
Sudah beberapa hari Adrine berada di kota Toturao dan pada hari ini adalah saatnya Monumen Iblis 6 Tahun terbuka. Adrine keluar dari hotel T-1 bersama dengan anggota gengnya, ia juga sudah mengatakan bahwa dirinya akan berpisah dan tujuannya adalah menuju ke tempat perjanjian Adrine dengan para pewaris lainnya untuk masuk ke dalam monumen tersebut sesuai dengan rencana.
'Aku hanya akan menunggu sampai Loki mengaktifkan formasinya,' pikir Adrine.
Sebelumnya Adrine yang telah memasukkan pasukannya ke dalam bayangan Violet, Viona, dan Loki dapat melihat bahwa tak ada tanda-tanda pergerakan yang mengusik persiapan ketiga pewaris itu untuk membentuk sebuah lingkaran formasi. Jadi mereka bertiga dapat kembali dengan selamat dan pasukan Adrine telah ditarik kembali dan ia juga mengetahui keselamatan dari ketiga rekannya.
Tak berselang lama setelah Adrine membicarakan tentang Loki, darah yang ada padanya dan disimpan di dalam cincin penyimpanannya mulai bereaksi. Ia segera mengeluarkan darahnya dan tubuhnya pun mulai bercahaya setelah darahnya mulai melebur.
SRIIIING!!
Adrine pun menghilang dari pandangan.
***
Di atas gedung, Adrine sudah berkumpul dengan yang lainnya. Mereka memandangi bagian orang-orang yang ada di bawah dan berebutan untuk berada paling depan. Orang-orang terlihat sangat kecil dari atas karena gedungnya yang sangat tinggi, tinggi gedung yang dipijaki kedelapan pewaris itu setidaknya lebih dari 300 meter.
"Kayak semut, haha ... " Ucap Loki untuk menghibur lainnya.
Adrine masih fokus untuk memandangi para pemburu yang ada di sekitar, ia yakin bahwa master Heyto sudah tahu jika identitasnya sebagai pemburu telah diketahui oleh muridnya itu.
"Apa ada kamera pengawas di atas sini? Kita aman kan?" Tanya Rendi yang agak cemas jika perkumpulan mereka terungkap.
"Tenang saja, aku sudah memeriksa semuanya yang ada di sini dan aku hanya melihat satu kamera saja, aku sudah mensabotase kamera pengawasnya," jelas Loki, jika dilihat bahwa persiapan pewaris yang satu ini sangatlah teliti dengan setiap bagian-bagian yang kecil.
Monumen Iblis 6 Tahun belum juga terbuka, masih menunggu sampai matahari lebih tinggi di atas kepala, kerumunan juga semakin banyak dan terlihat jika di bawah sana sangatlah sempit yang bahkan terlihat hingga bergerak pun sepertinya juga tak bisa. Adrine dan yang lainnya menghela nafas lega karena berpisah dengan kerumunan yang menyesakkan itu.
"Setidaknya walaupun sampai dua jam lagi kita menunggu kita mungkin akan tetap aman dan yang pasti sangat nyaman dibandingkan dengan yang di bawah sana," ujar Razer sambil membaringkan tubuhnya.
"Yah, kau benar, lebih baik di atas sini daripada harus berdempetan dengan yang di bawah sana," tambah Violet yang duduk di samping Razer dan diikuti oleh Viona.
"Untung saja tempat yang kupilih ini strategis, dan untuk turun ... Kita bisa mengandalkan Viona untuk hal itu," ujar Loki dan Viona mengangguk membenarkan kalimat lelaki bermata perak itu.
Pada saat itu, beberapa dari mereka termasuk Adrine masih terus fokus dan memandangi orang-orang di bagian bawah, namun pandangannya teralih kepada suatu gedung dengan kaca terbuka yang berada seberang gedung yang dipijaki oleh Adrine. Pandangan matanya teralih bukan karena gedungnya lebih tinggi, akan tetapi terdapat kumpulan orang dengan kekuatan yang sangat besar bahkan Adrine merasakannya dari jauh, ada juga aura yang familiar dirasakan olehnya.
'Di sana ... Master Heyto dengan pemburu yang lain, pasti di sana,' pikir Adrine sambil memicingkan matanya dan perasaan sedih serta penuh amarah.
"Hei kalian! Lihat yang di sana, salah satu dari mereka adalah orang yang memata-matai kita sebelumnya," ujar Shiny yang juga menyadari tempat yang dilihat oleh Adrine.
Loki kembali bangun dan melihat menggunakan teropong buatannya, terdapat data yang menunjukkan bahwa orang yang yang di sana adalah delapan tetua keluarga Longi termasuk pemilik keluarganya dan beberapa ahli lain juga ada di sana. Loki agak terkejut ketika tetua An dan bahkan master Heyto dengan beberapa dari mereka melirik seolah mengetahui bahwa mereka sedang diawasi oleh Loki dari jauh.
"Itu ... Ya, mereka ... Ada empat yang langsung tahu kalau aku mengawasi mereka, pasti mereka adalah pemburu, salah satunya adalah seorang tetua dari keluarga Longi ... Tetua ketujuh, tetua An," ujar Loki tergagap karena keempat tatapan dari pemburu tadi sangatlah mengintimidasi dan penuh akan niat pembunuh.
Walaupun yang ditatap adalah Loki, Adrine juga bisa merasakan ancamannya yang begitu mengintimidasi.
***
__ADS_1
Sementara itu, master Heyto dan tetua An memanglah sudah menduga akan hal itu.
"Haha, sekumpulan semut yang licik," ujar tetua An.
Master Heyto hanya bisa duduk diam sambil memikirkan Adrine, tetua yang lain mengira bahwa yang dimaksud oleh tetua An adalah para murid dari keluarga Hongi yang berada tepat di depan gerbang monumen. Tetapi tempat di mana para petinggi keluarga Hongi berkumpul layaknya para petinggi keluarga Longi itu berada di gedung yang dipijaki oleh Adrine dan kawan-kawannya, tepat di bawah mereka berdelapan.
'Aku harap kau kabur saja dari sini, Adrine, kumohon,' pikir master Heyto, ia sangat berharap agar Adrine selamat dari tetua An yang akan membunuhnya, walaupun yang lainnya mati namun master Heyto berharap agar Adrine tidak berurusan dan segera pergi.
"Apa kau cemas dengan muridmu, Heyto? Dia itu kuat, aku tahu pasti jika keluar dari sana dengan utuh itu pasti hal yang mudah baginya," sindir tetua An dengan santainya dan para pemburu lain juga tersenyum senang.
"Silahkan perbuat apapun yang kalian mau, aku sudah tak peduli lagi," ujar master Heyto.
Walaupun dirinya berkata seperti itu, kenyataannya ia tidak bisa melihat muridnya mati dibunuh begitu saja.
"Oh? Baiklah, bocah itu ternyata kau lepaskan, aku bisa jadikan dia milikku," ujar tetua An yang sangat senang, senyumannya sangatlah lebar dengan raut wajah yang mengerikan layaknya psikopat.
Tetua yang lainnya hanya menganggap pembicaraan master Heyto dengan tetua An sebagai sebuah candaan, namun nyatanya semua itu bersangkutan dengan nyawa Adrine dan para pewaris yang lain.
***
Adrine dan para pewaris lainnya masih terus menunggu sampai dibukanya gerbang Monumen Iblis 6 Tahun, sudah lebih dari 2 jam mereka menunggu dari atas gedung layaknya pembunuh bayaran yang sedang menunggu di atas gedung yang mangsanya datang.
"Yah, ini sudah dua jam, apa monumennya akan terbuka sekarang?" Sindir Violet kepada Razer yang sebelumnya mengatakan bahwa monumennya akan terbuka dalam dua jam.
Dan benar, monumennya langsung terbuka seketika itu juga setelah sindiran dari Violet.
"Tapi kita akan masuk setelah yang lain masuk, tunggu sebentar lagi!" Suruh Loki, namun Adrine memiliki pandangan dan pemilu yang berbeda.
Adrine pun maju dan bersiap untuk terjun, ia ingin masuk terlebih dahulu karena barang-barang yang ada di dalam monumen itu sangat banyak dan begitu berharga.
"Aku akan turun terlebih dahulu, kalian menyusul saja," ujar Adrine sambil terjun ke bawah.
"HEI HEI!" Teriak Shiny.
Kemudian Adrine segera menapakkan kakinya di dinding gedung dan berlari ke bawah. Shiny dan yang lain merasa jika Adrine terlalu tergesa-gesa untuk segera masuk ke dalam Monumen Iblis 6 Tahun.
"Bagaimana ini? Kenapa dia terlalu terburu-buru seperti itu?" Tanya Viona.
"Hah, sudahlah! Mungkin ada benda yang sangat diinginkannya dan dia tak mau benda itu sampai jatuh ke tangan orang lain, kita tetap pada rencana," ujar Loki.
Semuanya mulai kacau ketika Adrine memisahkan diri dari yang lain dan Shiny juga tak habis pikir akan hal itu.
'Apa sih yang kau pikirkan, Adrine?' Pikir Shiny.
Walaupun Adrine sadar jika perbuatannya akan menimbulkan banyak pertanyaan, ia tak peduli dan terus maju. Tatapan matanya sangatlah tajam yang menunjukkan bahwa dirinya benar-benar bertekad untuk segera masuk ke dalam monumen.
__ADS_1
Perbuatannya itu juga dilihat oleh para tetua keluarga Longi dan juga master Heyto, mereka terkejut kecuali para pemburu yang memang sudah mengetahuinya sebelumnya. Kekhawatiran master Heyto kian bertambah dengan Adrine yang turun dari gedung dan menonjolkan diri.
"Wah wah, tekadnya itu berani sekali ya? Langsung turun dari atas gedung yang sangat tinggi dan berlari di dindingnya begitu, menarik juga anak itu," ujar tetua An sembari melirik sinis ke arah master Heyto.
'Haiih ... Apa yang kau lakukan itu, Adrine? Apa kau berniat bunuh diri?' Pikir master Heyto.
WUUUSH!!
Adrine pun meloncat dan menerjang angin, dirinya langsung menuju ke gerbang Monumen Iblis 6 Tahun dan terus mendekat. Banyak orang yang salin bertengkar karena saling bersenggolan, Adrine justru menjadikan kepala mereka untuk jadi pijakannya ketika sudah mendekati tanah.
"Dead Silent!"
TAP!! TAP!! TAP!! TAP!!
"WOI! APA INI?!!"
"SIALAN KAU! AKAN KUBUNUH KAU KALAU KETEMU!"
"KEPARAT MANA YANG MENGINJAK KEPALAKU BARUSAN?!!"
"ANJING!! BERANINYA KAU!! SIAPA KAU!!"
"WOI, ANJING MANA BARUSAN ITU?!!"
"TUNJUKKAN DIRIMU KALAU KAU BERANI!! SEMBARANGAN MENGINJAK KEPALA ORANG!!!"
Benar saja, kepala orang-orang menjadi pijakan Adrine dan ia sama sekali tidak memperdulikan omongan orang, justru ia mempercepat gerakannya jika tiba-tiba saja ada orang yang menyadarinya. Orang-orang sangat marah akibat ulah Adrine dan saling berteriak lantang.
'Salah sendiri menghalangi jalanku,' gumam Adrine.
Para pewaris yang ada di atas gedung sangatlah salut melihat ulah Adrine yang menginjak-injak kepala setiap orang yang ada di depannya.
"Haha ... Aku saja tak berani melakukan itu ... " Ujar Shiny.
"Kau benar, aku juga tak berani menginjak kepala orang seperti itu, tapi bocah itu berlari seolah yang diinjak itu permukaan tanah," ujar Razer.
Sementara itu, pintu gerbang sudah berada di depan mata dan tinggal memasukinya saja.
WUUUSH!!
Adrine pun melompat dan masuk ke dalam monumen. Di saat melompat, ia melewati banyak orang yang juga baru masuk dan sudah berada di barisan paling depan. Di sana ia melihat gurun yang sangat luas seperti tanpa batas. Adrine mendarat dengan berguling di tanah dan caranya mendarat itu sangatlah sempurna.
'Siapa leluhur yang menciptakan ruang seluas ini? Dia pasti sudah sangat kuat sampai bisa membuat ruang yang sangat luas ini,' gumam Adrine dalam hati.
Walaupun sangat mengagumi ruang yang ada di dalam Monumen Iblis 6 Tahun itu, namun Adrine tetap masih ingat akan tujuannya masuk ke dalam monumen tersebut. Ia ingin mencari Pasir Berlian Merah dan Ruby Bintang serta mencari berbagai sumber daya yang mampu membuatnya semakin berkembang dan kuat.
__ADS_1
"Hah, aku mulai saja perjalanannya," gumam Adrine lagi. Kini ia berjalan ke depan, arah di mana ia masuk ke dalam monumen.
Bersambung!!