Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Altar Sembilan Warna Api Spiritual (15)


__ADS_3

Adrine banyak mengetahui daftar dan informasi hewan spirit dari Shin kecil. Dan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi adalah naga yang terbentuk dari magma dan memiliki banyak kepala yang tumbuh. Kepalanya selalu tumbuh 2 apabila ada 1 kepala yang terbelah. Setiap kali kepalanya tumbuh kembali, wujudnya masih belum terlalu sempurna seperti berwujud masih berupa api yang membentuk kepala naga. Dan untuk awalnya seperti yang dihadapi oleh Adrine sekarang ini memiliki 3 kepala karena masih dalam fase penyempurnaan. Dan akan langsung memiliki 5 kepala apabila memasuki fase evolusi akhir.


'Naga ini bukan naga biasa... Jika dibandingkan, maka kekuatannya akan sama dengan 30 kali Dragon Steel. Tidak, mungkin hampir setara dengan Purgatory Demon.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine menggunakan transformasi kekuatan dengan Purgatory Demon. Peningkatannya cukup signifikan bahkan dalam pertahanannya, mungkin seperti naik 5 level sekaligus.


BWOOOOSHH!!


"Hah?"


Tak disangka, bahkan sebelum Adrine menyerang naga tersebut malah menyerang terlebih dahulu. Salah satu kepala naga itu menghembuskan nafas api yang sangat dahsyat dan tepat mengarah ketempat Adrine.


Karena Adrine belum menguasai teknik pertahanan yang ia terima sebelumnya, yakni Green Light Prison of Psionic, Adrine lebih memilih untuk menghindar saja dengan lari yang sangat cepat.


BWOOOOSHH!!


"Apa?"


Dan tak disangka lagi kalau kepala yang lainnya pada naga itu menyemburkan nafas api yang sama dengan kepala yang tadi. Adrine melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut.


BWOOOOSHH!!


Namun lagi-lagi kepala naga yang lainnya juga menyemburkan nafas api yang sama juga.


Dan kini Adrine tak bisa lagi untuk menghindar. Dengan status pertahanan yang Adrine miliki sekarang, ia bisa menahan serangan tersebut walaupun tidak banyak.


"ERRGHH... Aku harus cepat membunuhnya... Kalau aku berhasil, maka naga ini akan jadi pasukanku yang paling hebat setelah Purgatory Demon."


Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dang mengeluarkan Pedang Api Hitam Ashura yang berniat untuk menyerang balik apabila mempunyai kesempatan. Adrine juga mengeluarkan skill Ashura Fire agar peningkatannya juga semakin tinggi. Awalnya api pada Pedang Api Hitam Ashura masih berwarna jingga sama seperti warna api pada umumnya. Namun kobaran apinya terus meningkat dan lama kelamaan warna apinya juga berubah.


"BLUE FIRE!!"


Adrine mengubahnya ke api biru untuk meluapkan seluruh energi api pada pedangnya. Tak hanya pedangnya saja yang berubah menjadi api biru, namun tubuh Purgatory Demon yang telah bertransformasi dengan Adrine juga berubah menjadi api biru pula.


"Hehe, kalau sekarang kekuatanku juga akan sama dengan naga sialan ini."


Adrine bergumam sendiri karena peningkatannya yang cukup drastis diiringi dengan perubahan pedangnya pula. Ditambah pula kalau Adrine juga sudah mulai menggunakan teknik Api Roh Ungu Jiwa Iblis Pembantaian Neraka yang membuat warna api yang ada pada Pedang Api Hitam Ashura menjadi lebih gelap. Dan lagi, sama seperti yang dulu, beberapa bagian api yang melindungi tubuh Adrine juga sudah berubah menjadi api ungu, namun sekarang jumlah dan radius api ungunya juga meningkat.


BWOOOOSHH!!

__ADS_1


Naga itu terus menerus menyerang tanpa adanya pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba menyemburkan nafas api yang kuat tanpa harus menyiapkan nafas itu sendiri.


Namun Adrine berhasil menghindari serangan mendadak tersebut. Kecepatannya juga semakin meningkat ketika menggunakan beberapa kali jenis peningkatan yang ada.


ZRIIIING!!


Dengan sangat cepat Adrine bergerak dan tiba-tiba saja sudah berada dibelakang leher dari salah satu kepala naga tersebut. Dan kemudian, Adrine mengayunkan pedangnya kearah leher naga tersebut.


SLAAASH!!


"Apa?"


Tidak disangka, kalau Hydra Hitam Ekor Api Galaksi punya pertahanan yang sangat kuat dan keras yang berupa sosok yang menyelimuti kulit pada tubuhnya. Sehingga membuat tebasan yang dilakukan oleh Adrine menjadi seakan-akan tidak hanya sebuah luka gores biasa.


ZRIIIING!!


Adrine bergerak lagi dan kembali pada pijakannya yang sebelumnya ia sedang melayang disaat menebas salah satu leher naga yang ada didepannya. Namun posisinya lebih menjauh dari arah dekat naga yang besar itu.


"Kuat sekali!!"


Adrine menjadi sedikit agak takut. Walaupun kekuatannya meningkat pesat, namun masih tetap belum bisa untuk melawan naga yang ada didepannya, Hydra Hitam Ekor Api Galaksi yang berada pada fase penyempurnaan.


Awalnya Adrine ingin menyerah dan pasrah kalau hidupnya cukup sampai disitu saja. Namun, Adrine berpikir kembali kalau ia belum mengerahkan seluruh kemampuannya. Hal itu membuatnya menjadi lebih semangat dan berani untuk menghadapi naga hitam yang ada didepannya itu.


"Tuan!! Apakah saya bisa membantu anda?"


Tiba-tiba terdengar suara dari telinganya. Suara yang terdengar sangat familiar ditelinga Adrine. Suara yang agak serak, dan suara itu adalah suara dari Purgatory Demon.


"Bagaimana caranya kau membantuku?"


Adrine juga berpikir logis kalau tubuhnya sedang ia pakai untuk memperkuat kekuatannya.


"Tuan... Saya tak mungkin untuk berbohong padamu. Elemental itu adalah teknik perubahan dari dasar sampai tingkat tertinggi. Api adalah salah satunya."


"Ah iya, kau benar. Tapi, aku masih tak tahu bagaimana caramu bisa menolongku?"


Adrine menjadi sedikit dipusingkan dengan kalimat Purgatory Demon. Namun bukan kalimatnya yang membuat Adrine pusing, tapi apa yang dimaksud dalam kalimat itu yang membuat Adrine pusing.


"Teknik perubahan elemental api berupa warna. Dari jingga, biru, putih, ungu, merah gelap, hingga warna hitam. Dan tubuhku ini adalah tubuh api yang juga merupakan api perubahan. Dan teknik milikku juga adalah warna api. Saya bisa mengubah warna api hingga tingkat ungu, namun saya masih butuh waktu untuk mengubahnya hingga warna merah gelap. Tuan juga bisa menggunakan mode raksasa kalau tuan mau."

__ADS_1


"Oh, begitu ya? Tapi maaf, aku tidak mau menggunakan mode raksasa, nanti aku jadi sasaran yang mudah diserang. Untuk sekarang, aku ingin menguji lagi mata ketiga milikku untuk menggunakan kontrol Shadow Monarch. Dan kau boleh untuk mengubah warna apinya sekarang."


Adrine merasa kalau menjadi mode raksasa bisa membatasi kecepatan geraknya dan membuat gerakannya mudah untuk dibaca serta bisa menjadikannya sasaran yang mudah.


Lalu Adrine mengaktifkan mata jiwa ketiganya. Sekarang Adrine mulai menguasai kemampuan dan kendali atas mata jiwa ketiganya walaupun belum hingga sepenuhnya. Dan secara bersamaan, mata tengah Adrine dan api yang menyelimuti tubuh Adrine berubah menjadi berwarna ungu gelap seutuhnya tanpa ada bagian-bagian yang terpotong oleh warna api yang berbeda.


"Hehe, baguslah. Sekarang giliran pedang ini pula."


Lalu api biru yang ada pada Pedang Api Hitam Ashura berkobar semakin kuat dan panas, hingga pada suatu titik kobaran api yang menyelimuti pedang tersebut mulai mengecil. Namun warna apinya menjadi berubah.


"Semuanya berubah menjadi api ungu, tak kusangka..."


Mata tengah Adrine yang sudah aktif menunjukkan reaksi kalau Adrine sudah mulai menggunakan Shadow Monarch. Namun teknik Shadow Monarch adalah tahapan terakhir, dan untuk tahapan awal sebelum teknik Shadow Monarch adalah teknik Shadow Body dan Shadow creation of everything (Pembentukan bayangan atas segalanya).


Disekeliling Adrine, aura gelap menakutkan berputar-putar dan energinya memusatkan pada Adrine. Aura gelap itu adalah teknik Shadow creation of everything.


"Sekaranglah saatnya!"


ZRAAAST!!


Adrine bergerak sangat cepat sehingga kakinya yang menyeret tanah hingga menciptakan suara dan membakar udara.


BWOOOOSHH!! BWOOOOSHH!! BWOOOOSHH!!


Sang naga pun juga tak mau kalah. Naga tersebut menyemburkan api lagi dan mengarahkannya berkali-kali kepada Adrine.


ZRIIIING!! ZRIIIING!! ZRIIIING!!


Namun Adrine masih bisa untuk menghindari semua serangan itu dengan gerakannya yang sangat cepat.


ZRIIIING!!


Lalu Adrine melompat dengan sangat cepat yang membuatnya tiba-tiba berada didepan kepala tengah pada Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Lalu Adrine menebas lehernya dan kini bukan hanya luka gores seperti tadi, melainkan kepalanya langsung terpenggal dalam sekali serang.


'Kepalanya pasti tumbuh lagi...' Pikir Adrine.


Dan benar, kepalanya tumbuh 2 dan sekarang menjadi ada 4 kepala. Adrine sendiri bingung bagaimana cara mengalahkan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Kelemahannya lupa untuk diberi tahu oleh Shin kecil dan sekarang Adrine menjadi agak bingung. Kepala adalah titik yang paling vital dan apabila terkena serangan, pasti akan berakibat fatal. Namun hal tersebut tidak berlaku pada seekor hydra. Setiap kali kepalanya terpenggal, maka kepalanya akan selalu tumbuh kembali.


"Heh... Sekarang aku malah jadi bingung!"

__ADS_1


__ADS_2