
Beberapa bulan sebelumnya Adrine telah berlatih untuk meningkatkan penguasaannya terhadap Tremendous Absorption. Secara tak disangka, mata putihnya bereaksi dan Adrine mendapatkan sebuah pencerahan. Perspektifnya terhadap sihir meningkat dan bersamaan dengan itu dia mendapatkan teknik baru.
Di dalam dunia bawah sadar, Adrine menciptakan ruang yang cukup luas. Perspektif waktu di dalam dunia itu sangatlah cepat dibandingkan dengan waktu di dunia yang sebenarnya. Di sana dia sempat berlatih hingga berbulan-bulan tetapi ketika ia sadar bahwa tubuhnya hanya terlelap selama tiga menit saja. Teknik ini ia kembangkan sampai sekarang dan dapat digunakannya terhadap orang lain.
Adrine juga memberinya nama Dunia Pikiran, itu karena dunia itu terhubung langsung oleh pikirannya.
Untuk uji coba pertama kalinya ia lakukan kepada sang putri kesembilan dari Sekte Mata Emas yang sempat meneriakinya. Tepat setelah itu gadis yang menjadi kelinci percobaan ini tak sadarkan diri.
Perspektif waktu di dalam Dunia Pikiran semakin cepat untuk sekarang ini. Hanya dalam tiga detik saja, Adrine telah membuat putri kesembilan tersiksa selama lebih dari dua bulan. Keterampilan seperti ini amat sangat mengerikan, hanya saja ini memakan banyak sekali energi tiap detiknya.
'Aku harus menyelesaikannya secepat mungkin,' batin Adrine.
Segera ia melakukan hal yang sama kepada ketiga putri lainnya, ini menyebabkan jiwa mereka sedikit terganggu. Tepat setelah itu energinya terkuras begitu banyak tetapi Tongkat Energi Selestial memberinya stok energi dalam jumlah besar, sehingga Adrine dapat kembali segar bugar seperti tak melakukan apapun.
"Hahaha ... Dengan begini aku dapat memaksimalkan niat pembunuhku dan kabur dari sini dengan leluasa. Tugasku sudah selesai dan aku mendapatkan apa yang kumau," gumamnya senang.
Sebelumnya Adrine juga telah membuat kesepakatan dengan petinggi kota Yunsha, yakni tuan Kazuki dan juga Naithi. Dengan kepergian gadis berambut panjang dengan warna biru laut itu harus digantikan dengan kembali membawa sandera. Tak peduli entah itu pria ataupun wanita, asalkan mereka adalah orang penting dari Sekte Mata Emas.
Adrine setuju dengan kesepakatan itu dan dia juga menjanjikan akan memberikan teror kepada sekte tersebut. Reina awalnya tak percaya dengannya, tetapi sekarang ini matanya telah terbuka sangat lebar bahwa Adrine mampu untuk melakukannya.
Tuan Kazuki sebenarnya enggan untuk mempercayainya, yang dibutuhkannya hanyalah kembali membawa sandera.
"Seharusnya tiga dari mereka itu cukup," ucap Adrine.
Lantas dia membuka sebuah gerbang dimensi dengan mata hitamnya dan memasukkan keempat putri ke dalamnya.
Setelah itu pria yang matanya ditutup ini menghilangkan penghalangnya dan segera pergi. Gerakannya sangat cepat menuju ke arah Reina, mereka telah mempersiapkan sesuatu di suatu tempat sebelum pertarungan Adrine melawan pangeran ketujuh dilakukan.
"CEPAT KEJAR DIA!!!" perintah salah seorang tetua.
Mereka telah bersiap untuk menangkap Adrine, tetapi ada dari mereka yang sadar bahwa keempat putri telah menghilang. Dia juga menduga bahwa gadis-gadis itu telah diculik oleh pengembara yang mendadak kekuatannya berubah menjadi seperti monster yang sangat mengerikan.
Reina yang telah melihat Adrine keluar dari arena segera bergegas menuju ke tempat yang telah mereka rencanakan. Tetapi sebelum itu, Adrine ingin menepati janjinya kepada petinggi kota Yunsha. Dia akan memberikan teror terhadap Sekte Mata Emas dalam skala yang besar.
Tepat sebelum pergi, Adrine merampok dan menghancurkan beberapa toko. Beberapa prajurit yang dikirim untuk menangkapnya telah berhasil dihindari hingga bahkan mereka pun tak sanggup untuk melawannya. Pria ini juga menyerang beberapa pemuda hingga membuat mereka cacat, seperti memotong lengan dan kakinya, atau bahkan melumpuhkan kultivasinya. Itu benar-benar teror yang menjadi tragedi bagi Sekte Mata Emas.
'Itu dia.'
Adrine sampai pada tempat yang telah direncanakan. Di sana Reina telah menunggunya dan ada beberapa pemuda di tahap Keberlanjutan yang mengepungnya. Walaupun dapat dengan mudah untuk disingkirkan, tetapi tetap saja mereka mengganggu.
SLAAAASH!!
Adrine mengayunkan pedangnya dan tebasannya itu mengenai beberapa pemuda. Karena saking lemahnya, ada beberapa dari mereka yang mati karena serangan itu.
__ADS_1
Adrine sebenarnya telah menciptakan tempat teleportasi sebagai jalan untuk kabur. Teknik ini didapatkannya dari meniru teknik teleportasi milik Loki. Hanya saja sedikit berbeda dalam cara kerjanya.
Ketika diaktifkan maka akan ada garis melengkung berwarna merah yang terus memanjang hingga lama kelamaan akan membentuk lingkaran. Setelah membentuk lingkaran mereka akan diteleportasikan ke tempat yang telah mereka tetapkan. Dikarenakan garis melengkung itu membutuhkan waktu, para pengganggu pun berdatangan. Untung saja Adrine dapat membereskan mereka dalam sekejap.
"AKTIFKAN FORMASI ANTI-TELEPORT!!!" teriak salah seorang tetua yang pertama kali mengejarnya.
Tetapi ketika formasinya baru diaktivasi, formasi perpindahan milik Adrine lebih dahulu memindahkannya. Mereka terlambat dan kedua pengembara yang meneror Sekte Mata Emas sebelumnya telah pergi sangat jauh.
Sebelumnya Reina lah yang memasang penanda di daerah yang telah ditentukan, hanya tinggal menunggu Adrine yang dapat mengaktifkannya. Kelemahannya adalah formasi tersebut masih dapat dengan mudah untuk dilacak. Mengetahui hal tersebut, Adrine segera membuat rencana bagaimana caranya agar pergerakan mereka tak diketahui. Sehingga sebelum dia berangkat menuju ke sekte tersebut, ia terlebih dahulu memasang penanda pertamanya di dekat kota Yunsha. Setelah itu membuat formasi baru di sekitar Sekte Mata Emas yang akan digunakan untuk pelarian seperti sekarang ini. Kelebihannya adalah ketika formasi tersebut belum diaktivasi, maka akan sangat sulit untuk ditemukan kecuali para ahli jimat tingkat tinggi.
"Kita harus bergegas, mereka akan segera kemari!" tegas Adrine.
Dia dan Reina segera bergegas ke formasi kedua yang berada tak jauh dari penanda sekarang ini. Penanda memang dapat memudar seiring berjalannya waktu, tetapi tetap saja akan membutuhkan waktu sekitar sepuluh hingga dua puluh menit.
Mereka berdua berlari ke arah sebuah goa kecil yang sempat mereka temukan di sekitar wilayah es yang menyemburkan air panas atau yang biasa disebut geiser. Geiser sendiri tak selalu terjadi di wilayah yang dingin ataupun wilayah dengan permukaan es. Tempat ini berlawanan dengan arah ke kota Yunsha.
Para prajurit yang dibangkitkan oleh Adrine sebelumnya telah tumbang kembali dan jiwa mereka segera masuk ke dalam dunia bayangan.
Remaja yang matanya ditutup dengan kain itu segera mengaktifkan formasinya. Mereka pun berpindah ke penanda yang telah mereka siapkan di dekat kota Yunsha. Garisnya bergerak sedikit lama karena jarak transmisinya yang bisa dibilang cukup jauh. Kedua penanda harus terkoneksi dengan baik agar dapat berpindah secara aman, jika menggunakan cara yang beresiko seperti mempercepat salah satu di antara kedua penandanya maka ketika target dipindahkan akan terjadi kecelakaan yang berupa ledakan dari penanda kedua.
Beberapa detik kemudian Adrine dan Reina berhasil berpindah dengan aman. Dan ketika mereka berdua memasuki kota, mereka disambut dengan ramah dan dijemput langsung oleh tuan Kazuki serta beberapa tetua lainnya.
Sebenarnya Adrine tak membutuhkan itu semua. Tepat setelah itu, dia membuka gerbang dimensi yang di dalamnya terdapat empat orang putri dari Sekte Mata Emas yang berhasil diculiknya. Dia menarik tiga di antaranya dan melemparkannya ke tanah.
Para petinggi itu merasa takjub dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Di sini tugasku telah selesai. Kubawa tiga putri sebagai sandera, aku juga telah membunuh keempat penjaga gerbang, membunuh pangeran keenam dan ketujuh, dan mematahkan lengan pangeran kelima. Satu lagi, aku menaruh teror dan ketakutan dengan cara merampok beberapa toko dan melumpuhkan kultivasi beberapa pemuda yang mencapai tahap Keberlanjutan dan Nirvana," jelas Adrine.
Sebenarnya apa yang dilakukannya itu terlalu berlebihan menurut Reina. Itu karena mereka telah melakukan sesuatu di luar misi yang mereka terima.
Para tetua dan beberapa prajurit kota Yunsha yang berkumpul di sana tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Adrine. Menurut mereka itu semua hanya dilebih-lebihkan saja agar mendapatkan bayaran yang lebih.
Adrine tahu akan tatapan mereka padanya, mereka menaruh rasa tidak percaya terhadapnya. "Kuberikan ini sebagai bukti!" serunya seraya melempar sebuah cincin penyimpanan pada petinggi yang menyambutnya sebelum ia pergi ke Sekte Mata Emas.
"Di dalam cincin penyimpanan itu terdapat separuh dari harta karun yang aku dapatkan dari merampok sekte itu. Ambillah saja!" lanjutnya.
"I ... Ini ... "
Para petinggi itu benar-benar terkejut ketika membongkar isi yang ada di dalam penyimpanan itu. Mereka menemukan 7 buah artifak tingkat Semesta, 4 buah artifak tingkat Sejati, dan sebuah artifak tingkat Suci. Ada juga beberapa material berharga dan puluhan pil tingkat Duniawi.
"Naithi! Di mana gadis itu?!" tanya Adrine. Ia tak melihatnya dari balik kerumunan yang mengerumuninya.
"Aku di sini!"
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara gadis dan terlihat tangan yang terangkat ke atas. Dia adalah gadis yang dicari oleh Adrine, gadis itu segera mendekatinya dengan menerobos kerumunan bersama adiknya.
"Itulah kelebihan dari Tubuh Naga Azure. Auranya tak dapat dideteksi secara sihir dan ketika tubuhnya belum sepenuhnya bangkit, keberadaannya akan sangat lemah secara fisik," jelas roh Naga Bintang Api yang tiba-tiba saja muncul.
Adrine sama sekali tak terkejut dengan itu, ia sudah terbiasa dengan kemunculan mendadak di saat leluhur Shin dulu masih bersamanya.
Tangan kiri Adrine segera melingkari pinggang gadis itu. "Kalau kalian tak percaya, lihat saja ini!"
Segera dia membentangkan sayapnya dan menampilkan wujudnya ketika menjatuhi teror terhadap Sekte Mata Emas. Dia terbang ke atas untuk memberitahu bahwa dia cukup kuat untuk melakukannya. Hal itu membuat para tetua kota Yunsha itu diam tak bergeming melihat wujudnya itu. Di dalam hati mereka juga merasa jika pembunuh bayaran yang satu ini memang mampu untuk melakukannya.
Adrine juga melepaskan niat pembunuhnya yang membuat orang-orang di sana merasa tercekik. Lantas mengurungkannya kembali dan kembali pada tubuh biasanya.
'Ugh ... Yang barusan itu ... Apa dia benar-benar Adrine yang kukenal? Ah tidak, aku masih belum mengenalnya dengan baik,' batin Reina yang sempat terpukau melihat sosok pria yang tinggal sekamar dengannya.
"Karena tugas kami telah selesai, kamu akan pergi," tutur Adrine.
Reina telah mendapatkan bayarannya, pria yang bersamanya itu juga telah mendapatkan apa yang ia mau.
Adrine mendapatkan dua belas buah buah cincin penyimpanan dan yang satunya telah ia berikan untuk kota Yunsha. Semua itu ia dapatkan dari merampas milik para pangeran yang telah dikalahkannya dan para putri yang dibawanya kembali sebagai sandera serta ia juga mendapatkannya dari prajurit yang telah dibunuhnya.
Dia dan dua gadis yang bersamanya segera bergegas keluar dari kota Yunsha dan segera menuju ke perbatasan Prefektur Yamura untuk kembali.
Sesampainya mereka ke gerbang perbatasan, mereka telah ditunggu oleh beberapa orang yang tak diketahui. Mereka berjumlah delapan orang dan memiliki basis kultivasi di tahap Nirvana Alam Kedua.
'Apa mungkin mereka itu kiriman dari Sekte Mata Emas?' batin Adrine sembari mengerutkan keningnya. Tatapannya begitu tajam dan penuh kewaspadaan.
"Siapa kalian?" tanyanya.
"Tak penting siapa kami, orang-orangku telah kalian penjarakan dan kau harus mempertanggungjawabkannya ... Dan dua gadis itu akan kami bawa."
Mereka benar-benar mirip seperti orang yang sempat menghalangi Adrine dan Reina untuk memasuki wilayah Prefektur Yamura. Dan Adrine menduga mereka mungkin saja adalah bagian dari orang-orang itu.
"HAHAHA! DI SINI KALIAN RUPANYA!!!"
Tiba-tiba saja ada teriakan dari arah belakang. Ketika Adrine menoleh, ia melihat belasan orang yang tengah menuju padanya. Mereka juga adalah pemuda yang memiliki basis kultivasi di tahap Nirvana Alam Kedua.
"Setelah mengacau di sekte kami, kalian pikir kalian ingin pergi ke mana?"
Rupanya mereka yang mengejar dari belakang adalah sekumpulan pemuda dari Sekte Mata Emas. Ada juga beberapa kultivator wanita yang ikut mengejarnya.
Kini Adrine telah dikepung dari dua sisi dengan kubu yang berbeda. Tak disangka dia benar-benar banyak membuat musuh setibanya di Prefektur Yamura.
'Mereka benar-benar telah mengepungku,' batin Adrine.
__ADS_1
Bersambung!!