran api lagi. Dan pancaran tersebut ditahan oleh tangan Shadow monarch. Shadow monarch seperti terdorong oleh pancaran api tersebut hingga terdorong mundur. Shadow monarch menyerang balik seperti saat tadi. Tebasan yang hebat menyebabkan tubuh iblis api terpotong-potong lagi. Tetapi, dalam hitungan detik, tubuh iblis api teregenerasi kembali seperti semula. Tetapi, orang yang memperhatikan dengan teliti akan melihat bahwa tubuh iblis api kian mengecil.
"Apa kalian tahu? Tubuh dari iblis api kini telah mengecil."
Kai lagi lagi seperti orang yang tahu segalanya. Bahkan disaat iblis api meregenerasi tubuhnya, Kai memperhatikan kalau kemampuan regenerasi dari iblis api kian melemah dan menjadikan tubuhnya teregenerasi dengan tidak sempurna.
"Ya. Kelemahan dari iblis api adalah disaat tubuhnya menjadi sekecil manusia lalu dimusnahkan."
__ADS_1
Taro mengetahuinya karena ia telah meneliti Fire demon of death menggunakan hyper hibrida komputer miliknya. Dan iblis api akan mati disaat tubuhnya sekecil manusia lalu terkena serangan yang cukup fatal.
"Tetapi pengecilannya harus terkena kerusakan dan meregenerasi tubuhnya. Itu mungkin agak sulit bagi Adrine untuk menyerang iblis api dengan kendali manusia raksasanya yang berat."
Heyto juga tahu pasti kalau mengendalikan makhluk yang besar tak akan mudah dan ringan. Energi yang dibutuhkan haruslah besar dan kuat.
"Coba kita lihat, masih berapakah energi yang dimiliki Taro." Ujar Taro sambil mengotak-atik komputer yang digunakan untuk pengawasan.
"Bagaimana caranya kita tahu?" Tanya Tiran.
Taro adalah kultivator yang lebih mementingkan ilmu pengetahuan dan teknologi daripada kultivasinya sendiri. Jadi, Taro itu lebih suka menciptakan sebuah percobaan percobaan sendiri dibandingkan untuk berkultivasi.
"Aku ingin tahu alatnya." Ujar Kai.
Taro yang masih mengetik di keyboard digital masih fokus dengan apa yang akan ia keluarkan. Taro seperti sedikit agak kesulitan untuk menunjukkan penemuannya.
__ADS_1
"Nah, ini dia. Kamera ini adalah hasil dari kombinasi X-ray, Thermal, dan Variable Zoom. Ini kunamakan Electromagnetic Energy Scanner Thermal Zoom. Atau disebut dengan, EMESTHEZO!!"
Taro sangatlah bersemangat kalau sedang dalam pembahasan tentang teknologi dan sejenisnya. Disaat yang sama, setelah kembali menebas habis iblis api dan menahan bola api lagi, Adrine membutuhkan energi untuk bisa menyerang balik lagi. Mata tengah Adrine berfluktuasi.
"Tapi, apakah ini efisien dan akurat?"
Tiran seperti meragukan penemuan dari Taro. Tiran sedikit tak percaya dengan teknologi, karena ia percaya dengan kekuatan saja.
"Tenang, aku telah memodifikasi dan sudah diuji coba sekitar 1 tahun yang lalu. Ini sudah terjamin efisien dan akurat."
Taro yang sangat yakin mersa sangat pasti dengan penempatannya. Taro pasti melakukan uji coba dengan apa yang telah ia ciptakan. Bahkan, kabin simulasi adalah hasil buatan Taro yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Dan kabin simulasi telah ada semenjak lebih dari 70 tahun yang lalu. Diantara mereka semua yang paling tua adalah Taro.
"Bagaimana? Hasilnya apakah benar?" Tiran masih meragukan dengan hasil ciptaan Taro.
Disaat Taro memulai pemindaiannya, didalam kamera pemindainya memperlihatkan sesuatu yang membuat Tato sangat terkejut.
__ADS_1
"Ini... Tak mungkin. Ini mustahil. Apa ini mungkin?" Mata Taro terbelalak disaat melihat data yang ada pada layar monitornya.