
Purgatory Demon menghabisi mereka semua dan Adrine mendapatkan point yang sangat banyak dari hasil buruannya. Purgatory Demon Adrine simpan kembali dan mencari Etern, Senior David, dan Arpha.
"Shin kecil, apa kau bisa mencari mereka?"
"Bisa."
"Kalau bisa, kita akan berpencar. Aku akan cari di area deepzone, kau cari di area stormzone."
Shin kecil menganggukkan kepalanya. Merekapun berpencar disana dan mencari ditempat yang telah mereka tentukan.
Entah keberuntungan mana yang Adrine dapatkan, Adrine sudah tahu dimana Senior David berada dan mereka bergerak dengan arah yang berlawanan. Tetapi, Senior David seperti sedang dikejar oleh sesuatu karena gerak larinya yang seperti sedang tergesa-gesa.
Disaat Adrine akan mendekati Senior David, Senior David juga melihat Adrine sedang mengarah kepadanya.
"Kau sedang apa Adrine?"
"Kalau kau?"
"Aku sedang dikejar oleh mereka karena aku tak mau bekerja sama dengan mereka."
Senior David menunjuk kearah yang berlawanan dengan arah larinya. Adrine juga melihat mereka dan Adrine mengeluarkan Pedang Api Hitam Ashura.
"Kau diamlah disini! Jangan bergerak!"
Tiba-tiba Adrine menyuruh Senior David untuk diam tidak bergerak dari tempatnya berdiri sekarang. Adrine meninggalkannya pergi tak tahu kemana.
"Hei hei, mau kemana kau? Kenapa aku harus diam disini?"
__ADS_1
Adrine sudah terlanjur pergi dan tidak mendengarkan pertanyaan dari Senior David. Senior David menjadi bingung sendiri.
'Kenapa Adrine menyuruhku diam disini? Nanti bisa-bisa pointku diambil oleh mereka. Ah, ya sudahlah, aku ikuti kata Adrine.'
Senior David sendiri juga tak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Adrine. Sehingga ia ragu untuk tetap diam dan menuruti kata Adrine.
"Oh, ternyata kau disini ya?"
Orang-orang yang mengejar Senior David telah menemukannya. Semuanya yang mengejar Senior David berjumlah 9 orang dan berada pada tahap Tulang semuanya.
'Aku mungkin akan kalah kalau melawan mereka semua sekaligus. Apa yang Adrine pikirkan sekarang?'
Senior Davis menjadi semakin cemas karena Adrine menyuruhnya diam. Dan sekarang Senior David telah dikepung oleh orang-orang yang mengejarnya.
"Kuberikan satu kesempatan lagi untuk memilih. Kau mau bergabung dengan kami, atau tetap ingin pergi?"
"Untuk apa kalau aku mengikuti kalian? Point yang akan kuterima tidak akan ada kalau kalian hanya menyerang tanpa kerja sama dan memperebutkan point sendiri-sendiri."
"Baiklah, kalau begitu kau memilih untuk mati. SERANG!!"
Lalu semua orang-orang itu menyerbu Senior David dari segala sisi. Senior David sekarang hanya bisa pasrah dan menunggu Adrine. Senior David menutup matanya dan tiba-tiba...
SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!!
'Eh? Apa ini?'
Senior David merasa kalau mereka tidak menyerangnya dan suasananya menjadi hening. Disaat Senior David membuka matanya, ia melihat siluet seorang yang memakai pedang seperti habis membantai semua orang-orang tadi.
__ADS_1
Orang tersebut berbalik dan menjulurkan tangannya. Senior David tahu siapa orang tersebut. Ia adalah Adrine yang sebelumnya menyuruhnya untuk diam tak bergerak.
"Syukurlah kau datang Adrine. Aku mungkin yang akan menjadi seperti mereka kalau kau tak datang tepat waktu."
Adrine hanya tersenyum melihat Senior David yang mengelus dadanya. Lalu Adrine mengubah pedangnya menjadi belati dan menyimpannya di pinggangnya.
"Kita mau kemana sekarang?"
Adrine pun menoleh.
"Kita akan mencari Etern dan Arpha."
Sesaat setelah Adrine mengatakan hal tersebut, Shin kecil telah kembali. Adrine tersenyum melihat kedatangan Shin kecil.
"Bagaimana?"
"Aku telah menemukan mereka. Mereka berdua sedang bersama dan sekarang mereka sedang berada disekitar perbatasan."
Lalu Adrine pun menoleh kearah Senior David. Adrine pergi mendekati Senior David untuk memberitahukannya untuk mencari mereka diperbatasan.
"Bagaimana Senior David? Apa kau mau ikut?"
"Ya, aku akan ikut kau."
Lalu merekapun bergerak menuju kearah perbatasan yang telah dikatakan oleh Shin kecil sebelumnya. Adrine juga semakin menjadi lebih waspada dengan bahaya yang akan datang didepan mereka.
"Apa kau tak takut Adrine?"
__ADS_1
Senior David yang penasaran, langsung bertanya seperti itu kepada Adrine. Adrine hanya menggelengkan kepalanya. Senior David tahu kalau sebelumnya Adrine telah terlepas dari bahaya didalam wilayah stormzone. Tetapi kini berbeda, wilayah ini adalah deepzone dan jauh lebih berbahaya dari wilayah stormzone.
Lalu merekapun diam dalam sepanjang perjalanan itu setelah pertanyaan terakhir tadi. Adrine hanya terfokus dan terus untuk fokus.