
SETELAH 4 BULAN BERLALU
Adrine telah mencoba untuk menggabungkan Titik Meridiannya dengan setetes darah misterius yang ada didalam lautan spiritualnya hingga saat ini. Adrine bahkan tidak beristirahat sedikit pun untuk mengisi tenaga pada batinnya yang sudah lelah itu.
Dengan waktu yang selama ini, Adrine hanya merasakan sedikit saja perkembangan pada usahanya. Seakan-akan usaha yang ia lakukan selama ini tidak menghasilkan perubahan apapun.
Walaupun demikian, teman-teman Adrine masih terus berkultivasi dan tidak menyerah sama seperti Adrine. Tak ada dari mereka yang berhenti untuk berkultivasi, bahkan sedetik pun mereka tak mau lewatkan. Hanya dengan melihat teman-temannya yang masih sama-sama belum berhenti, Adrine juga termotivasi untuk tidak menyerah juga seperti teman-temannya.
'Setidaknya aku harus ada perkembangan untuk saat ini. Dan dalam sebulan ini, aku harus berhasil! Harus!' Pikir Adrine.
Setelah itu pun Adrine langsung mencobanya kembali. Masuk kedalam lautan spiritualnya dan menyelam hingga melihat Titik Meridiannya. Dengan cepat ketika Adrine sudah menemukan Titik Meridiannya, ia langsung melihat setetes darah misterius yang biasa dilihatnya.
Kali ini Adrine masih melakukan hal yang sama. Namun, entah ada apa yang kali ini terjadi, setetes darah yang ingin Adrine gabungkan dengan Titik Meridiannya menjadi bersinar dan mengeluarkan gejolak yang hampir sama dengan Titik Meridiannya.
Namun Adrine tidak sedikit pun merasa terkejut melihat hal tersebut.
'Jika setetes darah itu bersinar, mungkin akan masuk level yang baru? Apa mungkin akan tambah sulit?' Pikir Adrine.
Adrine mengira kalau bersinarnya setetes darah tersebut, akan ada kesulitan yang baru. Namun gejolak yang dihasilkan oleh setetes darah misterius tersebut, seperti saling menghasilkan reaksi menolak dari setiap pihak.
Gejolaknya berubah menjadi fluktuasi yang jauh lebih kuat dan dahsyat. Kesadaran Adrine bahkan hampir masuk kedalam tubuhnya.
'Kenapa ini? Mengapa kali ini menjadi sangat sulit?' Pikir Adrine.
Walaupun sepertinya Adrine kesulitan dan berada dalam masa distorsi atau hampir keluar pada kesadarannya, jiwa Adrine tertahan oleh sesuatu yang tidak diketahui sehingga membuatnya tertahan dari keluarnya kesadaran Adrine. Entah apa yang menahan kesadarannya.
__ADS_1
Tapi tubuh Adrine tetap terkena efek seperti kesakitan, prespektifnya mirip orang yang mengigau. Namun untuk Adrine, ia menahan kesakitan dari kesadaran jiwanya.
Dan saat itu Adrine langsung memanfaatkan kesempatan untuk menggabungkan kedua benda yang ia inginkan. Walaupun penggabungannya menjadi lebih sulit karena fluktuasinya yang semakin menjadi-jadi. Adrine sendiri juga hampir tak bisa menahan gejolak dan tekanannya, namun ada sesuatu yang membuatnya menjadi tertahan.
'Walaupun menjadi lebih sulit, tapi hanya kali inilah kesempatanku. Tak boleh aku sia-siakan kesempatan ini.' Pikir Adrine.
Seketika itu, Adrine terus mencoba agar penggabungannya terselesaikan dan berhasil dalam satu waktu. Ia tak ingin gagal lagi dan mengulanginya lagi, menurutnya proses pengulangan yang ia lakukan berturut-turut tanpa henti itu membuatnya lelah secara batin.
Ketika Adrine memulainya, cahaya terang mulai terpancar dari setetes darah misterius yang digerakkannya. Titik Meridian Adrine juga memancarkan cahaya dan energi yang sangat kuat pula, dan gejolaknya juga sangat kuat.
Prosesnya cukup lama, dan hanya inilah pertama kali Adrine berada cukup lama didalam lautan spiritualnya hingga lebih dari 15 menit. Memang Adrine belum berhasil menggabungkannya, namun Adrine berhasil membuat keduanya menjadi sangat dekat hingga hampir bersentuhan satu sama lain. Dan semakin keduanya mendekat, aura dan cahayanya juga terpancar semakin kuat pula.
Adrine masih bisa menahannya walaupun sebenarnya ia sudah hampir mencapai batasnya. Suhu yang dirasakan oleh Adrine memanglah sangat panas, namun tubuh jiwanya sangatlah dingin. Namun aura yang juga dipancarkan oleh Adrine juga bisa dikatakan hampir setara dengan yang dipancarkan oleh Titik Meridiannya.
Adrine masih terus berusaha dan berharap kalau semakin ia dekat keberhasilan, maka keberhasilan itu sendiri juga akan mendatanginya tanpa dipanggil. Tubuh luar Adrine juga memancarkan aura kultivasi yang begitu kuat, sehingga membuat aura teman-temannya seperti tidak terpancarkan sama sekali. Karena saking besarnya aura yang dipancarkan oleh Adrine.
Beberapa menit pun sudah berlalu lagi. Adrine sudah hampir berhasil dengan tujuannya. Keberhasilan telah menunggu didepan mata, karena Adrine telah berhasil membuat Titik Meridiannya bersentuhan dengan setetes darah misterius.
'Jangan gagal! Kumohon! Jangan gagal! Tuhan, tolonglah aku! Berikan keberhasilan, kali ini saja! Kumohon!' Harapan Adrine.
Adrine bahkan sampai berdoa kepada Tuhan agar usahanya kali ini tidak sia-sia dan gagal begitu saja. Ia tak mau malu dihadapan dirinya sendiri.
Hingga suatu peristiwa yang sangat dahsyat pun tercipta. Aura kultivasi Adrine bukan hanya terpancar dan keluar dari tubuh Adrine, namun auranya berputar kencang mengitari tubuh Adrine. Tekanan hebat dan energi yang meluap-luap pun juga ikut menyertai dahsyatnya pancaran dari tubuh Adrine.
Didalam lautan spiritualnya, Adrine terkena fluktuasi yang begitu dahsyat dan hebat. Ia sendiri benar-benar sudah mencapai batasnya sendiri yang dimana jiwanya sudah tak tertahankan. Namun setetes darah misterius yang ingin Adrine gabungkan dengan Titik Meridiannya, susah melekat begitu kuat.
__ADS_1
Dalam keadaan ini, Adrine tak boleh gagal. Jika Adrine gagal, maka Titik Meridiannya akan terluka dan lautan spiritualnya akan menjadi kacau. Ia akan merasakan sakit yang luar biasa, namun lukanya yang tidak nampak dan tidak berdarah.
Maka dari itu, Adrine harus berhasil lolos dari bagian penting ini dan tidak boleh gagal sama sekali. Apalagi tekadnya yang sangat kuat menjadi pendorong utama dari usaha yang telah ia lakukan sampai saat ini.
'Ini dia titik kritisnya! Kesalahan sedikit saja akan menimbulkan dampak yang fatal.' Pikir Adrine.
Aura Adrine mulai bergejolak dan berputar lebih kencang lagi. Energinya yang terpancar membuat energi teman-temannya menjadi lebih terkonsentrasi.
Dan setetes darah misterius telah berhasil menempel sangat erat dengan Titik Meridian Adrine. Hingga pada saat Adrine benar-benar mulai menguatkan konsentrasinya...
BLAAAM!!
"AAAARGHHH!!"
Terjadi ledakan yang sangat hebat didalam lautan spiritual Adrine. Dinding pembatas misterius yang menghalangi kesadaran Adrine pun ikut pecah karena ledakan tersebut.
Adrine pun menjadi tersadar saat itu juga. Energinya juga meledak dengan sangat hebat, hingga membuat teman-temannya ikut terpental juga.
"ADA APA? APA YANG TERJADI?"
Semua orang terkejut. Bahkan Arpha menjadi heboh sendiri.
"Akhirnya, aku berhasil!"
Bersambung!!
__ADS_1