
Jalanan gelap nan sempit telah berhasil dilalui dengan sangat mudah di bawah pimpinan Adrine. Mereka semua selamat berkat Adrine yang menyalakan api di sepanjang dinding celah. Semua hewan spirit dapat dikalahkan dengan mudah walaupun kurangnya pencahayaan.
Walaupun mereka selamat dengan arahan dari Adrine, namun ada beberapa dari mereka yang tak setuju jika dalam misinya harus dipimpin oleh Adrine yang di mana lebih junior daripada mereka.
Setelah mereka melewati celah tebing, mereka melihat cahaya abu-abu gelap yang menjulang ke langit. Terdapat debu berwarna-warni nan berkilauan yang menyelimuti cahaya tersebut layaknya bintang. Selain itu awan di langit terlihat membentuk pusaran yang di mana cahaya abu-abu tadi adalah pusat dari pusaran awannya.
'Aku tidak melihat itu dulu, tapi kenapa bisa ada yang seperti itu? Dan apa itu?' Pikir Adrine.
Cahaya yang mirip dengan suar itu memang tidak ada di saat dulu Adrine masuk ke dalam Distorsi Portal.
"Sepertinya di sana adalah ruang rajanya, kita harus ke sana."
Salah seorang murid langsung bergerak dengan cepat tanpa berpikir panjang.
"Tunggu!"
Adrine meneriaki orang itu.
"Ada apa? Kenapa kau seolah-olah sekarang menjadi pengatur kami?"
Adrine tidak peduli dengan omongan tersebut.
"Bukannya aku memerintahmu, tetapi kau tidak tahu bahaya apa yang ada di sana. Lagipula tadi aku melihat kau bergemeteran di hadapan Kelelawar Darah Gelap yang berada di tingkat Langit peringkat 3."
Salah seorang murid itu malu dan ditertawakan oleh beberapa murid lainnya, senior Yota juga tersenyum tipis melihatnya.
"I ... Itu ... "
"Sudahlah, keselamatan itu lebih penting daripada keberhasilan dalam misi, mundur lah!"
Mendengar perkataan Adrine, murid itu tak bisa berkata apa-apa dan menurut untuk mengikuti perkataan Adrine.
"Kita sudah hampir 6 hari masuk ke dalam dunia ini, yang berarti setara dengan 6 jam di dunia luar. Bagaimana kalau beristirahat sejenak dulu?"
Adrine menyarankan untuk beristirahat lagi, perjalanan di dalam lembah juga cukup panjang dan membutuhkan waktu hingga lebih dari sehari.
Para murid lain mengiyakan perkataan Adrine, mereka memang sedikit kelelahan dan menginginkan untuk beristirahat terlebih dahulu. Karena semua murid setuju untuk beristirahat, senior Yota memasang sebuah pelindung yang berupa cahaya biru membentuk setengah bundar. Para murid yang ada di dalam akan mendapatkan perlindungan dari cahaya setengah bola tersebut.
"Keputusan yang bijak, kau memang bisa memimpin dengan baik, Adrine."
Senior Yota kembali memuji Adrine.
"Senior bisa saja, di sini aku memang sebagai ketua di dalam kelompok, jadi aku juga harus memikirkan keadaan mereka."
__ADS_1
Senior Yota mengangguk mendengar perkataan Adrine, menurutnya itu sudah yang terbaik jika bagi para anggota dalam kelompok Adrine.
Setengah hari pun telah terlewat, Adrine memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan meminta senior Yota agar membuka pelindungnya.
"Eh? Mereka sudah mengepung kita rupanya."
Senior Yota sebenarnya tidak terlalu terkejut melihat hal ini, namun ia ingin melihat bagaimana ekspresi para juniornya ketika di dalam situasi seperti ini.
Terdapat banyak sekali hewan spirit yang mengelilingi cahaya pelindung, jumlahnya berpuluh-puluhan. Para junior langsung mempersiapkan senjata masing-masing dan beberapa juga ada yang mengaktivasi zirah mereka.
"Si ... Sialan ... "
Salah seorang murid mengumpat tepat di samping Adrine.
"Jaga mulutmu!"
ZRAAAST!!
Tepat di depan mata seorang murid yang barusan mengumpat, Adrine menebas seekor Elang Petir Emas dengan sangat cepat. Pedangnya seolah-olah melintas dengan sangat cepat dan tepat di depan mata seorang murid yang mengumpat, jika Adrine sedikit menggeser arah serangannya, mungkin saja murid itu akan terkena tebasan yang sama seperti yang dialami oleh Elang Petir Emas barusan.
"Kau belum diserang dan sudah mengumpat, jangan jadi pengecut."
Sekali lagi Adrine mengingatkan agar murid yang barusan tadi tidak melakukan hal yang sama, namun murid tersebut malah semakin bergemetar karena apa yang barusan melintas di depan matanya.
Beberapa saat kemudian, Adrine menyuruh untuk para murid yang agar segera bekerja sama dalam kelompok dan menyerang bersama-sama. Hasilnya memang tidak memuaskan dan ada yang terluka, sehingga Adrine turun tangan sendirian dan menghabisi semua hewan spirit yang ada dengan bantuan dari gabungan jiwa Blood Demon.
Beberapa jam kemudian, Adrine dan para murid yang lain pun kembali melanjutkan perjalanan, mereka mengarah ke sumber cahaya suar dan aura pembunuh yang ada memanglah berasal dari arah cahaya suar.
Adrine yakin jika di sana terdapat hewan iblis yang berada dekat dengan cahaya suar, ia juga merasakan perasaan yang sama ketika ia masuk ke dalam Distorsi Portal yang dikuasai oleh Blood Demon sebelumnya.
'Apakah bos-nya juga Blood Demon Underworld? Setelah ini pasti ketahuan siapa bos-nya.' Pikir Adrine.
Adrine dan para junior yang lain terus berjalan ke depan dan juga terus mendapatkan halang rintang di berbagai kesempatan. Adrine terus menerus menyerahkan semuanya kepada para murid lain, ada juga yang enggan untuk melakukan perintah Adrine, akan tetapi mereka lebih takut dengan senior Yota yang tengah mengawasi mereka. Jika memang mereka tak sanggup menanganinya, Adrine sendiri yang akan turun tangan dan membereskan masalahnya.
Setelah menempuh perjalanan hingga 3 jam lamanya, mereka sudah bisa melihat sumber dari cahaya suar yang terpancar. Sumber cahaya suarnya nampak seperti pilar yang menjulang tinggi, pilar tersebut berwarna hitam dan terdapat garis garis merah dari bawah ke atas. Terlihat cahaya putih Yang seperti mengalir dari bawah ke atas melalui garis garis merah itu.
Adrine juga sempat melihat sesuatu di dekat pilar tersebut, nampak sesosok makhluk hidup yang menyerupai manusia di sana. Badai petir yang ada di atas langit juga nampak berpusat di atas kepala makhluk tersebut.
"Darkness Lightning Demon?"
Muncul sebuah nama yang tiba-tiba terucap dari mulut Adrine, namun matanya terlihat terus menatap ke arah sesosok yang berada di kejauhan.
"Apa? Darkness Lightning Demon?"
__ADS_1
Para murid tidak percaya jika terdapat hewan iblis di tempat seperti itu, namun kenyataannya ini adalaha dunia yang berada di sebalik pintu penghubung alam ruang. Keberadaan yang tak diketahui mungkin saja akan muncul di dalam dunia itu.
Kemudian Adrine melihat ke arah rekan-rekannya yang berjalan dalam satu kelompoknya.
"Apa kalian akan melanjutkan misi ini?"
Serentak mereka menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Adrine.
"Baiklah, senior Yota, aku meminta tolong kepadamu untuk menyiapkan pelindung."
Senior Yota cukup terkejut dengan ucapan Adrine, ia tahu jika Adrine akan menghadapi Darkness Lightning Demon sendirian tanpa teman-temannya.
Kemudian senior Yota mengiyakan permintaan Adrine dan mempersiapkan pelindung yang lebih besar.
Setelah para junior tertutup oleh cahaya pelindung yang besar, senior Yota pun mendekati Adrine untuk menanyakan sesuatu.
"Apa kau benar-benar ingin melawannya sendiri? Jangan gegabah, sekarang ini hewan iblis itu setara dengan kultivator tahap Nirvana Alam Pertama, kau sendiri masih berada di tahap Keberlanjutan. Biarkan aku yang mengurusnya, inilah tugasku."
Adrine pun mengedipkan matanya perlahan dan menatap senior Yota dengan halus, ia juga tersenyum di hadapan seniornya itu.
"Senior bisa melihatnya sendiri sebentar lagi, mari kita segera menuju ke sana."
Lalu Adrine dan senior Yota pun bergerak dengan cepat ke arah Darkness Lightning Demon. Selama perjalanan, mereka sudah tak menemukan hewan spirit lagi yang bersembunyi maupun berkeliaran, aura yang dipancarkan oleh hewan spirit yang ada di sana hanyalah berasal dari satu titik, yaitu dari Darkness Lightning Demon.
Darkness Lightning Demon sudah berada di depan mata, Adrine melangkah maju dengan aura pembunuh yang sangat kuat.
'Bocah ini ... Aura pembunuhnya sangat kuat.' Pikir senior Yota.
"Kutanya sekali lagi, apa kau yakin tidak membutuhkan bantuan dariku?"
Adrine menggelengkan kepalanya.
"Tugas dari senior Yota adalah mengawasi dan membantu di saat yang kritis, aku akan meminta bantuan ketika memang membutuhkannya."
Adrine pun segera melangkah maju dan semakin mendekati Darkness Lightning Demon dengan langkah yang semakin cepat. Darkness Lightning Demon yang berada di atas batu besar pun turun di hadapan Adrine.
"Blood Demon, bangki ... "
ZRAAAST!!
'A ... Apa yang ... ' Pikir Adrine.
Tiba-tiba saja sesosok hewan iblis tersebut bergerak melewati Adrine begitu saja, Adrine melihatnya ketika Darkness Lightning Demon melintasinya tanpa memandang adanya Adrine di sana.
__ADS_1
Hewan iblis tersebut bukan mengincar Adrine, melainkan mengincar senior Yota yang ada di belakang Adrine.
Bersambung!!