Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Mempelajari teknik berpedang


__ADS_3

SETELAH 10 BULAN BERLALU


Tepat setahun lebih sebulan kepergian Adrine dari Perguruan Bayangan Langit, kini Adrine telah menetap di megalopolis Zeronia. Dia menetap di sebuah kota besar yang bernama kota Fierry dan menjalani beberapa pelatihan pedang yang dinamakan Ascended Sword.


Adrine juga memperoleh beberapa prestasi dan juga ia memenuhi janjinya dengan senior besar Lhila. Adrine yang sekarang ini sudah mencapai tahap Keberlanjutan level-3 dan akan menempuh perjalanan selanjutnya.


"Bukankah dia itu pemenang turnamen pedang sebulan kemarin ya?"


"Iya, dia juga adalah salah satu murid di antara para murid Permukaan yang sudah mencapai pedang jingga."


"Apa kau tahu juga kalau dia itu juga calon kandidat yang akan mewakili murid Permukaan perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia di pertandingan pedang yang diadakan dalam 2 bulan lagi?"


"Ya, aku juga pernah mendengarnya dari obrolan para master yang sempat melihat pelatihannya."


Sosok yang dibicarakan itu tengah berjalan di hadapan orang-orang, banyak gadis yang menyukainya dan juga ada yang bergosip tentangnya.


Pemenang lomba Ascended Sword murid Permukaan 2 bulan lalu, mencapai Ascended pedang jingga, dan seorang kultivator tingkat Kebangkitan tahap Keberlanjutan level-3 kelas menengah, dia adalah Adrine. Rambutnya yang sebelumnya telah memanjang, ia memotongnya hingga sepanjang jari-jari tangan dan juga ia merapikannya menjadi bermodel under cut.


Adrine juga sempat mendapatkan banyak tantangan dari para murid Permukaan lainnya dan yang sebelumnya Adrine adalah peringkat ke-836 murid tingkat Permukaan, kini menjadi peringkat ke-290 murid tingkat Permukaan.


"Woi, Shin kecil, apa kemampuanmu sudah kembali ke tahap Penciptaan?"


Shin kecil yang ada di sampingnya pun menoleh.


"Sudah, bahkan sekarang sudah hampir mencapai tahap Kehancuran."


Adrine mengangguk mengerti.


'Kenapa kemampuan Shin kecil menurun? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia menutupinya?' Pikir Adrine.


Adrine tak ingin banyak bicara dan bertanya-tanya kepada Shin kecil, apalagi mungkin itu bisa menyinggungnya menurut Adrine.


"Perebutan calon kandidat akan diadakan sebulan lagi, kau harus berlatih Ascended Sword di hadapan master itu untuk melatih beberapa gerakan berpedang."


Adrine mengangguk paham.


'Perebutan calon kandidat dan turnamen itu cukup penting bagi pelatihan ku dan murid lainnya. Katanya perguruan yang memenangkan turnamen akan mendapatkan hak tambahan atas sumber daya untuk berkultivasi sebanyak 10%.' Pikir Adrine.


Di dalam perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, Adrine selalu mendapatkan sumber daya setiap bulannya, wajar jika Adrine sangat tertarik untuk mendapatkan sumber daya lebih.


Turnamen pedang ini sebenarnya juga melibatkan kultivasi, banyak yang menentang Adrine menjadi calon kandidat karena dirinya adalah anak baru, mereka merasa jika mereka jauh lebih baik dari anak baru. Tak sedikit juga yang mendukung Adrine untuk menjadi calon kandidat.


"Kultivasi yang dimiliki tidak terbatas, asalkan mereka masih berstatus murid tingkat Permukaan, maka mereka bisa mengikuti turnamen, kau harus lebih kuat dari sekarang."


"Ya ya ya, aku tahu itu..."


Adrine berbicara sendiri di hadapan sebuah layar hologram pesan suara yang tidak terdapat gambar siapa orang tersebut, orang lain akan menganggap Adrine tengah berbicara dengan seseorang via pesan suara.


"Bukankah kau mendapatkan tantangan lagi dari si peringkat ke-344?"

__ADS_1


"Tak perlu, lagipula peringkatnya lebih rendah dariku, aku juga tak ingin merampas bintang yang diperolehnya selama setahun terakhir."


Shin kecil tersenyum mendengar perkataan Adrine.


"Cukup baik juga kau ini, tak pernah aku lihat kau seperti ini."


"Sudahlah, aku ingin segera bergegas."


Adrine pun berjalan lebih cepat dan juga hampir sampai di tempat pelatihannya.


Beberapa saat kemudian, Adrine telah sampai di tempat pelatihan. Ia juga telah menemui master Viko untuk segera berlatih.


"Kali ini kau akan berlatih teknik pedang. Kau setelah ini bisa ke tempat gudang teknik dan kau bisa memilih teknik apa yang kau cari, tarian pedang, manipulasi energi pedang, ataupun peningkatan energi pedang, itu semua terserah kau."


Kemudian Adrine mengeluarkan sebuah kitab teknik.


"Master, apa ini juga kitab teknik tarian pedang? Kitab ini dari master Heyto sebelumnya, namanya Tarian Pedang Surgawi."


Adrine teringat jika dirinya pernah bertemu dengan master Heyto untuk terakhir kalinya di perguruan Bayangan Langit. Master Heyto memberikan banyak sekali bantuan berupa koin plasma yang berjumlah ribuan lebih. Adrine juga sempat menerima sebuah kitab teknik, teknik Tarian Pedang Surgawi yang barusan ia tunjukkan kepada master Viko.


"Tarian Pedang Surgawi? Teknik tingkat Tinggi, baik juga si Heyto itu, oh iya, itu adalah teknik tarian pedang."


'Aku ingat pernah berlatih teknik ini pada saat perjalanan menuju ke perguruan Kilat Langit.' Pikir Adrine.


Kilas balik pada Adrine yang dulu pernah sempat berlatih di pesawat Falcon X-12B. Sebuah gerakan yang tadinya stabil menjadi tak beraturan dan terus berubah-ubah.


"Teknik ini cukup sulit bagi pemula, tapi tarian pedang ini sangat berbeda. Gerakannya tidak beraturan dan terus melesat pada titik yang acak, gerakannya juga bisa dimodifikasi sendiri, tergantung tetap pada titik yang acak secara terus-menerus."


"Tetap saja, karena ini adalah hadiah dari master Heyto sebelumnya, kau boleh mengambil 1 lagi jika kau mau."


Beberapa murid lain langsung menoleh ke arah Adrine dan master Viko. Beberapa master yang lain juga menoleh ke arah keduanya dan juga sedikit terkejut mendengarnya.


"Hei, Viko! Kau itu jangan berlebihan, dia itu masih baru dan kau mau membuatnya berlatih 2 teknik sekaligus? Itu terlalu susah dan bisa membebaninya."


Salah satu master wanita menanggapi bagaimana master Viko melatih Adrine, karena sudah beberapa bulan Adrine di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, ia juga sudah mengenali master yang barusan, master itu bernama master Venil.


"Aku menyuruhnya mengambil 1 teknik, bukan melatihnya."


"Mengambil sebuah teknik pedang juga harus dilatih sekarang juga, beri dulu bocah ini kesempatan untuk berlatih sebentar, jika dia bisa berkembang dengan cepat biarkan dia mengambil 1 lagi sebagai tambahan berikutnya."


Master Viko tak bisa menjawab lagi perkataan dari master Venil, ia terdiam dan mata cokelatnya memperlihatkan kalau dia sudah pasrah dan tak bisa lagi berkata apa-apa.


"Baiklah, baiklah, coba kau pelajari teknik ini, dalam sebulan kita lihat perkembangan mu."


Adrine mengangguk dan master Viko melemparkan kitab teknik Tarian Pedang Surgawi kembali kepada Adrine.


Kemudian Adrine membuka mata tengah dan kirinya dan membaca kitabnya. Ia menyadari kalau mata tengahnya itu tidak terlihat oleh orang lain jika mata jiwa kirinya juga diaktifkan. Namun Adrine juga menyadari jika mengaktifkan ketiga mata jiwanya sekaligus dapat merusak sirkulasi energi dan mengacaukan peredaran darah. Akan tetapi jika 2 matanya diaktifkan secara acak tidak akan membuat efek samping apapun.


"Bukankah terakhir kali kau mengaktifkan mata jiwa-mu itu di sebelah kanan, tapi kenapa sekarang jadi di sebelah kiri? Apa kau punya 2 mata jiwa?"

__ADS_1


Semuanya langsung menoleh lagi ke arah Adrine, beberapa master juga menghampirinya. Mereka cukup penasaran dengan Adrine.


Adrine sendiri juga agak ragu untuk memberikan alasan yang sudah ia siapkan pada situasi seperti ini. Adrine juga cemas jika rahasianya itu terbongkar di hadapan banyak orang.


"Master hanya salah paham, saya hanya punya satu mata jiwa saja, tergantung bagaimana saya memfokuskan mata saya, di saat pelatihan saya menggunakan mata kiri, sedangkan pada pertarungan saya menggunakan mata kanan."


Master Viko terlihat percaya dengan perkataan Adrine, namun ia menyadari sesuatu yang janggal dari mata jiwa Adrine.


"Apa memang keduanya memiliki warna dan pupil yang berbeda? Di sebelah kanan bukannya merah, dan di sebelah kiri kenapa menjadi ungu? Fungsinya tetap sama kah?"


"Benar, master. Keduanya memiliki fungsi yang sama, memancarkan tekanan dan memperjelas penglihatan. Hanya saja jika di sebelah kanan lebih unggul ke tekanan, sedangkan sebelah kiri lebih unggul ke pemerjelas penglihatan."


Master Viko telah paham dan mempercayai apa yang dimaksud oleh Adrine, ia menyuruh master lain untuk bubar karena ia ingin segera melatih Adrine tentang teknik Tarian Pedang Surgawi.


Master Viko belum cukup tahu tentang teknik tarian pedang ini, namun ia bisa mengerti tentang setiap kata yang terdapat pada kitab teknik berpedang.


"Setelah kau membacanya sampai beberapa halaman, kau bisa memberikannya padaku untuk menjelaskan beberapa gerakan... Nya."


Master Viko sedikit terkejut karena melihat Adrine yang barusan langsung membuka beberapa lembar setelah sampul kitabnya.


'Apa bocah ini sempat melatih tekniknya?' Pikir master Viko.


Dengan menggunakan mata tengahnya, Adrine bisa menyerap beberapa makna yang terdapat pada setiap kata di dalam kitab. Namun ada beberapa yang sempat membuatnya bingung dan harus membaca ulang pada setiap halamannya.


Beberapa saat kemudian, Adrine menutup kembali kitabnya setelah selesai membaca 15 lembar, masih tersisa 15 lembar lagi untuk di baca oleh Adrine karena berisi 30 lembaran. Tekniknya cukup rumit sehingga membuat kitabnya harus mencapai 30 lembar kertas, biasanya hanya sampai 10 lembar saja.


Adrine memberikan kitabnya kepada master Viko.


"Apa kau sudah memahami sesuatu pada kitabnya? Kau sudah membaca banyak, seharusnya kau memahami banyak hal pada teknik tersebut."


Lantas Adrine berjalan ke arah rak pedang dan mengambil sebuah pedang. Ia kembali kepada master Viko.


"Jadi kau benar ingin mempraktekannya? Tunjukkan kepadaku beberapa!"


Mendengar perintah dari master Viko, Adrine langsung mengangkat pedangnya, ia mengalirkan energi Ascending melalui Flowing-nya. Energi jingga pada pedang pun muncul dan menampilkan berupa cahaya jingga, lalu Adrine mulai mengayunkannya dengan gerakan yang cukup stabil. Master Viko mengaktifkan mata jiwanya yang berupa bawaan yang berada di mata kiri, matanya menatap Adrine sementara mata kanannya membaca tulisan yang ada di kitabnya, itulah kemampuan mata jiwa milik master Viko.


Master Viko cukup senang dengan gerakan Adrine layaknya seseorang yang tengah menari sambil mengayunkan pedangnya, namun lama kelamaan Adrine mulai bergerak secara tidak beraturan dan bergerak sesuai keinginannya namun gerakannya lebih cepat dari sebelumnya.


'Gerakannya lebih cepat dan tajam, tidak mudah ditebak dan juga gerakannya yang tak stabil justru membuat Ascending-nya menajam, membuat efisiensi Flowing-nya meningkat dan juga mempertajam energinya. Berarti dia benar-benar pernah berlatih teknik ini sebelumnya dan sekarang dia sedang menyempurnakannya, seorang murid yang hebat.' Pikir master Viko.


Setelah beberapa saat Adrine memperagakan Tarian Pedang Surgawi, ia berhenti dan keringatnya bercucuran. Tanpa mengerahkan kultivasinya, Adrine menguras banyak energi asli yang tidak ditopang oleh kemurnian kultivasinya yang membuatnya banyak menguras energi.


"Bagus, aku terkesan denganmu. Berapa banyak Flowing yang telah kau kembangkan sekarang ini?"


"Huuuh... 3, master..."


Sekali para murid lain dan juga master lain melihat Adrine.


"Sebanyak ini kah kejutan yang membuat semua orang terkejut dari seseorang? Baru beberapa bulan kemarin menembus Ascending jingga, sekarang Flowing-nya sudah 3? Terlalu banyak kejutan dari 1 orang murid saja."

__ADS_1


Salah seorang murid menyatakan suaranya yang sejak sedari tadi dia pendam di dalam hati, namun ia cukup mengagumi kemampuan Adrine yang begitu bagus.


Bersambung!!


__ADS_2