Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Killer Skeleton Demon


__ADS_3

Ledakan dahsyat terasa dengan sangat jelas. Hal ini dikarenakan oleh Misil Armageddon yang ditembakkan Purgabolt Demon, asap tebal memenuhi ruangan yang terlihat seperti akan runtuh.


Di balik dinding yang kokoh, Adrine dan orang-orang yang bersamanya merasakan getaran yang sangat dahsyat, ledakan yang dipicu oleh pasukan Adrine itu mengguncang tanah dengan luar biasa hebat. Adrine bahkan hampir mengira bahwa dinding ciptaannya akan roboh setelah terguncang, namun nyatanya tembok Kristal Ungu Laut Dalam itu masih utuh dan sama sekali tidak timbul keretakan.


'Luar biasa sekali,' batin Adrine.


Adrine sama sekali tidak menyangka bahwa gabungan dari kedua prajurit beratribut elemental api dan petir tersebut bisa sekuat ini.


Sementara itu, Purgabolt Demon terlihat berhasil meruntuhkan struktur tubuh Killer Skeleton Demon yang hampir sepenuhnya adalah susunan tulang. Akan tetapi, Purgabolt Demon tidak merasa jika ia memenangkan pertarungannya melawan sosok iblis tulang.


"Kalian ... Tidak, tuanmu itu sungguh hebat, aku bersedia tunduk di hadapannya, TAPI KALIAN HARUS MENGALAHKANKU TERLEBIH DAHULU!!!" Bentak sekeras-kerasnya dari Killer Skeleton Demon, suaranya bahkan terdengar oleh Adrine dan kelompok di belakangnya. Ketakutan Purgabolt Demon sama sekali tidak terpicu bahkan tetap bersikap tenang seperti biasanya.


Kemudian Killer Skeleton Demon menggunakan mode Tulang Dingin. Tulang-belulangnya yang retak barusan telah kembali pulih dengan sangat cepat ditambah dengan semakin mengerasnya tiap tulangnya. "Tulang Dingin, melawan panasku dengan dinginmu, kita lihat apakah petirku bisa menghancurkan tulangmu." Ujar Purgabolt Demon dengan energinya yang semakin meningkat.


'Bahaya!' Batin Adrine lagi. Dengan sigap ia merentangkan kedua tangannya dan mundur lagi, Pedang Semesta Laut Dalamnya menancap di lantai goa dan membentuk dinding kristal lagi yang bahkan sekarang melapisi tiap-tiap dinding dan langit-langit. Adrine tahu bahwa Purgabolt Demon akan lebih serius dan kekuatannya dapat menghancurkan seisi goa. Bahkan pintu goanya pun juga tertutup dinding Kristal Ungu Laut Dalam.


"Ruangannya agak sempit, ya? Biar aku luaskan lagi untuk pertarungan kita." Killer Skeleton Demon langsung membentangkan kedua tangannya dan menumbuhkan es dengan sangat cepat dari kedua tangannya serta punggungnya yang di mana esnya adalah bagian tulangnya bahkan jauh lebih keras dari tulang sebelumnya.


BLAAARR!!


Dinding goa di sekitar Purgabolt Demon dan Killer Skeleton Demon pun hancur kecuali dinding buatan Adrine yang memang tak dihancurkan. Singgasananya terlihat tidak ikut hancur bahkan setelah terkena ledakan langsung dari Misil Armageddon.


"Rupanya kau peka juga, ya? Baguslah, tak usah repot-repot bagiku ikut menghancurkan goanya," ujar Purgabolt Demon. Sesosok prajurit bayangan Adrine tersebut memang sudah membuat dinding goanya hancur dan bahkan langit-langitnya juga runtuh. Ledakannya tadi juga membuat tanah pijakannya menjadi turun.


"Aku luruskan kata-kataku tadi, aku akan tunduk pada tuanmu kalau kau bisa menjaganya dengan baik!" Ujar Killer Skeleton Demon dengan nada yang tinggi dan penuh akan percaya diri. Walaupun terdengar meyakinkan, namun Purgabolt mengerti dari apa maksud sebenarnya dari Killer Skeleton Demon.


KRATAK!! TAK!! TRAK!! KRAK!!


Purgabolt Demon menumbuhkan dinding dari bawah tanah hingga menjulang ke langit-langit. Tiap garis retakan dindingnya dipenuhi dengan magma yang mengalir ke bawah. Dinding buatannya juga tak kalah kuat dari dinding Kristal Ungu Laut Dalam, ia benar-benar melindungi tuannya sekuat tenaga.


Killer Skeleton Demon benar-benar tak menyangka bahwa sesosok hewan iblis yang dibangkitkan ulang oleh seseorang itu benar-benar cerdas dan langsung mengerti dengan maksud sebenarnya dari ucapannya.


"Wow, kalian solid sekali," puji Killer Skeleton Demon. Purgabolt Demon hanya mendehem dengan perasaan senang, "biasa saja kalau cuman seperti ini."


ZRAAAST!!


BLAAARR!!


Tanpa banyak basa-basi lagi, Killer Skeleton Demon memulai serangan kembali tanpa adanya persiapan. Serangan langsungnya dapat ditahan oleh sosok pasukan Adrine dengan sangat mudahnya dan cukup mudah terbaca dalam kategori serangan mendadak. Tapi kerusakan yang dihasilkan cukup besar yang bahkan membuat tanah di sekitar berguncang hingga retak akibat benturan serangan dan pertahanan yang luar biasa itu. Adrine dan yang lainnya merasakan bagaimana getarannya, sungguh bukan pertarungan yang main-main.


Serang menyerang antara Purgabolt Demon dengan Killer Skeleton Demon sudah sangat sengit. Bahkan jika Adrine dapat melihat langsung pertarungan mereka pun ia tak bisa melihat gerakan satu sama lain apalagi sampai menebak gerakan mereka berdua, maksudnya bertiga.

__ADS_1


BLAAARR!!


BLAAAM!!


DUAAARR!!


BLAAARR!!


Adrine meringis miris akan pertarungan prajuritnya melawan sesosok yang super kuat, ia merasakan dari siklus energinya yang mulai mengalir lebih cepat. Akan tetapi, jika pasukannya menang maka ia akan mendapatkan satu lagi pasukan yang super luar biasa. 'Aku harus menang ... Tidak, Purgabolt harus menang, bukan aku yang bertarung tapi mereka harus berhasil memenangkan kekuatan besar itu!' Batinnya. Benar saja kalau bukan Adrine yang berada dalam pertarungan melainkan prajuritnya, namun harapannya itu sepenuhnya ia beratkan kepada prajuritnya tersebut.


"Maafkan aku, Purgatory Demon, Bolt Demon," ujar Adrine.


***


Purgabolt Demon dan Killer Skeleton Demon kini saling mundur dan mengumpulkan tenaga masing-masing. Mereka seperti sudah mencapai batasnya dalam bertarung selama lebih dari setengah jam. Untuk Purgabolt Demon sendiri masih memiliki cukup banyak energi dikarenakan sumber energinya berasal dari Tongkat Energi Selestial yang di mana energinya sangatlah besar, namun jika berlama-lama kendali yang dimiliki oleh Adrine dapat menurun dan begitupun dengan performa cara bertarung Purgabolt Demon.


'Cepat akhiri semua ini! Jangan berlama-lama, kalau tidak dindingnya akan roboh,' titah Adrine kepada Purgabolt dari telepati. Purgabolt Demon pun menoleh ke arah dinding di belakangnya dan dia juga menyadari kalau dindingnya sudah mulai mengalami banyak keretakan. Jika dilanjutkan menerimanya kerusakan lebih banyak lagi, maka yang ada hasilnya hanyalah kehancuran saja dan membahayakan nyawa yang ada di balik dindingnya. 'Baik tuan,' ucap Purgabolt Demon.


SWOOOSH!!


Energi pada tubuh Purgabolt Demon meningkat. Warna api dan petir yang ada di tubuhnya juga berubah warna. Apinya berwarna ungu dan petirnya berwarna merah. Tanah pijakannya juga retak akibat ledakan energinya yang amat sangat dahsyat, Tongkat Energi Selestial benar-benar memberikan energi yang luar biasa besar.


Muncul aliran api dari kanan punggung Purgabolt Demon dan aliran petir dari kiri. Kemudian kedua aliran tersebut menyatu dan membentuk bola plasma kecil yang perlahan membesar di antara kedua telapak tangannya. Semakin lama auranya terasa begitu mengerikan dan Killer Skeleton Demon juga merasa tak bisa berdiam diri lagi.


"Aku tak akan membiarkanmu melakukannya, satu serangan ini kuyakin bisa langsung membunuhku!" Ujar Killer Skeleton Demon dengan nada yang sangat tinggi.


ZRAAAAST!!


Bola plasma di tangan sesosok prajurit Adrine sudah mulai menjadi begitu besar hingga sebesar kepala manusia dan bahkan dapat lebih besar lagi. Aliran dari punggung Purgabolt Demon juga sudah berhenti. Tatapan wajah Purgabolt yang sejak dari tadi menatap ke bola plasma, kini mulai melihat ke depan dengan benar kembali. Dengan nada penuh percaya diri, Purgabolt Demon berkata, "sudah terlambat untuk menghentikanku, tamatlah riwayatmu!"


Purgabolt Demon menurunkan tangan kirinya dan ia memadatkan bola plasmanya menjadi sekecil bola mata. Walaupun hanya wujudnya begitu kecil, tapi aura yang dipancarkannya begitu besar dan penuh dengan kekuatan penghancur yang dahsyat. Wujudnya benar-benar dipadatkan sebegitu padatnya, bahkan massanya pun terasa meningkat dan lebih berat.


'Aku merasakan firasat buruk dan baik secara bersamaan, apa-apaan ini?' Batin Adrine sembari menatap tajam dinding di depannya, seolah kedua matanya bisa melihat apa yang ada di baliknya. Akan tetapi, sejatinya firasat yang dirasakannya bukan hanya sekedar firasat. Tatapannya menunjukkan apa yang ia rasakan bukanlah hal yang main-main, melainkan amat sangat serius.


Sementara itu, di balik dinding yang terus-menerus di tatap oleh Adrine, pasukannya tengah mengumpulkan energi untum membentuk suatu serangan yang dahsyat.


ZRAAAAST!!


Killer Skeleton Demon tiba-tiba sudah ada di depan mata Purgabolt Demon, kecepatannya juga bukan main. Sosok dengan tubuh yang hanya tulang saja itu tahu bahwa serangan jarak jauh dan teknik apapun yang berupa serangan jarak jauh begitu lamban dalam kecepatan, maka dari itu ia memutuskan untuk maju dan menyerang langsung dengan mengandalkan kecepatannya. Namun dengan santainya prajurit Adrine berkata, "sudah kubilang ... KAU ... TERLAMBAT!!" Bola plasma di tangan sesosok bertubuh api petir itu sudah sangat terkonsentrasi dan benar-benar memadat. "KONVERGENSI PLASMA!!!"


Pukulan di depan mata Purgabolt Demon sudah tak terelakkan lagi, namun *** plasma di tangannya jauh lebih cepat dalam mengenai targetnya dibandingkan dengan tinju di depannya. Bulatan sebesar bola mata di tangannya itu mulai bersinar sangat terang ketika mengenai kerangka tubuh Killer Skeleton Demon.

__ADS_1


"Supernova!"


DUAAAAAAAAAAARRRR!!


Ledakan maha dahsyat menghancurkan segala macam di sekitarnya, menelan apapun yang ada dalam jangkauannya. Dinding buatan Adrine pun retak sebab tak bisa menahan gelombang kejut dan dampak langsung dari ledakan di baliknya yang bahkan lapisan terbarunya sekalipun ikut retak dan terkena dampaknya.


"APA KITA AKAN MATI?!"


"TIDAK! AKU BELUM MAU MATI! MASIH ADA WANITA YANG AKAM KUNIKAHI!!"


"Aku tak mau mati! Aku tak mau mati! Aku tak mau mati! Aku tak mau mati! Aku tak mau mati!"


"Bagaimana ini? Tamat sudah riwayat kita!"


"Jangan! Jangan, jangan, kumohon jangan hancur! AKU MASIH MAU HIDUP!!!"


Orang-orang berteriak dan gelisah setengah mati akan apa yang terjadi. Mereka juga merasakan apa yang ada di balik dinding kristal di depan mereka yang terlihat sebentar lagi akan hancur dan memusnahkan mereka yang ada di sana.


Mata merah Adrine hanya bisa terbelalak dan pupilnya menciut melihat dampak dari apa yang terjadi di balik dinding. Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bahkan dirinya sendiri pun merasa takut untuk mengetahuinya dan melihatnya, jika bisa. 'Apa ini? Ledakan seperti ini ... Bahkan gerbang luar kota Toturao pun bisa hancur lebur ... Seingatku, Misil Armageddon saja sudah begitu kuat, serangan apa ini?' Batin Adrine yang begitu mendalam. Dirinya sama sekali tak menyangka ada serangan semacam itu, terlalu kuat dan sebegitu dahsyatnya.


BLAAAAARRR!!


Dinding kristal buatan Adrine hancur. Dua lapisannya sudah tak mampu menahan dampak dari ledakan Supernova yang diciptakan oleh Purgabolt Demon.


"Ini ... " Adrine tak bisa berkata-kata lagi. "Aku ... Terbunuh oleh serangan pasukanku sendiri ... Benar-benar tak disangka." Di depannya seolah waktu berhenti dengan ledakan yang tepat di depan matanya.


"TIDAAAAAAAAKKK!!!" Teriak sekeras-kerasnya dari orang-orang di belakang sang karakter utama, Adrine. Mereka hanya bisa panik dan berteriak karena mereka juga merasa tak bisa melakukan apa-apa.


ZRAAAAST!!


Sekelebat bayangan melesat di hadapan orang-orang di sana, sosoknya seolah menjadi dinding pelindung dan benar-benar melindungi mereka dari ledakan yang akan melibas habis mereka. Kemudian sosok itu menghantamkan tangannya ke tanah dengan sangat keras.


"Dinding Neraka!"


TRAKKRAAAAKTAAKK!!


Tumbuh dinding dark bawah tanah dengan penuh lava yang mengalir di setiap garis dinding. Siapa yang menyelamatkan mereka adalah prajurit Adrine, Purgabolt Demon. Tubuhnya mulai berubah menjadi dua bola jiwa dan keduanya berubah menjadi dua prajurit kematian yang berbeda, Purgatory Demon dan Bolt Demon.


Adrine tersenyum melihat bagaimana sosok pasukannya melindunginya dengan sepenuh hati, "aku tahu kalian tak akan membunuhku," gumam Adrine menyindir Purgabolt Demon. "Sudah pasti, tuan," sahut Purgabolt Demon dengan nada yang rendah dan hormat.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2